
Ros ingin memberontak tapi tak di sangka para pengawal itu melepaskan nya dan berlari ke arah tuannya " Tuan Vincent " Ucap mereka dan segera menghubungi Glen
Ros berlari ingin langsung menceburkan dirinya namun tiba-tiba tangannya di tarik " Ros apa yang kau lakukan " Ucap kapten
Ros terduduk lemas melihat kapten, Jimmy, Nick dan beberapa pengawal nya "Kapten Anaya" Ros menangis
"Di mana dia? " Nick langsung mencengkram pundak Ros mengguncangkan tubuhnya
"Anaya terjatuh ke dalam laut" Ucap Ros tak tahan lagi dia berteriak dan menangis
"Anaya" Tanpa aba-aba Nick langsung menerjunkan dirinya dari kapal, menyelam mencari Anaya.
"Jimmy hubungi tim kita untuk menyelama ke dalam laut cepat!!! Kalian semua yang mampu terjun dan cari keberadaan Nona Anaya " Teriak kapten
Tentu saja semua pengawal menerjunkan dirinya karena mereka adalah orang terpilih menyelam bukan hal sulit meskipun tanpa bantuan alat pernapasan bagi mereka, hanya saja kekuatan mereka terbatas
"Kapten Anaya, apakah tuan muda akan menemukannya Anaya mengalami luka yang sama dengan ku apakah dia bisa bertahan" Ros meracau dia ketakutan
"Tenanglah Anaya akan baik-baik saja" Kapten juga merasa sangat cemas tanpa sadar Kapten menarik Ros dalam pelukannya menenangkan nya mengusap pundak Ros
"Aku gagal melindungi Anaya, maafkan aku Anaya" Ros menangis terus menyalahkan dirinya
"Tenang saja dia akan selamat yakinlah" Kapten melepaskan pelukannya pada Ros dan melihat ke laut dan menjatuhkan dirinya menyelam bersama kakaknya.
Ros yang ternyata mengalami patah tulang akhirnya tak sadarkan diri, Jimmy membawanya ke rumah sakit kapal, sekaligus dia menemukan orang yang harus dia tahan
kepala Nick muncul mengambil oksigen " Anaya kau di mana Anaya, aku akan menghukum mu jika kau tidak baik baik saja Anaya" Nick kembali menyelam
Nick terus melakukan nya berulang tapi malam terlalu gelap dia tidak bisa melihat dengan baik di air
"Kak, kita ke kapal sekarang" Kapten sudah berenang di dekat Nick
"Tidak!! aku tidak mau!! " Teriak Nick yang ingin menyelam lagi
"sampai mana kau akan menyelam!! ini terlalu gelap bagi kita untuk melihat nya" Kapten berteriak tapi tidak di tanggapi oleh kakaknya
*Anaya maafkan aku sayang harusnya tadi pagi aku memberikan waktu ku sedikit untuk mu, jika itu ku lakukan ini tidak akan terjadi, Anaya ku mohon muncul lah " Nick terus berbicara dalam hatinya dia kali ini benar-benar merasa takut jika Anaya tidak kembali lagi, Nick terus menyelam tapi seperti yang di katakan kapten percuma karena ini malam sinar bulan tidak cukup masuk ke dalam laut
Kapten masih berenang menunggu kemunculan kakaknya lagi, Nick lagi-lagi mengambil oksigen kali ini Nick terlihat kelelahan wajahnya di penuhi kesedihan, kali ini kapten juga terlihat khawatir melihat kondisi kakak nya wajah yang dia perlihatkan sepatu saat Roland meninggal dulu tapi kali ini matanya jauh memendam rasa sedih yang lebih dalam.
kapten terpaksa memukul Nick dan membuat Nick pingsan membawanya naik ke kapal Kapten membawa Nick ke rumah sakit kapal
Dia melihat Ros terbaring di sana " Dia kenapa? " Tanya kapten pada dokter yang berjaga
"Seperti nya tulang rusuknya patah dan pergelangan nya sedikit bergeser" Jelas dokter itu
"Rawat mereka berdua dengan baik" Ucap kapten
Kapten mencari keberadaan Jimmy dengan baju yang masih basah dan menemukan Jimmy tengah memantau pergerakan dari kapal selam mereka.
"Bagaimana apa ada petunjuk" Ucap kapten mengagetkan Jimmy.
