Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 81


Pesawat itu sudah mendarat kali ini Nick membawa Anaya ke Apartemen miliknya. Nick menggendong perlahan Anaya yang sudah terlelap membaringkan nya ke ranjang.


Nick mengusap lembut wajah Anaya, menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Anaya. Mencium kening Anaya dengan lembut.


Nick membersihkan diri dan tidur di samping Anaya, Nick memeluk Anaya dan mulai terlelap.


Pagi menyapa Anaya membuka matanya perlahan melihat kamar yang dia tempati sangat Asing, melihat di sebelah nya pun sudah tidak ada Nick.


"Di mana aku? , Apa dia meninggalkan ku sendiri dan pulang untuk menjaga wanitanya? " Gumam Anaya yang tidak tau kenapa memikirkan hal itu saja membuatnya kesal.


Anaya segera bangun dan mencuci wajahnya, kemudian mencari dapur untuk nya mengambil Air minum.


Anaya berjalan ke Arab dapur, Matanya menemukan laki-laki tampan sedang mengenakan celemek di tubuhnya, terlihat sedang sibuk.


"Apa yang kau lakukan? " Anaya berjalan mengambil gelas, Anaya terlihat sangat haus saat air dalam gelas itu sudah habis di minumnya.


"Aku sedang memasak untuk istriku tercinta" Ucap Nick tersenyum kepada Anaya, senyum yang begitu lembut dan hangat.


"Siapa istrimu? " Anaya berpura-pura tidak mengerti dengan Apa yang Nick katakan.


Nick masih melanjutkan masakannya Omurice telah berhasil Nick sajikan, nasi goreng dengan telur yang akan membungkus semua nasi saat di sajikan telah di buat dengan sempurna oleh Tuan Muda Nick.


Nick membawa dua piring Omurice itu dan membisikkan sesuatu di telinga Anaya "Jangan berpura-pura tidak tau, istriku tentunya adalah Anaya Walton"


"Siapa Anaya Walton aku Adalah Anaya Meisya" Anaya tidak ingin luluh dengan kata-kata manis dari Nick.


"Nama belakang ku adalah Walton kau tentu saja harus mengikuti nama marga ku Anaya" Ucap Nick.


"Aku bukan istrimu"


"Sekarang memang bukan, tapi sebentar lagi akan menjadi istriku" Nick benar-benar percaya diri mengatakan itu, Nick menaruh sarapan nya di meja. "Ayo makan, setelah itu kita pulang".


Anaya tidak ingin berdebat lagi mereka berdua sarapan bersama dengan tenang, sampai akhirnya telpon Nick berbunyi.


Rachel nama itu tertera di layar handphone nya, Nick tidak menanggapi nya, dia terus sarapan bersama Anaya, tapi handphone nya tidak menyerah dia terus berbunyi tandanya Rachel terus menghubungi Nick.


Anaya mulai merasa tidak nyaman dan menaruh sendok nya " Berisik sekali! angkat yang saja" Ucap Anaya yang membawa sarapannya ke belakang, membuat Nick mengerutkan dahinya.


"Kau sudah selesai? " Tanya Nick pada Anaya yang nasinya masih tersisa setengahnya.


"Ya! Aku sedang diet! aku hampir lupa" Anaya benar-benar kehilangan selera makan nya saat Rachel menelpon Nick berkali-kali.


"Untuk apa diet kau sudah sangat cantik dengan tubuh seperti ini!, habiskan aku sudah membuatnya untuk mu" Nick tau Anaya kesal karena Rachel terus mengganggu mereka.


Anaya tidak menanggapinya dan langsung membuang sisa makanan nya dan mencuci piring nya , "Aku mandi dulu, kau angkat saja kasian dia pasti tidak tenang kau tidak pulang ke rumah" Anaya berlalu meninggalkan Nick.


Nick mengangkat telponnya dan terdengar Rachel yang menangis kesakitan "Kakak kau di mana? "


"Aku sedang ada kerjaan! " jawab singkat Nick


"Dengan kak Anaya? " bertanya dengan sungguh-sungguh


"Bukan kapasitas mu untuk tau semuanya Rachel, Rachel seperti nya kau lupa batasan mu"


"Batasan apa kak? Aku adalah adikmu aku hanya ingin tau apa yang kau sedang lakukan"


Nick tidak melanjutkan telpon itu dia langsung mematikan nya.


