
Setelah kapten pergi dan mendengarkan ucapan Nathan Nick mengatur nafasnya mengambil pisau lipat yang menjadi simbol mereka berempat.
Nick membuat lubang di atas kuburan itu mengubur pisau itu bersama dengan Roland "Roland selama ini aku sudah menjaga Rachel dengan baik mencukupi semua keinginan nya merawatnya sebaik yang aku bisa, tapi Roland hari ini aku ingin memberitahu mu, aku sudah menemukan wanita yang ingin aku nikahi. Roland aku sudah menyiapkan aset yang cukup untuk adikmu, dia juga harus berkembang dan menemukan belahan jiwanya jadi Roland beri aku restu untuk melepaskan belenggu rasa bersalah ku padamu"
"Tidak! kak Nick kau harus menjagaku! aku tidak punya siapa-siapa lagi aku hanya punya kau kak!! jika kau ingin aku pergi dari hidupmu sekalian saja kau kirim aku bertemu dengan kakak ku" Rachel mengancam untuk mengakhiri hidup nya.
Nathan menggelengkan kepala nya melihat sifat Rachel yang sebenarnya dia benar-benar terobsesi pada Nick "Rach... " Ucapan Nathan tertelan saat Nick sudah membuka suara.
"Jika itu keinginan mu aku akan mengabulkan nya" Nick terlihat berat mengatakan itu tapi seperti mereka semua bilang jika dirinya tidak melepaskan masa lalunya itu bisa menyakiti Anaya.
"Kakak! apa kau tega!! baik aku akan mati dan menyusul kakak ku" Ucap Rachel nekat menjatuhkan dirinya dari kursi roda dan mengambil pisau yang barusan Nick kuburkan.
Nick merasa panik namun masih mencoba untuk tenang "Rachel, jika kau mau mati jangan mengotori kuburan kakak mu!! " Nick menatap sejenak Rachel dan kembali fokus pada kuburan sahabat nya " Roland lain kali akan ku kenalkan dengan gadis yang aku cintai, aku harus pergi menemui nya hari ini aku seperti nya mengabaikan nya akan panjang untuk membujuknya aku akan pergi " Ucapan Nick dan melangkah kan kakinya pergi dari situ meninggalkan Rachel yang masih memegang pisau lipat itu. Jimmy dengan sigap mengikuti tuannya
"Kak Nick tunggu aku? " Teriak Rachel yang melihat Nick berjalan menjauh darinya.
"Apa kau tidak jadi bunuh diri? jika jadi aku akan menunggu mu dan mengantarkan mu ke rumah sakit" Ucap Nathan sambil mendorong kursi Rachel dan membawa Rachel pergi.
"Kau meledek ku kak!! "
"Rachel kau harus tau batasan atau semua orang akan pergi meninggalkan mu!! dan tidak akan respect lagi" Ucap Nathan sembari membawa Rachel masuk ke dalam mobilnya.
Tapi sayang ucapan Nathan itu hanya menjadi angin lalu untuk Rachel, Rachel masih bertekat untuk memenangkan hati Nick.
Kali ini Nick yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia bergegas kembali ke rumahnya untuk bertemu dengan Anaya, tiba-tiba dia merasa bersalah karena tapi pagi dia bahkan tidak mendengarkan apa yang ingin Anaya bicarakan.
Jimmy menyadarkan Tuan mudanya " Tuan bisa saya yang menyetir" Ucap Jimmy khawatir
"Tidak perlu, biar aku saja" Nick mulai berkonsentrasi mengemudikan mobilnya
Setalah beberapa lama dia akhirnya memarkirkan mobilnya di rumahnya dan segera turun untuk mencari keberadaan Anaya, dia berlari dengan cepat ke kamarnya tapi dia tidak menemukan Anaya di sana, dia akhirnya mencari ke setiap tempat di rumahnya dia juga tidak menemukan keberadaan Anaya.
Nick berlari ke taman belakang dia hanya menemukan paman aji di sana " Paman di mana Anaya? " Tanya Nick dengan nafas Tersengal-sengal
"Nona Anaya dan Ros pergi tidak lama setelah tuan muda pergi" Paman aji menjelaskan yang dia tahu.