"Lakukan yang terbaik panggil semua tim, meski mereka datang besok kita harus tetap mengusahakan mencari wanita"
"Aku mengerti aku sudah mengaturnya" Jimmy terus memantaunya dari komputer nya
Nick terbangun melihat Ros yang belum sadarkan diri membuat Nick menangis tak tertahankan "Ternyata bukan mimpi, Anaya kau di mana?!! jangan menakuti ku" Nick menjabat keras rambutnya dan berjalan keluar dari rumah sakit kapal itu
Matahari sudah mengintip ingin keluar dan tim Nick masih belum menemukan Anaya
"Kenapa kau bangun? " Kapten yang baru saja berjalan melihat kakaknya
Nick yang melihat kapten langsung mencengkram kerah baju kapten
Buuucgh......
Satu pukulan mendarat di wajah Kapten " Beraninya kau membuatku pingsan! apa yang kau lakukan! kau ingin menghalangi ku menemukan Anaya! kau ingin menjadi penolongnya hah!!... Buugh " Satu pukulan lagi mendarat di wajah kapten
"Kau! hentikan pikiran picik mu itu, aku hanya tidak mau kau sakit dan melewati pencarian Anaya! kau semalam tidak memakai alat satu pun, bukankah kau tau sendiri! kau bahkan tidak bisa melihat apapun di dalam air tapi malam?! kau ingin membuat tenaga dan waktu mu! " Teriak Kapten yang melepaskan kasar tangan kakaknya, niat baiknya malah membuatnya mendapatkan kecurigaan.
"Tuan berfikir lah jernih hari ini semua tim pencarian sudah tiba, kau bisa ikut menyelam dengan mereka setelah kita kembali ke kapal milik kita" Ucap Jimmy yang baru saja datang
"Bagaimana dengan ros? " Kapten tiba-tiba teringat tulang Ros yang patah
"Ros menolak untuk kembali ke kapal kita, dia ingin mencari keberadaan Anaya, aku terpaksa menyuruh dokter menyuntikkan obat penenang, dia sudah di bawa menuju darat dan ke rumah sakit" Ucap Jimmy
"Baguslah" Ucap kapten..
"Ayo berangkat, cari wanitaku sampai ketemu! " Ucap nick berjalan lebih dulu. Dengan wajah sebabnya Nick kini sudah berada di kapal miliknya sendiri, kapten bersiap untuk masuk ke dalam kapal selam.
"Aku akan mencari di pulau sekitar sini, menggunakan speed boat, Nathan? " Ucapan nick yang tidak melihat keberadaan Nathan
"Tuan Nathan sudah mencari dari semalam tanpa henti saat dia tau dia langsung bergerak dengan Anak buahnya" Jelas Jimmy yang mendapat Anggukan dari Nick
*Anaya semua orang mencari keberadaan mu aku mohon bertahanlah baik-baik sampai aku menemukanmu aku mohon" Nick terus berdoa dalam hatinya dia tidak bisa membendung air matanya meski dia terus berusaha menahannya
Nick segera berkeliling mencari keberadaan Anaya, matahari sudah tidak mengintip lagi tapi dia sudah terang menyinari dunia ini, tapi tidak dengan hati Nick yang tengah gelap kehilangan cahaya dalam hidupnya
Nick baru menyadari bahkan Roland tak sebanding dengan Anaya yang bertakhta di hatinya, dia terus merutuki kebodohan nya yang tidak memberikan waktu untuk Anya berbicara pagi itu " Jimmy aku sangat bodoh, andai saja pagi itu aku mau memberikan waktu ku sebentar untuk nya, ini semua tidak akan terjadi, benarkan aku benar-benar bodoh" Nick terus menyalahkan dirinya
"Sudahlah tuan ini sudah terjadi kita harus fokus untuk menemukan keberadaan Nona" Ucap Jimmy menenangkan bosan ya yang terus Merutuki kebodohan nya.
HP Jimmy berdering "Tuan kami menemukan dua jasad" Ucap anak buah Jimmy yang membuat wajah Nick memucat
Jimmy tidak mau ada kesalahan "Laki-laki atau perempuan" Tanya Jimmy yang ingin memastikan
"Keduanya " Ucap anak buah Jimmy di seberang sana membuat wajah Nick semakin memucat tubuhnya tak lagi memiliki tulang untuk menopang seluruh tubuh Nick menjadi lemas dan bergetar
"Anaya? tidak mungkin" Air mata langsung membanjiri wajah Nick yang sudah sepenuhnya pucat pasif