
saat anaya ingin mengambil minum di atas meja tangan nya di hentikan oleh seseorang
Anaya menengok ke arah tangannya dia melihat sosok yang mampu membuatnya ingin muntah
"Kemana saja kau anaya?! aku merindukan mu" Ucap Glen dengan tatapan terlihat seperti kekasih yang sedang sangat rindu dengan pasangan nya
Anaya menaikan bibirnya seakan mencibir apa yang Glen lakukan
"Maaf tuan Glen yang terhormat silahkan anda lepaskan tangan anda dari tangan saya!! " Anaya menggunakan bahasa formal membuat Glen merasa tersinggung
"Apa kau masih marah? kau bersikap dingin padaku? " Glen meraih tangan anaya dengan kedua tangannya menggenggam tangan anaya sangat erat
"Lepaskan tanganku?!! atau anda saya tuntut dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual di depan umum?!! " ancam anaya
"Anaya jangan memancing emosiku?!!! " ucap. Glen menatap nya tajam
"Kita sudah putus bukankah itu sama saja kita sudah melepas semua hubungan di antara kita?! apa Tuan Glen tidak bisa moveon dari saya" Anaya mengejek Glen membuat Glen benar-benar merasa harga dirinya di injak-injak
"Anaya kau jangan main-main dengan ku!! " ancam Glen
"Lepaskan tanganku!! sekarang?!! "
"Tidak akan!!! "
"Tuan! apa anda tidak dengar apa yang teman saya bilang" Ros akhirnya angkat suara
sebelumnya Ros hanya diam mengamati keadaan mencoba mencerna apa yang terjadi sebelum nya
sampai akhirnya Ros tau laki-laki di depan nya adalah laki-laki baj*ng*n yang pernah menyakiti anaya
"Kau diam saja jangan ikut campur!!!!! " ucapnya tidak suka
menarik anaya keluar dari cafe itu
Ros ingin menghentikan nya tapi kali ini Glen tak sendirian dia membawa serta anak buahnya
anak buah Glen menghentikan Ros dan ikut menariknya keluar
"Lepaskan tangan ku sekarang!! "
Glen menghentikan langkahnya
"Aku tidak akan melepaskan mu lagi anaya!! aku mencintaimu!! di masa lalu kau mungkin salah paham dengan ku, anaya sebelum nya kita baik-baik saja sampai kau menurunkan berat badanmu?! saat kau gemuk hanya aku yang mU bersama mu! sekarang setelah kau berubah apa yang kau lakukan!! " ucap Glen yang membuat dirinya terlihat teraniaya di sini!
"Hah?!! di masa lalu kita baik-baik saja karena di masa lalu aku terlalu bodoh bisa percaya dengan wajah bajing*n mu ini!! " anaya tersenyum mengejek
"Anaya!! hentikan semua ini?! ayo kita kembali bersama" Glen menarik paksa anaya ke pelukan nya
"Anaya aku sangat mencintai mu" mencium pucuk kepala anaya
anaya dengan kekuatan nya mendorong Glen
membuat Glen sedikit meninggal kan jarak di antara mereka
"Dengan semua perbuatan mu! aku tidak akan kembali!! kau nikahi saja Stella!! atau wanita lain yang kau tiduri!! aku tidak sudi bersama mu" Anaya menjauh dari glen
"Hahaha kau masih cemburu aku tau kau masih memiliki rasa untuk ku, kau cemburu aku dengan wanita lain? aku sudah tidak bersama siapapun anaya, aku hanya ingin bersamamu" Glen berjalan ke arah anaya dan ingin memeluknya tapi tiba-tiba ada laki-laki yang menarik anaya membuat Glen jatuh tersungkur
Laki-laki itu tersenyum ke arah Glen
"Kau ingin berlutut di kaki ku?! kau salah tempat aku di sini"
sedangkan anaya menatap seseorang yang tiba-tiba menariknya ke pelukan nya
laki-laki dengan cepat melepaskan pelukan nya saat menyadari anaya menatapnya
"Hah!! apa kau bilang!! " ucap Glen dengan penuh amarah, dia bangkit dan mulai menyerang laki-laki itu
Ros melihat ada kesempatan untuk menyerang Ros mulai memajukan tubuhnya dan melepas kan kedua tangan yang menahannya
Ros berhasil lepas dia bersiap untuk menyerang dua pengawal Glen
anaya tak tinggal diam dia membantu Ros untuk melawan satu pengawal
Ros dan anaya memang menunggu mereka di bawa keluar dari cafe itu karena mereka tak ingin ada keributan di dalam cafe
tak di sangka di luar cafe mereka malah mendapat bala bantuan
Laki-laki itu membereskan Glen dengan cepat membuat Glen tersungkur di tanah begitupun dua pengawalnya
"Hanya segini saja kemampuan mu!! lebih baik kau pulang dan pergi tidur ini hampir siang! " ledek laki-laki itu
Glen bangkit
"Anaya aku tau kau masih marah padaku tapi kau tidak akan lupa akan ulang tahun ku bukan?! " ucapnya sembari bangkit dan berlalu pergi
Tiba-tiba wajah anaya terlihat pucat mendengar perkataan Glen
teringat bagaimana dia mati sebelum nya satu tembakan di kakinya, dua tembakan di tubuh nya, tubuh yang di seret paksa darah bercucuran di mana-mana dan dia hampir kehilangan organnya
itu mengingat kan anaya pada seseorang
"Dokter Arga tunggu giliran mu! kau harus merasakan goresan pisau di dada mu!! " anaya baru saja teringat satu orang yang membantu Glen dia belum sempat untuk membalas dendam