
Di sisi lain anaya baru saja selesai mengganti bajunya dengan baju tidur
anaya kembali ke dapur untuk mengisi teko air untuk di kamarnya
tapi saat anaya di dapur anaya melihat ros yang masih membersihkan sisa makan malam nya dan Nick
"Kau belum tidur? " Ucap anaya
"Ah nona apa aku terlalu berisik sampai kau kemari? " Ucap ros
"Tidak aku hanya ingin mengambil air, oh iya ros"
"Iya nona? "
"Jangan panggil aku Nona, panggil aku anaya"
Anaya merasa risih dengan sebutan nona, dia merasa ros dan dirinya sama hanya orang dari Nick tida ada status lebih bagi anaya
"Ti... Tidak bisa Nona jika tuan muda tau dia akan marah"
"Bisa! ini keinginan ku aku ingin kau memanggilku anaya, aku dan kau sama saja" Ucap anaya menerangkan
"Tidak Nona, Nona adalah wanita tuan muda bagaimana bisa kita sama"
"Ada kalanya yang terlihat tak seperti yang terlihat, aku hanya ingin kau memanggilku anaya, selama ini aku tidak memiliki banyak teman aku ingin kau menjadi teman ku Ros apa itu sangat sulit? " Anaya menggunakan kata-kata lembutnya untuk merayu Ros
"Baik lah aku akan memanggil Nona, an.. anaya"
"bagus itu baru benar, oh iya Ros kau sudah lama ikut dengan tuan Nick"
"Lumayan lama No.. eh Anaya"
"Ehm begitu? oh iya ros kau bisa bertarung kan? "
"Hmm boleh di bilang bisa"
"Kalau begitu bagaimana jika kita melakukan pertandingan malam ini aku lihat ada tempat kosong di luar"
"No.. eh anaya kau bisa bertarung? " tanya Ros bingung bagaimana pun tampilan anaya adalah gadis cantik yang manis
Ros tidak menyangka anaya mengajaknya bertarung
"Hanya sedikit, aku ingin terus mengasah ke ahlian ku hanya saja tidak ada teman yang bisa mengajarkan ku" Ucap anaya
"Baiklah Nona, aku akan selesai kan pekerjaan ku dulu"
"Nama ku anaya " Ucap anaya yang mulai berjalan membantu Ros untuk membereskan semuanya
Setelah menyelesaikan pekerjaan nya
Anaya dan Ros melakukan pemanasan sebelum pertandingan anaya dan Ros lari lari kecil di tempat
anaya yang memiliki keseimbangan bagus dia masih tetap berdiri meskipun badanya terlempar mundur
kali ini Ros mulai mengincar bagian kepala anaya dia berlari dan memberikan tendangan andalannya tapi anaya tak kalah genitnya hanya dengan melangkah mundur anaya bisa menghindari tendangan Ros
Ros memasang kuda-kuda depan bersiap menyerang anaya kembali kali ini pukulan bertubi-tubi anaya mulai kelelahan dia hanya bisa bertahan tanpa menyerang dan pada akhirnya Ros mematahkan pertahanan anaya dengan tendangan yang menjatuhkan anaya
"No.. eh anaya kau baik-baik saja? " Ucap Ros yang berjalan ke arah anaya
Anaya duduk tertawa
"Aku baik-baik saja, kau kuat juga! aku tidak menyangka gadis se pendiam kau bisa begitu hebat dalam bertarung" Ucap anaya mengagumi Tehnik bertarung Ros yang mengandalkan kecepatan
"No.. eh Anaya kau terlalu memuji, aku tidak ada apa-apa nya dengan kapten neraka" Ucap Ros tanpa sadar menyebut nama kapten neraka
"Orang menyebalkan itu, kau bahkan mengenalnya" Ucap anaya yang kesal pisau lipatnya yang mahal dia berikan percuma pada nya
"ah kau mengenalnya? apa dia yang mengajarimu cara bertarung? " tanya Ros antusias
"Bisa di bilang begitu" Ucap anya yang mulai membaringkan tubuh berkeringat nya
Ros ikut membaringkan badannya di samping anaya
"Pantas saja, cara mu bertahan sama seperti yang dia ajarkan"
"Hmmm seperti nya kau sangat mengenal kapten " Ucap anaya menyelidik
"Tidak.. tidak aku tidak sangat mengenalnya tapi kapten adalah orang yang berada di balik pimpinan tuan Nick di dunia bawah" Ucap Ros menjelaskan agar anaya tak salah paham
tapi mendengar penjelasan Ros anaya malah semakin meledek Ros
"Lihatlah pipimu memerah saat membicarakan kapten apa jangan-jangan kau" ucapan anaya terhenti dia sedang menjahili ros
"Berhenti non.. anaya jangan bercanda lagi"
"Baik-baik aku tidak bercanda lagi, oh iya Ros besok temani aku ke suatu tempat"
"Ke mana Nona? "
"Ada tempat yang ingin aku kunjungi, aku ingin kau menemani ku, dan ingat namaku anaya bukan Nona" Ucap anaya mengingatkan lagi untuk Ros tidak memanggilnya Nona
"Ah maaf" Ucap Ros yang baru sadar dia memanggil anaya Nona lagi
"Baiklah kau segera beristirahat dan jangan lupa besok temani aku pergi" Ucap anaya mengingatkan Ros lagi
" siap Non.. anaya"jawab Ros dengan penuh semangat dia langsung terduduk
setelah mendengar jawaban Ros anaya memilih untuk pergi membersihkan diri dan beristirahat