"Kemana kau pergi Anaya ini sudah hampir malam!!! " Nick mencari HP nya namun tidak menemukan di kantungnya, dia ingat HP nya kehabisan isi daya dan meninggalkan nya di kamar untuk mengisi daya.
Nick berlari ke kamar menghidupkan hpnya Nick menggoyangkan HP nya berharap HP nya cepat terhubung
Setelah HP nya menyala terlihat beberapa pesan masuk dari Anaya, Nick membulatkan matanya saat membaca isi pesan dari Anaya.
Wanitaku: Aku pergi ke pesta yang di adakan Glen di sebuah kapal pesiar, malam ini aku ingin membalaskan dendam ku.
Wanitaku: Semoga aku dan Ros baik-baik saja. aku ingin menceritakan secara langsung tapi kau sangat sibuk aku tidak berani mengganggumu
Nick menggenggam erat tangan nya matanya berkaca-kaca dia merasa menyesal mengabaikan Anaya.
"Jimmy " Teriak Nick
"Ya Tuan " Jimmy berlari mendekat kearah Nick
"Siapkan kapal untuk ku!! aku akan menyusul. Anaya bawa beberapa Anak buah " Ucap Nick
"Tidak perlu aku sudah menyiapkan semuanya ayo kita berangkat" Ucap kapten tiba-tiba muncul
"Kau sudah tau? " Tanya Nick ada rasa cemburu dia menyangka Anaya yang memberitahu Nick
"Tentu saja, Ros memberitahu ku tadi saat aku pergi dari kuburan dan melihat hpku" jelas kapten
"Bagus ayo berangkat" Nick, jimmy dan kapten bergegas untuk kepelabuhan untuk menyusul kapal pesiar milik Glen.
Di sisi lain
Tubuh Anaya bergetar saat kakinya melangkah jauh ke kapal pesiar itu terlintas kembali bayangan di mana dirinya kehilangan nyawanya.
Anaya mencubit kencang lengannya Ros melihat itu "Anaya apa kau takut? " Tanya Ros yang melihat tubuh Anaya bergetar
"Tidak ada, aku baik-baik saja" Anaya meyakinkan dirinya
Anaya dan Ros bergabung di tengah keramaian pesta, tapi belum sempat dia bergabung tiba-tiba Glen datang dan menyeret tangan Anaya "Ikut aku" Ucap Glen dia menarik kasar tangan Anaya.
"Tidak mau!! " Ucap Anaya menghempas kan tangan Glen.
"Jika kau tidak mau, aku bisa memaksa mu!! " Ucap Glen menjentikkan tangan, Anaya di bawa dua orang bertubuh besar dan Ros di tahan oleh dua orang bertubuh yang sama besarnya yang menahan Anaya, Anaya berhasil di seret, Anaya turus memberontak begitupun Ros dia menggunakan trik untuk melepaskan dirinya dari Anak buah Glen itu
" Anaya" teriak Ros namun ros di tahan dua orang lagi Ros harus menghadapi empat orang bertubuh besar untuk menyelamatkan Anaya.
Anaya di bawa bertemu dengan seseorang yang duduk di kursi Anaya di lempar ke bawah kaki laki-laki paruh baya itu.
"Kau?? " Anaya samar-samar mengingat wajah yang tidak asing di matanya " teman ayah" Gumam Anaya
"Kau sangat cerdas bahkan belasan tahun tidak bertemu kau masih bisa mengingat ku, tapi kau salah dengan sebutan teman ayah, aku adalah ayah dari Glen, Vincent" Vincent mengenalkan dirinya
Anaya yang mendengar nama Vincent mengepalkan tangannya kuat mengeratkan giginya terlihat pancaran amarah dari matanya "Kau pembunuh!!! kau yang membunuh orang tua ku!! kau bajing*n sialan!!! " Anaya berdiri dan ingin memberikan pukulan pada Vincent tapi dia di tahan dua orang yang menyeretnya tadi tapi kali ini karena kemarahan Anaya berhasil melepaskan dirinya dan memberikan tendangan pada wajah Vincent
'Pelac*r!!! berani sekali kau menendang wajahku!!! " Kalian ikat gadis tak berguna ini Glen ambil cambuk ku!!! " Teriak Vincent