
"Ada apa denganmu, ayo pulang" Ucap kapten yang membuat Nick tersadar dari perasaan yang baru saja membuatnya terdiam.
Nick hanya mengangguk dan mengikuti langkah kapten.
Setelah dokter keluar laki-laki itu masuk kedalam ruangan itu "Anaya ini putramu? " Ucap El yang setia menemani Anaya bahkan dengan buru-buru meninggalkan gaunnya karena mendapat kabar dari Kelly kalau Anaya berada di rumah sakit.
"Iya dia keponakan mu" Ucap Anaya tersenyum melihat putranya yang tampan setampan Papa nya
"Dia benar-benar tampan, kemari aku ingin menggendong nya" Ucap El yang memang dari awal dialah yang tidak sabar untuk menimang keponakan nya.
"Em, Hati-hati" Saat Anaya melihat El yang mengambil putranya dari box bayi itu.
El sudah mengikuti kelas merawat bayi, dia yang selalu menemani Anaya untuk menghadirinya menggantikan sosok suami siaga untuk sepupunya itu, jadi El sudah tau banyak bagaimana cara menggendong bayi.
"Sayang ini paman, kau mengenali suara paman bukan, dengar kelak kau harus menjaga Mama ya jangan biarkan Mama menangis kau mengerti" El terus berbicara dengan keponakan nya memberikannya banyak nasihat.
"Hei El dia masih sangat kecil kau sudah mendoktrin nya" Keluh kesal Anaya kepada sepupunya itu "Lagi pula dengan kehadiran nya sudah cukup membuatku sangat bahagia, aku wanita paling bahagia di dunia ini sekarang" Anaya mengusap pipi putranya yang tengah di gendong El.
"Anaya, siapa nama anakmu? " Tanya El penasaran "Apa perlu aku memberikannya nama? " Tanya El yang sangat antusias
"Eric Alvino" Ucap Anaya mantap
"Bagus nama yang bagus Eric, kelak tumbuhlah menjadi penguasa abadi seperti arti dari nama mu" Ucap Eric yang mendapatkan senyuman lebar dari Anaya
Lima tahun berlalu......
"Eric apa ini tidak terdengar aneh" Ucap Elbara pada keponakan nya itu
"Apa yang membuatnya aneh paman? " Tanya Anak kecil yang pembawaan bicara nya sudah seakan seorang dewasa itu, ya Eric adalah anak kecil jenius yang kecerdasan nya tidak di ragukan dia sudah bisa melakukan banyak hal sama dengan orang dewasa bahkan Eric memiliki kemampuan merentas dan kecerdasan lainnya.
"Bukankah ini hari ulang tahun mu kenapa kau membelikan kue dan hadiah untuk Mama mu? " Eric yang sedikit heran dengan tingkah keponakan nya itu, saat dia menjemput nya di taman kanak-kanak tadi Eric langsung meminta paman nya mengantarkan nya ke Mall untuk membeli kue dan hadiah.
"Paman apa kau tidak tau hal semudah ini? coba kau baca" Ucap Eric menunjuk kue yang dia pegang menyuruh paman nya untuk membacanya
"Mama terimakasih sudah melahirkan Eric" El. hanya bisa mengusap kepala keponakan nya itu "Aku mengerti kau mau hadiah apa dari paman? "
"Itu aku simpan dulu, aku ingin mencarikan hadiah untuk Mama" Ucap Eric yang segera berlari ke toko perhiasan.
Eric menaruh kuenya di meja yang ada di sana, Eric segera berjalan menyusuri rak-rak melihat dengan teliti apa yang harus dia belikan untuk mamanya.
"Eric apa kau sudah menemukan sesuatu untuk Mama mu? " Tanya El yang baru saja masuk karena tertinggal oleh Eric.
"Sebentar aku sedang melihat nya" Ucap serius Anak berusia lima tahun itu, membuat El menggelengkan kepalanya
Seorang pramuniaga menghampiri mereka "Ada yang bisa saya bantu tuan? " Tanya pramuniaga itu.
"Aku ingin melihat ini dan ini bisakah? " Ucap Eric yang langsung menunjuk kalung dan gelang.
"Dady gendong aku, aku ingin melihat nya" Eric selalu memanggil pamannya dady saat di muka umum ini adalah rahasia kecilnya agar tidak mendapatkan pandangan buruk tentang tidak punya ayah.
