Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 14


Setelah Anaya memastikan siapa yang menculik nya


Anaya bergegas untuk pergi dari tempat itu dia berlari dengan cepat


Sekarang Anaya sudah sampai di jalan raya


"Hah berlari dengan baju tidur seperti ini sangat menarik perhatian, dan lagi aku tidak menggunakan alas kaki benar-benar memalukan" Ucap Anaya merasa tidak nyaman dengan tatapan orang orang padanya


sesampainya di Apartemen


Anaya masuk dan segera membersihkan diri saat dia melihat tangannya


Dia segera membersihkan lukanya


"Hah untuk hanya luka kecil" Ucap Anaya


Anaya sangat lelah dan lapar


Anaya pergi ke dapur dan lagi-lagi menyeduh mie cup untuk nya makan


sambil menunggu mie cup nya siap anaya mengambil air dingin di dalam lemari pendingin dan menuangkan nya di gelasnya


Anaya dengan tangan menyantap makanan nya hari ini


"Hari ini aku sangat lelah lebih baik aku istirahat saja di kamar" Ucap anaya membereskan bekas makannya dan langsung kembali ke kamarnya


Anaya mengambil HP nya dan melihat beberapa panggilan dari Diana


"Ada apa kenapa Diana menghubungi ku? " Ucap Anaya yang mulai menelpon Diana


"Hallo Anaya, kemana saja kau kenapa telepon dari ku tidak kau jawab, ka.. kau membuatku khawatir" Ucap Diana


Anaya tersenyum dengan tingkah sahabat nya itu berbicara tanpa jeda dia benar-benar sedang mengkhawatirkan anaya


"Aku baik-baik saja, ada apa menelpon ku? apa kau merindukan ku" Ucap Anaya menggoda sahabat nya itu


"Tidak hanya memastikan apa kau sudah menghubungi kakak tiri ku" Ucap Diana


Ucapan Diana membuat Anaya tersadar


"Aku lupa hari ini aku harus ke kantor kakak mu lagi, terimakasih kau sudah mengingatkan


aku akan segera bersiap" Ucap Anaya mematikan telponnya


"Hah Dasar kau masih saja ceroboh" Ucap Diana


Di sisi lain


ElNathan mondar mandir di ruangannya menunggu telepon nya berbunyi dia duduk dan berdiri terlihat sangat gelisah


Telepon kantor nya berdering


"Hallo apa dia sudah datang" Ucap Nathan


"Dia? apa perwakilan dari majalah mingguan Tuan, mereka sudah datang" Ucap resepsionis


"Bukan! yang aku maksud wanita kemarin yang ingin menunggu ku" Ucap Nathan


"Be.. belum Tuan" Ucap resepsionis


"Lalu kenapa menelpon!" Ucap Nathan


"Itu perwakilan dari majalah mingguan datang" Ucap Resepsionis


"Suruh mereka pulang! aku tidak ingin bertemu hari ini" Ucap Nathan kesal dan menutup telepon nya


"Anaya apa kau tidak akan datang hari ini" Ucap Nathan terdengar kecewa dan menjatuhkan dirinya ke kursi kerjanya


Nathan terus berfikir bagaimana cara dia untuk bertemu dengan Anaya


Resepsionis itu mencoba menelpon Anaya tapi tidak di Angkat


Anaya ternyata sudah sampai


Anaya langsung menghampiri resepsionis itu


"Nona akhirnya nona datang" Ucap lega sangat resepsionis


"Ah, aku mengalami sedikit kendala maka nya sedikit terlambat" Ucap anaya yang tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya lupa


"Ah baiklah kalau begitu Nona langsung saja keruangan CEO" Ucap resepsionis


"Ah ruangan CEO ada di lantai berapa ya? " Ucap anaya


"Lantai 14 nona" Ucap resepsionis


"Ah baiklah" Ucap Anaya bingung


*Kenapa mereka tidak mengantarkan ku, kenapa aku harus mencari ruangan nya sendiri hmmm" Ucap Anaya menggerutu


Anaya masuk ke dalam lift dan menuju ke ruangan sangat CEO


Anaya sudah berada di depan pintu yang bertuliskan ruang CEO


Anaya menghela nafasnya dan mengetuk pintu ruangan itu


Tok... Tok... Tok....


"Masuk" Ucap Nathan


"Permisi Tuan" Ucap anaya sembari masuk


Sekilas Nathan tersenyum melihat kedatangan anaya


"Silahkan duduk Anaya" Ucap Nathan


*Panggilan ini kenapa dia terlihat sok akrab dengan ku, bukan lah di kehidupan sebelum nya aku hanya bertemu dengan nya beberapa kali saat aku ke rumah Diana, kami tidak se akrab ini bukan" Ucap Anaya dalam hati


"Terimakasih" Ucap anaya sembari tersenyum canggung


Nathan menanyakan maksud kedatangan


Anaya, meski Nathan sebenarnya sudah tau intinya dari Diana tapi Nathan hanya ingin memastikan


Setelah anaya berbicara Nathan menatap anaya serius


"Apa kau yakin ingin terjun ke dunia Entertaimen? " Tanya Nathan


"Hanya ingin mendapatkan pekerjaan, pekerjaan seperti menjadi model pun tidak masalah" Ucap Anaya


"Baiklah, kalau begitu besok aku akan memberimu asisten untuk mengatur jadwal untuk mu" Ucap Nathan


*Hah hanya menjadi seorang model tidak perlu asisten pribadi bukan! CEO seperti ini bukannya terlalu baik" Ucap Anaya dengan dirinya sendiri


"Ah baik, terimakasih Tuan Nathan" Ucap Anaya


"ini adalah kontrak kerja, kau bisa menandatangani nya setelah membacanya " Ucap Nathan


Anaya membaca sekilas poin penting nya setelah anaya mengerti anaya menandatangani kontrak itu


"Terimakasih selamat datang di Hope Entertaiment" Ucap Nathan sembari mengulurkan tangannya


Anaya menyambutnya dan mereka berjabat tangan


Stelah kepergian Anaya


*Anaya akhirnya aku menemukan mu" Ucap Nathan dalam hati