Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 19


Anaya melihat ada sedikit pintu yang terbuka dia cepat berlari dan masuk mengunci pintu itu dan melihat dari lubang kunci


"Cepat cari dia geledah semua kamar" Ucap Glen


*Anaya kau tidak boleh lolos malam ini kau harus menjadi milik ku sepenuhnya, perubahan mu membuat ku gila aku sangat ingin mencicipi tubuhmu itu " Ucap Glen dalam hati


"Bos tidak ada di kamar ini" Ucap anak buah 1


"Hanya tinggal kamar itu bos" Ucap anak buah Glen 2


Glen melihat angka 13


"Dobrak pintu itu" Ucap Glen


Anak buah Glen bersiap untuk mendobrak, tapi tiba-tiba ada manajer hotel datang


"Berhenti, maaf Tuan kamar ini sudah di pesan Tuan besar jadi tidak bisa di dobrak seenaknya" Ucap manajer itu


"Oh Tuan Ben, kalau begitu aku tidak ganggu, Ayo kita pergi" Ucap Glen


"Tapi bos, wanita mu" Ucap anak buah Glen


"cari di tempat lain dia tidak mungkin masuk ke kamar pak tua itu" Ucap Glen sembari berlalu pergi


Manager itu menghela nafasnya


"Bagaimana Tuan sudah berada di kamar" Ucap wanita di belakang manajer yang datang ketika melihat rombongan Glen sudah pergi


"Sesuai pengaturan Nona yelita dan Tuan ben Tuan Muda ada di dalam" Ucap Manajer


"Bagus kau pergilah!!! " Ucap Yelita sembari memberikan uang ke pada Manajer


"Terimakasih Nona saya permisi" Ucap Manager


Saat Manager pergi, Yelita mencoba membuka pintu tapi tangannya di hentikan oleh seseorang


"Berani sekali ingin masuk ke dalam Ruangan Tuan Muda!! kau dan Ben ingin mati" Ucap laki-laki itu penuh amarah


"Ha.. tidak.. tidak Tuan aku tidak tau ini kamar Tuan muda" Ucap Yelita yang mengenali asisten pribadi Tuan muda ini


"Berisik!! Bawa dia pergi" Ucap laki-laki itu


Di dalam kamar


Anaya terus menahan Dirinya nafasnya semakin memburu


"Bagaimana ini, ak.. aku harus ke kamar mandi" Ucap Anaya yang berjalan mencari kamar mandi


Anaya menelan kasar ludahnya melihat badan bagus di hadapan nya


laki-laki itu berjalan ke arah anaya mengangkat wajah anaya untuk menatap nya


"Jadi kau wanita yang di kirim ben untuk ku! kau wanita rendahan ingin merangkak di ranjang ku!!, baiklah akan aku kabulkan" Ucap laki-laki itu mendorong tubuh anaya


Anaya sebisa mungkin melawan namun obat perangsang itu sudah bekerja


Laki-laki itu mendekatkan wajahnya ke arah anaya mencium anaya secara paksa ciuman yang begitu panas


kini laki-laki sedang menggigit kecil Leher anaya, mungkin sekarang leher anaya sudah di penuhi dengan tanda merah


laki-laki itu kembali mencium anaya mengarahkan tubuh anaya ke arah ranjang, laki-laki itu mendorong tubuh anaya jatuh ke ranjang


laki-laki itu merobek paksa baju anaya yang sebagian sudah robek


laki-laki itu menelan kasar ludah melihan body goals milik anaya sangat menggiurkan,


sedangkan anaya yang sudah Terperdaya oleh obat itu hanya bisa menikmati setiap hal yang di lakukan Laki-laki itu


Laki-laki itu mulai menjelajah tubuh anaya dan sampai akhirnya dia sudah tidak tahan mengarahkan junior nya kedalam sangkar


laki-laki itu Menerobos paksa sangkar yang belum pernah di buka itu


Malam itu pun berakhir dengan laki-laki itu yang tergeletak di samping anaya


Pagi menyapa


Anaya mengerjapkan matanya dan melihat keadaan tubuhnya


Anaya hanya menghela nafasnya dia menatap wajah laki-laki yang tidur dengannya


"Lumayan tampan? apa dia laki-laki yang di maksud Stella, Apa kau bercanda anaya tidak mungkin laki-laki ini yang stella katakan, Jangan-jangan dia pelayan yang ada di kamar ini tadi malam jangan-jangan aku memaksa nya, hah!! kenapa aku melupakan kejadian semalam!! jadi dia siapa" Ucap Anaya menarik kasar rambut nya


"Hah sudahlah lebih baik cepat pergi sebelum dia bangun bagaimana jika dia meminta uang padaku" Ucap Anaya yang turun dari ranjang namun dia merasakan sedikit nyeri di daerah terlarang nya


Anaya menahannya dan mencari bajunya namun menemukan bajunya tengah di sobek dan tidak bisa di pakai


Anaya tak sengaja melihat kemeja di sofa anaya kemudian mengambil kemeja itu


anaya memakai nya


sebelum pergi anaya menulis pesan untuk laki-laki itu


"Hah harus segera pergi, Rage pasti sedang mencari ku, atau mungkin tidak" Ucap Anaya, anaya segera menyelinap keluar dari kamar laki-laki itu