"Baiklah sayang " El mengangkat tubuh Eric, dan Eric menunjukkan muka masamnya dia paling tidak suka di panggil sayang oleh orang lain kecuali Mamanya. Kali ini Eric tidak memberi perhitungan pada pamannya itu
Eric mengamati dia seperti nya tidak bisa memilih kalung karena ibunya selalu memakai kalung yang neneknya berikan "Aku mau gelang in" Ucap Eric terhenti saat ada tangan wanita yang menyentuh gelang Itu
Eric menatap tajam wanita yang berani berebut barang dengannya "Apa yang kau lakukan kau menyentuh barang ku! " Suara Anak kecil itu tidak terdengar imut malah terdengar mengancam.
"Hei Anak kecil kau belum membayar nya! tidak papa bagiku untuk melihat nya bukan" Ucap wanita itu membuat Eric tidak berselera lagi untuk galang itu. Wanita itu sedikit terkejut melihat dekat wajah Eric
"Aku tidak mau gelang itu lagi" Ucap Eric pada pramuniaga itu
"Anak kecil jika kau dan ayah mu tidak sanggup membeli nya jangan memilih benda di sini" Ucapnya menyindir Eric
Eric mengangkat ujung bibirnya "Aku tidak mau membeli barang bekas kau sentuh! " Ucap Eric "Dady pergi dari toko ini, aku sudah tidak berselera". Erick meminta turun dan dia mengambil kembali kue yang dia letakkan di atas meja tapi tiba-tiba kue itu di ambil dan di lempar oleh wanita itu.
Kali ini Eric benar-benar marah, tidak bukan Eric saja tapi El yang notabene seorang pendiam dengan orang lain kini mulai kehilangan kesabaran nya "Nona kau sudah keterlaluan! minta maaf" Bentar El suara maskulin itu membuat wanita itu gemetar "Minta maaf! " Teriaknya
"Ak.. aku tidak mau!! " Ucapnya dengan wajah penuh kesombongan "Kau tidak tau siapa aku! "
"Aku tidak pernah mengangkat tangan pada wanita tapi aku bisa mengangkat senjata untuk semua orang! " Ucap El yang membuat Eric menatap El Eric tidak pernah melihat El se marah itu.
"Ada apa ini ribut-ribut" Suara laki-laki masuk ke dalam toko itu di ikuti satu asistennya
"Kakak lihatlah mereka mencari gara-gara denganku" Ucap wanita itu langsung memeluk tangan laki-laki yang baru datang, namun laki-laki itu dengan keras menepis tangan wanita itu.
"Kau yang membuat keributan bisa-bisa nya memutar balikkan nya, hei pak tua aku berikan saran padamu wanita seperti ini sangat tidak pantas di jadikan istri pendamping dalam perjamuan juga tidak pantas, aku heran laki-laki seperti mu kenapa bodoh!, Ayo dady kita pergi" Ucap Eric menarik tangan El
Semua orang mematung dengan ucapan Anak berusia lima tahun itu. setelah kepergian Eric
"Tuan anak kecil itu mirip sekali denganmu" Ucap Jimmy yang mendapat anggukan dari Nick
"Kak kenapa kau membiarkan mereka lolos! " Ucap geram Rachel ya wanita tadi adalah Rachel.
"Diam! pergi dari sini!! " Nick sudah terlalu lama diam, tidak dia bukan diam tapi dia sama sekali tidak pernah menganggap keberadaan Rachel lagi semenjak Anaya menghilang.
*Sudah lima tahun Anaya pergi tapi aku masih belum bisa mendapatkan mu kak, apa kau buta aku sudah tumbuh secantik ini dan kau membiarkan ku begitu saja? aku tidak percaya" Ucap Rachel dalam hati
"Jimmy cari tau siapa Anak itu" Ucap Nick yang melihat kue yang jatuh itu bertuliskan ucapan untuk Mama nya, dia pikir Mama anak itu sedang berulang tahun.
"Baik Tuan" Ucap Jimmy
*Perasaan familiar apa ini? dan wajah anak itu benar-benar mirip denganku apa dia? tapi laki-laki tadi dia memanggilnya dady? " Ucap Nick merasa bingung dan merasa ada rasa familiar dengan Eric.