Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 113


Dua pengawal itu kembali bangkit dan ingin menahan Anaya, tapi Anaya tidak akan semudah itu di tangkap untuk kedua kalinya dia bergegas menghindar.


Anaya melemaskan tubuhnya dan berusaha melawan dua orang di hadapan nya itu *bertarunglah Anaya jika kau mati juga tidak akan ada penyesalan " Ucap Anaya pada dirinya sendiri mengambil pisau lipat yang dia simpan di pahanya, Anaya menyadari jika dengan tangan kosong dia tidak akan berhasil untuk menangani dua anak buah Glen itu.


"Anaya jadilah gadis yang baik dan menyerah! jika kau menandatangani surat perjanjian ini aku akan melepaskan mu" Ucap Vincent berusaha membujuk Anaya.


"Kau pikir aku tidak tau tipuan busuk mu? setelah aku menandatangani nya mana mungkin aku akan hidup! jika aku harus mati aku harus mati aku harus mati dengan mu! brens*kk!!!! "


"Sialan!! kau wanita tidak tau di untung lumpuhkan dia sekarang! " Teriak Vincent membuat dua pengawal itu dengan cepat menyerang Anaya, Anaya sedari tadi sudah bersiap. Anaya sudah belajar banyak hal untuk menemui malam ini jadi dia tidak akan menyerah semudah itu.


Satu pengawal maju dari depan mengarahkan pukulannya ke arah anaya, dengan cepat Anaya bermain dengan pisaunya menggores pergelangan tangannya memutar badannya sembari menggoreskan pisau nya di perut pengawal itu, pengawal itu menyadari kecepatan tangan Anaya lumayan, pengawal kedua menendang Anaya dan Anaya terjatuh.


Anaya berguling saat pengawal kedua ingin menginjaknya "Kau ingin menginjak ku dalam mimpi pun tak akan aku izinkan!! " Anaya segera bangkit dan berlari menendang pengawal dua tepat di perut nya membuat pengawal itu memundurkan tubuhnya


pengawal satu dan dua menyarangkan bersama-sama Anaya melipat kembali pisaunya dan menggigit nya mengambil dua senjata yang dia bawa pistol kecil di pahanya "Tidak sia-sia aku membawanya" Anaya mengarahkan pistolnya tepat ke jantung pengawal Glen


Dor... Dor...... tembakan yang sangat bagus dua kali tembakan dan tidak ada yang meleset


Vincent tertawa "Hahaha kau ternyata tak selemah yang aku bayangkan, jika kau ingin bermain baiklah bermainlah!! " Vincent mengangkat tangannya 5 orang berkaus hitam mengepung Anaya


Anaya menghela nafasnya " Merepotkan!! " Ucap Anaya menyimpan kembali pisau lipatnya dia memilih menggunakan pistol nya


"Kau hanya tinggal memiliki 3 peluru apa kau pikir kau bisa menang bodoh sekali" Ucap Vincent meremehkan Anaya


"Belum coba belum tau hasilnya" Anaya mengarahkan pistolnya pada Vincent, Vincent tidak memprediksi itu " Selamat jalan kakek tua!! " Anaya memilih menembakkan pistolnya pada Vincent namun tak menyangka Glen melindungi Ayahnya


"Pa awas" Glen berdiri di depan Ayahnya membuat Glen menerima satu peluru yang Anaya tembakkan


"Pelac*r, sialan!! kau berani mencelakai putraku tangkap dia aku mau kalian tangkal dia hidup -hidup dan kau bawa Glen ke rumah sakit kapal cepat! " Teriak Vincent panik dia menggenggam tangan putranya "Tenang Glen kau akan baik-baik saja, pergilah cepat bawa dia cepat!!! " Vincent sangat panik


"Baik tuan" satu pengawal mundur membawa Glen ke rumah sakit kapal.


Anaya ingin membidik kembali Vincent namun terlambat satu pengawal berhasil menendang lepas pistol anaya. "Ck sial! "


Anaya tidak ada kesempatan untuk mengambil nya, empat pengawal itu menyerang Anaya secara bersamaan Anaya hanya bisa terus menghindar ambil kesempatan untuk mengambil pisau lipat nya terus berkelahi Anaya sesekali juga menyerang, Anaya mengambil satu botol kecil cairan dan mengoleskan nya ke pisau lipatnya.


