Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 118


Nick terus mencari keberadaan Anaya dia tidak pernah lelah untuk mengitari negara dan kota mencari dan terus mencari, Rachel pun terus menempel pada Nick, namun semakin hari Nick bersikap semakin dingin kepada semua orang dia semakin menutup diri apa lagi dengan wanita, bahkan Nick sekarang tidak menghiraukan Rachel lagi.


Rachel beberapa kali bilang pada Jimmy bahwa dirinya sakit dan berharap Nick akan menemuinya tapi ternyata Nick sama sekali tidak perduli Nick terus menghabiskan waktunya untuk mencari Anaya.


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat sudah 6 bulan berlalu Nick masih mencari Anaya dengan kapten sedangkan Dion bertugas untuk mengurus perusahaan nya sedangkan Glen masih menjadi tahanan Nick, Nick ingin Anaya sendiri yang membalaskan dendamnya pada Glen.


Saat ini Nick berada di negara S dia dan Kapten berjalan mengelilingi kota kecil, mata Nick kini tertuju pada sebuah toko di pinggir jalan dia melihat wanita dengan seorang laki-laki namin Nick hanya melihat punggung nya tapi Nick merasa itu adalah Anaya Nick berjalan mendekat.


"Kak" Kapten memegang pundak Nick "Apa yang kau lihat" Ucap kapten lagi bertanya seperti nya kakaknya menemukan sesuatu.


"Punggung itu milik Anaya" Ucap Nick yang berjalan ingin masuk ke sebuah butik itu


"Kak apa kau tidak lihat perutnya besar dia sedang hamil, tidak mungkin itu Wanita. jangan buat keributan di negara orang kau salah mengenali istri orang apa yang akan orang pikirkan tentang mu" Kapten mengkhawatirkan kakaknya yang seperti nya semakin hari semakin merindukan Anaya.


"Tapi aku yakin" Ucap Nick Yang bergegas masuk dan mencari keberadaan wanita yang dia lihat tadi.


"Permisi tuan ada yang bisa saya bantu? apa anda ingin membelikan istri anda baju" Ucap laki-laki yang kebetulan sedang memeriksa hasil jahitan di butiknya.


Nick tidak menjawab pertanyaan laki-laki itu malah meninggalkan nya begitu saja dan berlari ke arah wanita yang terlihat hamil "Anaya" Ucap Nick membuat wanita itu menengok dan bertanya.


"Maaf anda siapa? " Tanya wanita itu yang tak kenal Nick.


Nick diam saja dan pergi untuk saja dia tidak langsung memeluk wanita itu jika iya mungkin dia akan di hakimi masa memeluk istri orang tanpa permisi.


Kapten merasa lega untung saja kakaknya tidak memeluk istri orang lain, Nick akhirnya mereka pergi dari butik itu.


Laki-laki itu menatap Nick dia gadis mendengar dengan jelas menyebutkan Nama Anaya.


"El ada apa? " Ucap Anaya yang baru saja keluar dengan beberapa baju yang ingin dia pajang.


El menggelengkan kepalanya "Tidak tidak ada, aku hanya sedang mengamati seperti nya hari ini butik lumayan sepi" Kilah El, El tidak berencana mengatakan kalau tadi dia mendengar Nama Anaya di sebutkan laki-laki di butik nya. "kemari kan biar aku yang memajang nya kau istirahatlah Anaya, perutmu sudah semakin besar dan hampir saatnya kau melahirkan kau tidak boleh terlalu lelah" El khawatir dengan Anaya dan anaknya tapi Anaya selalu enggan jika El menyuruhnya di rumah saja.


"Aku baik-baik saja El, aku akan memasang ini dan lagi kau bilang ingin mengirim baju terbaikmu pada model internasional itu, kau harus cepat atau dia akan menuntut kita jika kau terlambat mengirimnya" Keluh Anaya yang melihat El seperti nya sedikit kebingungan dan banyak pikiran. "Tapi jika kau sakit aku bisa menggantikan mu membungkus nya" Ucap Anaya


"Tidak perlu, baju ini malam akan dia pakai menghadiri pesta amal di negara ini jadi aku akan memastikan baju ini benar-benar dia yang menerima nya bagaimana pun dia akan jadi pusat perhatian otomatis bajuku juga akan menjadi sorotan " Ucap seorang desainer yang haus akan pujian, Anaya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kelly jaga Aya saat aku pergi jangan biarkan dia bekerja terlalu lelah aku tidak ingin keponakan ku kelelahan di dalam perutnya" Ucap asal El yang membuat Kelly sedikit tersenyum


"Baik bos, saya tidak akan membiarkan Nona Aya kelelahan" Ucap Kelly, Kelly adalah orang kepercayaan El satu-satunya karyawan yang tau hubungan antara Anaya dan Elbara.


