Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 78


Saat ini Anaya sedang mengeringkan rambut nya, sedangkan Nick baru saja selesai mandi dia sengaja memamerkan bentuk tubuhnya yang menggoda itu ke hadapan Anaya.


Anaya berusaha tidak melirik ke arah Nick, sebagai wanita normal tentu saja melihat roti sobek adalah hal yang tidak bisa di hindari.


"Tidak usah terus melirik kau bisa langsung melihat nya ," Ucap Nick berjalan mendekat ke arah Anaya, Nick sedang menggoda Anaya


"Tidak Terimakasih tidak tertarik" Ucap Anaya berusaha cuek dan terus mengeringkan rambutnya dengan hairdryer namun tiba-tiba hairdryer itu mati dengan sendirinya, tiba-tiba kursi di depan meja rias itu di putar.


"Tuan Nick apa yang kau lakukan" Mengerutkan kening tidak mengerti dengan apa yang Nick lakukan


"Kau tidak tertarik melihat nya, tapi kau apakah tidak tertarik menyentuhnya Nona Anaya " Nick mengedipkan satu matanya dan menuntun tangan Anaya untuk menyentuh otot perut dan dada bidangnya itu, tanpa sadar anaya menggerakkan tangannya


"benar-benar keras dan terlihat kuat, " Gumam Anaya dan seketika tersadar lalu menarik tangannya, Nick tersenyum melihat tingkah Anaya, Anaya langsung berdiri dan ingin menghidupkan kembali hairdryer yang Nick matikan.


Namun tiba-tiba Nick memeluk tubuh Anaya "Lihatlah sayang, tanganmu lebih jujur dari mulutmu" Bisik Nick dengan suara yang terdengar mesra dan menggoda itu, Nick menggigit pelan telinga Anaya, membuat pipi anaya memerah hembusan hangat nafas Nick menerpa di leher Anaya membuat Anaya sedikit gelisah.


Anaya segera tersadar dan mencoba melepaskan tangan Nick yang memeluknya "Lepaskan! Tuan Nick aku harus segera pergi" Anaya menahan detak jantung nya yang begitu kencang menahan nafas yang semakin memburu saat tangan Nick mulai bergerilya di tempat lain.


Nick mengusap lembut sesuatu di bawah sana membuat tubuh Anaya bergetar "Ja... Jangan lakukan! Ak.. Aku harus segera pergi untuk makan malam mmmhhh" Mencoba menahan sesuatu di dalam diri Anaya


"Anaya jangan di tahan kau sangat menggemaskan saat ini, membuat ku tidak tahan untuk memakan mu" Nick mencium leher Anaya


"Tidak... Tidak jangan lakukan sekarang! " Anaya terus menggeliat mencoba melepaskan Nick dari dirinya tak di sangka gerakan Anaya ini malah membuat tongkat itu tegak dan siap di gunakan


"Apa kau tidak merasakan sesuatu Anaya! aku tidak bisa menahan nya lagi" Menggendong tubuh Anaya dan menjatuhkan nya di ranjang rambut yang setengah basah itu membuat Anaya terlihat makin menggoda di mata Nick.


Nick terus menjamu tubuh Anaya membuat Anaya tidak bisa menolak semua treatment yang di berikan oleh Nick, perlakuan yang benar-benar lembut kali ini Nick melakukan nya dengan hati-hati membuat Anaya sangat terbuai, terdengar suara yang keluar dari mulut Anaya , membuat Nick semakin bersemangat


Pada akhirnya Nick membuat tongkat nya lagi-lagi masuk ke dalam gua milik Anaya


"emm mmmm Hhhhh" lenguhan itu mengakhiri permainan yang Nick dan Anaya lakukan


Lutut Anaya terasa lemas, Anaya menyesali apa yang barusan terjadi bagaimana dia bisa begitu saja mengimbangi permainan yang Nick lakukan.


Nick tersenyum puas " Kau semakin handal sayang benar-benar ingin rasanya aku memakan mu satu kali lagi" Ucap Nick sembari memeluk tubuh Anaya yang berada di samping nya


"Tidak! apa kau ingin aku tidak bisa berjalan! Aku harus bertemu dengan paman dan bibiku tercinta aku sangat ingin melihat ekspresi menjijikkan apa yang akan mereka perlihatkan saat aku datang mengunjungi mereka" Ucap Anaya serius dia benar-benar sudah tidak. sabar untuk membalaskan dendam atas kematian ayah dan ibunya kepada paman dan bibinya.


