Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 24


Anaya ikut menatap Nick


"Itu tidak perlu!! kita sama-sama dewasa Anggap saja cinta satu malam, jadi urusan kita sudah berakhir!! " Ucap anaya


Anaya sekarang tidak ingin memikirkan untuk memiliki hubungan yang ada di pikiran nya adalah balas dendam kepada orang yang menyiksanya dulu


"Apa nya yang sudah berakhir" Ucap Nick menatap lebih tajam anaya dan lebih mendekat kan wajahnya dengan wajah anaya


"Tentu saja kita!!, kita tidak ada hubungan apapun, malam itu hanya sebuah kesalahan jadi tidak perlu khawatir tidak perlu ada tanggung jawab" Ucap anaya yakin


Nick mengeratkan gigi


"Kau sedang main tarik ulur dengan ku? aku tidak akan terpengaruh" Ucap Nick


Anaya menghela nafasnya dan mendorong tubuh Nick dengan seluruh kekuatan nya dan membuka pintu mobilnya


anaya kemudian turun


"Terserah apa kata mu, yang jelas aku tidak ingin lagi berurusan denganmu! aku harap kita tidak akan bertemu lagi! " Ucap anaya sembari menutup dengan keras mobil Nick


"Baru kali ini ada wanita yang menolak ku! hah cinta satu malam lucu sekali, sudah tidur dengan ku dan menolak jadi wanitaku! itu tidak mungkin bisa!!!" Ucap Nick Setelah kepergian anaya


Anaya segera pergi dan mencari taksi


di dalam taksi


"Sial sekali aku bertemu dengan nya lagi!


Benar-benar merepotkan " Ucap Anaya


Anaya sekarang sudah sampai di depan rumah rage tempat nya tinggal sekarang


"Anaya" Teriak seseorang yang sudah berada di depan rumah nya


"Diana, Tuan Nathan" Ucap canggung anaya, anaya tidak tau kalau Diana akan datang bersama Nathan


"Panggil saja kak Nathan seperti Diana" Ucap Nathan


"Tapi Tuan adalah bos ku, tidak baik memanggil kakak" Ucap anaya


"Panggil saja kak Nathan waktu kau tidak sedang bekerja, mudah bukan" Ucap Diana


"Benar kata Diana" Ucap Nathan


"Baiklah kalau begitu" Ucap anaya yang mendapati senyuman dari Nathan


Anaya segera memalingkan wajahnya dan menuju pintu rumah


"Ayo masuk kalian berdua pasti lelah menunggu ku" Ucap Anaya sembari membuka pintu


Di dalam rumah anaya dengan cepat membuatkan minum untuk mereka berdua


"Begitulah" Ucap anaya


"Kenapa tidak membeli apartemen sendiri, wanita dan laki-laki dalam satu rumah itu tidak baik apa lagi kalian tidak dalam suatu hubungan" Ucap Nathan sedikit kesal dia kesal karena rage tidak memberitahu nya kalau anaya tinggal di rumahnya


Diana melirik ke arah Nathan terlihat raut kecewa di wajah Diana, anaya pun menyadari nya


"Tenang saja Kami punya batasan masing-masing" Ucap Anaya


"Hm tetap saja! bagaimana jika membeli satu apartemen untuk mu sendiri" Ucap Nathan


"Aku sedang mengumpulkan uangnya" Ucap Anaya


"Aku ada satu apartemen kosong kau bisa pindah dan tinggal di sana" Ucap Nathan


"Tuan eh kak Nathan terlalu berlebihan itu akan merepotkan" Ucap Anaya


Diana mencoba tenang


"Anaya apa yang di katakan kak Nathan itu benar" Ucap Diana


"Hahah kalian berdua berpikir terlalu berlebihan, aku baik-baik saja di sini" Ucap Anaya


"Baiklah jika terjadi sesuatu kau bisa menghubungi ku" Ucap Nathan


Diana terus melirik ke arah Nathan, bukan lirikan seorang adik namun lebih tepatnya lirikan seseorang yang terlihat tidak senang laki-laki nya perhatian dengan perempuan lain


"Tidak akan terjadi apapun, tenang saja" Ucap Anaya


"Tapi anay. " Ucap Nathan terhenti saat bel lu mah itu di tekan, di tekan berkali-kali


Ting... tong... ting... tong....


"Apakah kak rage? " Tanya Diana


"Tidak mungkin rage tidak akan membunyikan bel rumah " Ucap anaya


"Lalu siapa? " Ucap Diana penasaran begituan dengan Nathan


"Sebentar aku akan melihat nya" Ucap Anaya berjalan ke arah pintu


anaya berjalan dan melihat nya dari lubang kunci


"Siapa? " Tanya Diana


"Tidak mungkin, bagaimana bisa dia tau aku disini" Ucap anaya ,


Nathan dan Diana mulai khawatir dengan raut wajah terkejut anaya


"Buka pintunya aku tau ada orang di dalam!!! " Ucap laki-laki dari seberang pintu