Anaya sudah selesai merias dirinya dengan make up tipis, wajahnya yang cantik secara alami tidak memerlukan banyak polesan.


Nick tersenyum menatap Anaya, Nick sedari tadi duduk di sofa menunggu Anaya merias wajahnya. "Kau terlihat cantik" Puji Nick yang sudah berada di belakang Anaya menatap wajah Anaya di cermin.


"Terimakasih, aku sudah tau itu" Anaya menanggapi santai gombalan basi milik Nick.


"Anaya kau marah? " Menaruh kepala Nick di pundak Anaya.


"Tidak, untuk apa aku marah? "


"Untuk Rachel yang selalu menganggu kita, apa kau cemburu? "


"Tidak! Kita hanya hubungan kontrak saja tidak berhak untuk ku cemburu"


"Anaya!! lagi-lagi kau mengatakan kontrak, Anaya kau adalah wanitaku aku sudah mengatakan aku ingin mengejar mu! " Ucap Nick berusaha menekan emosinya.


Anaya memilih berdiri dan ingin meninggalkan Nick tapi Nick mencegahnya " Kau mau kemana?, Aku belum selesai "


"Apanya yang belum selesai! Tuan Nick aku tidak tertarik dengan permainan tarik ulur, atau simpan menyimpan! " Ucap Anaya melepaskan tangan Nick yang menahannya.


"Ada apa dengan mu Anaya, kemarin kita masih baik-baik saja, kau cemburu Rachel menelpon ku pagi ini? "


"Tidak! untuk apa cemburu dengan wanita sesungguhnya milikmu"


"Siapa yang wanita ku! anaya kau satu-satunya wanita milik ku tidak ada lagi! Aku sudah katakan Rachel hanya adik untuk ku"


"Adik! kau bahkan bisa meninggalkan ku dengan pria lain saat dia membutuhkan mu, kau selalu ada saat dia ingin! dia yang lebih pantas jadi wanita mu bukan aku! " Teriak Anaya tak tahan lagi dia benar-benar muak dengan ucapan Nick yang berbeda dengan tindakan yang dia lakukan.


Nick tersentak dia baru menyadari sikap egoisnya mungkin sudah keterlaluan dan membuat Anaya tidak ingin mempertahankan nya.


"Anaya maafkan aku jika aku menyakiti mu dengan tindakan ku. Aku hanya merasa berhutang budi jadi aku berusaha menepati janjiku sendiri" Nick memeluk Anaya dari belakang mendekapnya erat


"Apa maksud nya? "


"Anaya, kau tau tentang pisau lipat milik Mike? "


"Hmm aku tau"


"Di Dunia ini hanya 4 orang yang memiliki pisau itu, dan hanya 4 orang ini yang mampu menggerakkan tentara bayangan yang sudah kami latih sejak lama" Ucap Nick


"Lalu apa hubungannya nya? "


"4 orang ini adalah, Aku, Mike, Nathan dan Roland, Dan Roland adalah kakak kandung Rachel" Ucap Nick sedikit bergetar.


"Lalu? balas budi? apa Roland mati karena mu? " Tebak Anaya


"Benar, Dia mati di hadapan ku begitu saja, dia adalah orang yang sangat hebat seharusnya dia masih hidup jika dia tidak menolong ku" Tubuh Nick bergetar, Anaya merasakan penyesalan yang amat dalam di rasakan oleh Nick.


Anaya membalikkan tubuhnya dan menatap Nick dia memeluk Nick erat, mengusap punggung nya mencoba menenangkan Nick.


"Rachel hanya memiliki Roland jadi aku berjanji pada Roland untuk menjaga dengan baik Rachel, jadi Anaya tolong mengerti aku, aku hanya mencintai mu" Ucap Nick terlihat dari suaranya Nick bersungguh-sungguh.


"Nick jika kau benar-benar mencintai ku? kau harus mampu membedakan siapa wanita mu? bagaimana kau memperlakukan nya? "


"Aku tau, tapi Anaya beri aku waktu, aku akan berubah untuk mu dan lebih mementingkan mu dari pada Rachel. Aku janji" Ucap Nick memeluk erat Anaya