
"El bisakah kau membantuku mendapatkan identitas baru? " Tanya Anaya
"Anaya apa kau tidak ingin kembali bertemu dengan suamimu? " Tanya El bagaimanapun Anaya sedang hamil, El tentu saja khawatir biasanya orang hamil selalu ingin di temani suaminya
Anaya menarik ujung bibirnya dan tertawa miris " Suami? kami hanya memiliki hubungan kontrak dan hubungan itu sudah berakhir di mana aku jatuh dalam laut"
"Hubungan kontrak! bagaimana kau bisa berhubungan dengan laki-laki yang pengecut seperti itu! "
"Sudahlah jangan di bahas lagi yang penting kali ini aku ingin hidup dengan baik di sini, aku juga membutuhkan sebuah pekerjaan El, bagaimanapun aku akan jadi orang tua tunggal aku harus memiliki pekerjaan" Ucap Anaya kepada sepupu nya.
"Aku bisa menghidupi mu, kau tidak perlu mencari pekerjaan" Ucap El serius namun Anaya dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Tidak! aku ingin mengandalkan diriku sendiri untuk mendapatkan uang" Ucap Anaya yang merasa tidak enak jika terus membebani sepupunya.
"Kau bisa bekerja di butik ku Anaya, aku akan menggaji mu dan memperlakukan mu sama dengan karyawan ku yang lain, bagaimana? " El tau Anaya tidak akan menerima bantuannya cuma-cuma tapi El juga khawatir Anaya orang baru di negara nya dia tidak memiliki kenalan lain selain dia jadi El memutuskan untuk tetap mengawasi Anaya dalam lingkupnya.
"Benarkah? kalau begitu aku Terima tapi ingat janjimu! aku tidak ingin kau mengistimewakan ku bos" Anaya tersenyum
"Kau belum bekerja tidak perlu memanggil bos sekarang, yang jelas kau harus keluar dulu dari rumah sakit, aku akan membuatkan identitas baru untuk mu"
"Baiklah, terimakasih El"
"Kau istirahatlah aku akan menelpon seseorang" Ucap El yang kemudian keluar dari kamar Anaya dan terlihat dia akan segera menelpon.
Di sisi lain Anaya menatap jendela di samping nya dia melihat pemandangan baru di matanya dia mulai mengusap perut nya yang sebenarnya sudah tak terlalu rata tapi Anaya pikir itu karena dia kebanyakan makan. "Sayang kelak kita akan hidup lebih baik di sini, Mama janji Mama tidak akan membiarkan mu mengalami derita hidup yang Mama jalani, aku ingin kau bahagia lebih bahagia dari siapa pun kau dengar ini janji Mama" Anaya terus mengusap lembut perutnya.
Di sisi lain
Nick masuk ke dalam rumahnya, berjalan menuju kamarnya dengan tatapan kosong saat dia membuka kamarnya dia seakan melihat Anaya sedang tidur di ranjang, Nick berjalan dan ingin menyentuhnya tapi apa yang dia lihat sebenarnya hanya guling yang tak bernyawa berbaring di sana. "Anaya di mana kau, aku sangat merindukan mu aku takut benar-benar kehilangan mu Anaya" Nick mengusap Air mata yang tiba-tiba sudah terjatuh di sana.
Nick turun dan melihat dapur dia membayangkan Anaya dengan celemek memasak di sana, Nick kembali berjalan ke arah bayangan Anaya itu tapi seketika Anaya menghilang semua itu hanya halusinasi milik Nick
Nick memilih ke ruang rahasia miliknya mengambil setiap botol anggur, whisky, wine. Semua minuman beralkohol berjejer di meja itu, Nick menenggak satu persatu minuman itu langsung dari botol nya menghabiskan nya dan terus meracau "Anaya kembalilah... Anaya"
Pyaar!!!!....
Nick menghancurkan setiap botol minuman yang telah dia habiskan "Aku akan menikah mu Anaya kembali"
Pyaaaarrrrr......