"Baiklah hari ini cukup sekali, tapi saat kau sudah balas dendam kau harus memberikan ku hadiah" Ucap Nick dengan tatapan yang begitu menggoda.


"Baiklah kalau begitu lepaskan pelukan mu sekarang Tuan Nick, atau aku akan melewatkan waktu makan malam" Ucap Anaya mencoba melepaskan pelukan Nick tapi tidak di sangka Nick malah bertingkah seperti Anak kecil dia menggelengkan kepalanya "Apa maksud nya lepaskan aku! ".


"Baiklah aku akan melepaskan mu tapi " Nick mengisyaratkan tangan di bibirnya menyuruh Anaya untuk menciumnya benar-benar kekanak-kanakan Anaya tidak menyangka dari Tuan Muda egois, dingin dan menyebalkan ternyata dia memiliki sisi kekanak-kanakan seperti ini.


Ciuman berlangsung lumayan lama sampai Anaya menggigit bibir Nick membuat Nick melepaskan ciumannya dan mengusap lembut bibirnya yang sedikit berdarah karena ciuman Anaya.


Ada kesempatan Anaya segera kabur dia lupa tubuhnya tidak terbungkus sehelai benang pun itu membuat Anaya canggung, Nick tersenyum dengan tingkah kikuk Anaya itu, Anaya segera menarik selimut dan berlari untuk berganti pakaian, karena pakaian nya sudah berakhir dengan terkoyak.


Anaya sudah siapa, dia segera keluar dari kamar sebelum Nick selesai berganti baju, Kali ini Anaya menggunakan gaun dengan leher yang di balut dengan syal karena lehernya saat ini sudah di penuhi dengan banyak tanda merah itu membuatnya tidak nyaman, dan memilih menutupi nya.


Saat Anaya keluar dari kamar dan menuju pintu keluar dia di hentikan dengan suara yang memanggilnya "Wanita tunggu" Teriak kapten siapa lagi orang yang memanggil Anaya wanita selain sang kapten.


Anaya menghentikan langkahnya dan menghadap pada sangat kapten, tiba-tiba kapten mengulurkan tangannya untuk mengecek suhu di kening Anaya, Anaya terlihat bingung "Kenapa? " Menatap kapten.


"Aku pikir kau sakit"


"Aku baik-baik saja bagaimana bisa kau mengatakan aku sakit? " Tanya Anaya bingung


"Kau tidak biasanya menggunakan syal dan malam ini juga tidak begitu dingin jadi aku pikir kau sakit"


Anaya tertawa canggung dan sedang mencari alasan untuk menjawab perkataan kapten, karena dia tidak mungkin akan mengatakan jika dia menggunakan syal karena lehernya penuh dengan tanda merah bukan. "Ahahaha apa kau lupa apa profesi ku sebelum nya, ini adalah fashion kapten kau jangan terlalu kuno, bukan hanya orang sakit dan kedinginan yang bisa memakai nya" Kilah Anaya, kapten hanya mengangguk membenarkan perkataan Anaya.


"Lalu kau ingin pergi kemana? Biar aku antar"


"Tidak perlu! Wanitaku tidak perlu kau yang antar, aku bisa mengantar nya sendiri! " Ucap Nick yang berjalan ke arah mereka.


"Ck! wanita mu? dia tidak pantas jadi wanita mu! " Ucap Kapten membuat Nick menatap tajam padanya, sedang kan Anaya berfikir mungkin ucapan Kapten benar sebutan wanita ku ini tidak pantas untuk nya karena Nick selalu saja mendahulukan Rachel di banding dirinya


"Mike itu bukan kapasitas mu untuk menilai dia pantas atau , karena mau bagaimana juga Anaya adalah wanita ku"


"Oh benarkah? " Ucap kapten meragukan Nick apa lagi setelah Kapten melihat Rachel yang mendekat ke arah mereka


"Kakak, kalian semua berkumpul di sini aku sudah menunggu kalian di ruang makan" Ucap Rachel sambil tersenyum ramah


"Aku tidak bisa, aku ada janji makan malam di luar" Ucap Anaya


"Aku akan mengantarkan mu" Ucap Nick menggenggam tangan Anaya


"Kakak apa kau tidak bisa makan dengan ku malam ini? " Ucap Rachel dengan Nada memelas, Anaya langsung melepaskan genggaman Nick


Kapten tersenyum *Aku ingin lihat pilihan mana yang akan kau pilih, jika kau memilih membiarkan Anaya, kalau begitu aku tidak akan ragu untuk merebutnya darimu," Ucap kapten dalam hati.


###### TERIMAKASIH KAKAK READERS