"Jangan dengarkan dia Kelly, aku sama sekali tidak merasa lelah aku bahkan merasa sangat bugar"


"Terserah saja tapi jika ada yang terjadi pada keponakan mu aku akan menuntut mu" Ucap El yang sangat menunggu kelahiran anak dari Anaya


"Aku ibunya kau tidak bisa menuntut ku" Ucap Anaya kesal mereka berdua bagaikan anjing dan kucing tidak berhenti saling mengejek tapi di dalam hati mereka mereka seperti dua merpati yang saling menjaga satu sama lain.


Malam telah tiba, Nick dan kapten berada di sebuah bar menggunakan ruang VIP "Ini adalah negara terakhir yang kita datangi, dan kita belum menemukannya" Ucap kapten


"Sampai kapan pun aku akan terus mencarinya, aku yakin Anaya sedang menunggu ku untuk menemukannya" Ucap Nick yakin meski wajahnya menunjukkan tekatnya tapi sebenarnya hatinya merasa ketakutan dia takut menghadapi kenyataan apa bila Anaya sebenarnya sudah benar-benar meninggalkan dunia ini. Nick menenggak whisky di gelasnya terus meminumnya sampai habis


"Jika tidak menemukan nya? apa yang akan kau lakukan? " Tanya kapten dengan hati-hati benar saja saat kapten bertanya seperti itu Nick langsung menaruh gelasnya dengan kasar Takkk..... bunyi gelas itu menyentuh meja.


Menatap tajam Kapten "Aku akan terus mencari nya sampai aku menemukannya"


"Jika malam itu sebenarnya memang Anaya sudah meninggal bagaimana? " Kapten merasa frustasi semua metode untuk menemukan Anaya sudah mereka pakai bahkan mereka 6 bulan ini secara manual mencari Anaya ke 4 negara yang menjadi jalur kapal pesiar itu berlayar dan lagi mereka sudah mengunjungi hampir ratusan kota di 4 negara itu.


Nick menggenggam erat gelas di tangannya emosinya menyulut saat kapten membicarakan hal buruk tentang Antara anaya Pyaarr benar saja gelas itu hancur di tangan Nick "Aku katakan pada mu! anaya masih hidup dia sedang marah dan bersembunyi dari ku tapi aku tau dia ingin aku menemukan nya apa kau mengerti!! " Ucap Nick dengan wajah penuh Amarah


"Aku mengerti, aku tau aku salah mengatakan itu, tapi kau harus segera ke rumah sakit tanganmu terluka" Ucap kapten yang melihat tangan kakaknya yang di penuhi darah dan serpihan kaca yang menancap di tangannya.


Setelah kepergian Anaya hubungan kapten dan Nick menjadi semakin akrab layaknya kakak dan adik yang saling mendukung, bahkan ada kebaikan yang Anaya buat saat dia pergi.


"Tidak usah bersihkan saja dan bilas dengan air"


"Tidak kita ke rumah sakit" Kapten memaksa dia tau kesehatan kakaknya akhir-akhir ini semakin menurun setelah kepergian Anaya setiap mencari Anaya di tiap negara saat tidak menemukannya Nick berlari ke alkohol membuat kapten mengkhawatirkan kesehatan kakaknya.


Saat ini kapten dan Nick sudah berada di rumah sakit luka Nick juga sudah di tangannya mereka kali ini berjalan melewati sebuah ruangan mereka melihat laki-laki yang ada di butik tadi, saat mereka ingin menyapanya tiba-tiba terdengar suara bayi dari dalam ruangan itu


Nick seketika membatu ada getaran di hatinya suara bayi itu membuatnya ingin menangis tiba-tiba *Ada apa denganku" Ucap Nick dalam hati