Nick terbangun saat ini dia melihat dirinya sudah berganti pakaian dan tidur di ranjangnya
tiba-tiba suara langkah kaki masuk ke dalam kamarnya "Anaya" Ucap Nick tanpa sadar saat pintu itu terbuka. Nick terduduk dan terlihat wajahnya penuh harap, berharap kejadian yang terjadi pada Anaya adalah mimpi
"Ini aku" Ucap Kapten yang masuk dengan nampan di tangannya membawakan sarapan dan obat pereda mabuk untuk kakaknya dan menaruhnya di meja kamar Nick, Kemudian kapten duduk di sofa.
"Kau yang membawaku kemari semalam? " Tanya Nick yang masih sedikit pusing dan memijat sedikit keningnya.
"Paman aji yang membawamu kembali ke kamar dia mendengar kau menghancurkan banyak botol di ruangan mu, dia kemudian menghubungi ku, kau seperti ini masih berharap menemukan Anaya, Apa kau bercanda!!! " Kapten berusaha membuat Nick bangkit kembali
Nick tersenyum sinis "Bukan kah kalian mengatakan Anaya sudah tidak ada" Ucap Nick yang teringat penjelasan dari Jimmy.
"Aku dan Nathan masih melanjutkan pencarian di area laut, tapi aku dan Nathan berfikir mungkin saja Anaya sudah di bawa oleh nelayan, aku dan Nathan masih mencari kapal-kapal yang lewat saat kejadian itu dan masih mencari di beberapa daratan yang dekat dengan kapal itu berlayar, kita tau rute kepala pesiar itu kita hanya perlu mencari satu persatu dari negara itu, itupun jika kau masih ingin mencari nya" Kapten dan Nathan masih bisa berfikir jernih karena tidak tertekan rasa bersalah dan sangat kehilangan seperti Nick rasakan.
Nick mengangguk mengerti ada sedikit harapan yang bisa Nick percayai meski itu hanya spekulasi saja, tapi Nick yakin bahwa dia akan menemukan Anaya lagi.
"Kalau begitu kau segera bersihkan diri dan makan sarapan mu, jimmy dan Nathan akan segera datang kita akan memulainya hari ini" Ucap kapten.
Nick segera bersiap sedangkan Kapten memilih untuk kebawah menunggu Nathan dan Jimmy.
Saat ini Nathan, Jimmy, Kapten tengah menunggu Nick di ruang tamu, Nick akhirnya turun dari tangga berjalan menuju ke arah mereka namun tiba-tiba pintu terbuka.
"Kak" Ucap Rachel yang sekarang terlihat sudah berdiri dengan kakinya dandanan nya sedikit terbuka, Kapten melihat nya langsung memutar matanya jengah.
"Kakimu sudah sembuh? " Tanya Nathan melihat Rachel dari atas kebawah
"Ya dokter sudah mengizinkan ku berjalan tanpa kursi roda jadi aku kemari untuk membantu kalian menemukan kakak Anaya" Ucapan Rachel, dia bukan terlihat seperti orang yang kehilangan tapi dia seperti nya sangat senang Anaya menghilang
"Tidak perlu! kau tidak begitu mengenal wanita untuk apa mencarinya dan lagi bukankah kau harusnya senang dan merayakan kepergian Anaya" Sindir kapten
"Kak Mike kau jangan berkata seperti itu, aku bukan wanita yang kejam bagaimanapun kak Anaya pernah menolongku, aku hanya ingin membantu saja" Ucap Rachel yang berjalan ke arah Nick dan memegang lengan Nick " bolehkan aku ikut kak" Ucapnya memohon pada Nick, Nick seketika langsung menghempaskan tangan Rachel berjalan lebih dulu
"Terserah! , Dion ayo berangkat" Nick bersikap lebih dingin dengan Rachel sekarang membuat Rachel tidak senang sama sekali
Rachel mengepalkan tangannya *Aku tidak percaya kau tidak akan tergoda padaku kak, cepat atau lambat kau akan jadi milikku karena Anaya sudah pergi ke neraka " Ucap Rachel dalam hati