Semua orang melihat nya, empat pengawal itu terlihat sangat berhati-hati agar tidak terkena pisau Anaya, terlambat setiap kali mereka mengarahkan pukulannya Anaya melukai pergelangan tangan mereka


Sampai satu pengawal menendang Anaya, Anaya hanya menangkap kaki itu menusuk kakinya "Selamat menunggu kematian mu!! " Anaya mencabut pisaunya dan melempar kaki pengawal itu


"Wanita sialan!! " Teriak pengawal yang lain yang berhasil menendang punggung atas Anaya.


Anaya hampir jatuh Anaya masih kuat menahan dan bangkit " Kau yang sialan!! bajing*n brengs*k " Anaya benar-benar muak


Anaya terkejut sejenak namun sedetik kemudian mengulas senyumnya.


"Simpan suara jelek mu pak tua" Br aaaakkk Ros menendang pistol dari tangan Vincent sampai terjatuh ke laut.


Ros berjalan mendekati Anaya, Anaya melihat betapa banyak luka pada tubuh Ros "Ros kau baik-baik saja? " Anaya khawatir


"Masih bisa membunuh ribuan manusia lain" Ucap Ros dengan senyumnya meski ujung pipinya sudah terlihat membiru. "Anaya awas" a teriak Ros yang melihat Anaya mendapatkan serangan dari sampingnya anaya sedikit melirik menusukan pisaunya ke pergelangan tangan pelaku dan menarik paksa nya


Sreeeett.....


"Habisi mereka!! " Teriak Vincent pada tujuh penjaga yang baru saja tiba, total mereka sekarang tujuh dan empat pengawal yang terkena racun.


Ros dan Anaya bersiap mereka menghadapi bersama mereka terlihat seperti duo yang profesional mereka menghindar dan menyerang bersama-sama, sampai racun yang terdapat dalam tubuh empat pengawal itu bereaksi mereka tiba-tiba terjatuh Ros dan Anaya sudah mematahkan tangan dan menusuk racun ke dua orang pengawal lagi


kini hanya tinggal 5 orang pengawal Anaya terus menghindar tenaga mereka di banding 5 pengawal itu sedikit tidak sebanding.


Anaya mengambil jarum beracun nya melempar ke leher pengawal 2 pengawal terkena tepat di lehernya hanya menunggu kematiannya saja.


Namun tiba-tiba 3 pengawal itu hanya berfokus pada Ros mereka berhasil menyandera Ros yang sudah terluka cukup parah dan kelelahan karena Ros hanya mengandalkan fisik dan pisau lipatnya sedangkan Anaya memanfaatkan banyak senjata yang terakhir kali dia beli


Vincent berjalan dengan cambuk di tangan nya "Menyerah lah Anaya atau kau akan melihat rekan mu mati di tangan ku" Ucap Vincent sembari mengibaskan cambuk nya


Anaya menatap Vincent dengan amarah yang menggebu-gebu "Lepaskan Ros!!! " Ucap Anaya menyerah


"Letakkan semua senjata yang kau sembunyikan dan bersujud lah memohon aku mungkin bisa melepaskan teman mu"


Mendengar itu Anaya segera melepaskan sesuatu yang terikat di pahanya samua senjata Anaya lepaskan


"Ja.. jangan Anaya biarkan aku mati, kau tidak boleh tunduk pada brengs*k tua itu" Ros terus memberontak berusaha melepaskan diri


Vincent tertawa dan berjalan mendekat ke arah Anaya, Anaya memundurkan dirinya, Vincent melempar cambuk nya dan mengambil dokumen nya dan menyerahkan pada Anaya mencengkram pipi Anaya " Tanda tangani sekarang, atau aku akan mendorongmu terjun dari kapal ini" Ucap Vincent yang mengancam Anaya


Anaya tersenyum mengerikan, membuat Ros merasa tidak tenang, dia takut Anaya berbuat nekat


"Kau masih bisa tersenyum bagus sekali " Mencengkram lebih kuat pipi Anaya


Anaya kemudian tersenyum menarik kuat tubuh Vincent dan


BYUUUUUUUUURRRRRRRRRR.......


mereka berdua terjatuh di depan mata Ros, Ros berteriak "ANAYAAAA, tidak Anaya" Ros dan tiga pengawal panik.