
Nick dan Jimmy bergegas untuk kembali ke kapal melihat jasad siapa yang ada di sana
Wajah Nick semakin memucat dia benar-benar tidak siap jika harus kehilangan Anaya. Nick menggenggam tangan nya kuat.
Mereka sudah berada di kapal tak terkecuali kapten yang sudah naik ke kapal. Mereka semua berkumpul di depan Mayat yang berada di dalam kantong itu.
"Buka" Ucap Nick kepada dua anak buah nya yang berada di samping mayat itu, mereka membuka sekarang bersama mayat itu "Vincent" Ucap Nick lirih saat melihat jasad Vincent yang berada di kantung itu, tapi ada ketakutan di hati Nick melihat mayat Vincent jika ini Vincent, Nick menoleh melihat wajah yang sulit di kenali tapi Nick sangat yakin kalau itu bukan Anaya. "Dia bukan Anaya" Ucap tegas Nick
"Kita tidak bisa menyimpulkan sebelum kita mengidentifikasi nya, wajahnya rusak dan jasad yang terendam dalam air laut lebih cepat mengalami pembusukan.
" Tidak! apa kau buta Jimmy! Wanita tidak seperti itu, dan ini mayat ini mungkin sudah mati dua hari lalu, kebetulan saja kita menemukan nya " Nick sangat yakin dan menolak keras bahwa mayat wanita itu adalah Anaya.
"Tuan mayan ini di temukan tak jauh dari jasad Vincent, dan lihat Vincent terluka parah, mungkin mereka berdua sempat berkelahi di dalam laut"
"Jimmy kau terlalu mengada-ada berfikir dengan logika siapa yang akan saling membunuh di dalam laut! " Nick menolak keras pikiran akan kematian Anaya.
"Tuan tapi kita harus mengidentifikasi mayatnya terlebih dahulu" Jimmy ingin memastikan mayat itu bukan Anaya.
"Diam!!!! tidak perlu ada pemeriksaan dia bukan Anaya! kerahkan lebih banyak orang untuk mencari Anaya!
" Tuan baju yang dia kenakan berwarna hitam sama dengan apa yang Nona Anaya kenakan!! "
"Kau mau membantah ku sampai mana Jimmy, aku bisa mengetahui dia wanitaku atau bukan hanya dengan melihat sebentar saja, tubuh Anaya sangat bagus jauh dari wanita ini" Nick berlalu pergi menuju speedboat nya lagi *benar-benar membuang waktu ku saja"
"Anaya kau harus baik-baik saja aku mohon" Nick kembali ke speedboat nya kali ini bersama dengan kapten.
Kapten melihat kakaknya yang terlihat frustasi tapi bagaimanapun dia sependapat dengan kakaknya mayat wanita itu bukan Anaya, itu hanya kebetulan menemukan mayat yang di buang di laut bersamaan dengan menemukan mayat Vincent.
Nick menyusuri tiap pulau yang dia lewati satu persatu, dari pagi ke siang dari siang ke sore dari sore ke malam, Nick tidak pernah berhenti mengerahkan anak buahnya.
*****
Sudah Tiga hari berlalu Nick bahkan belum tidur dan makan dia hanya minum itu pun di pada oleh adiknya.
"Makanlah sedikit atau kau akan sakit, dan tidak bisa melanjutkan pencarian" Kapten membawakan Roti untuk Nick
Nick kali ini berhasil di bujuk dia merasa tubuhnya sudah mulai berat dia tidak bisa membiarkan dirinya sakit, Nick dengan susah payah menelan roti sedikit demi sedikit.
"Anaya di mana kamu? apa kau sudah makan? " Nick tiba-tiba menangis teringat wanita nya yang entah di mana keberadaan nya sekarang, apakah masih hidup atau sudah mati. Tapi dalam hati Nick, Nick sangat yakin jika Anaya masih hidup.
Kapten dan Jimmy membawa Nick kembali ke kamar kapal milik mereka, menidurkan Nick di kamarnya.
"Kapten apa ini tidak masalah? " Tanya Jimmy
"Apa kau ingin melihat dia kelelahan bagaimana tubuhnya bisa bertahan dia sudah tiga hari tidak tidur dan makan hanya air apa kau pikir cukup bagi tubuhnya! "
"Aku tau, kali ini Tuan lebih terpukul saat terakhir tuan Roland tuan tidak separah ini dia hanya mabuk untuk beberapa hari"
"Mungkin dia merasa bersalah, bagaimanapun sebenarnya dia memiliki kesempatan pagi itu" Kapten sebenarnya juga menyayangkan kenapa kakaknya tidak memberikan sedikit waktu nya untuk Anaya *Andai saja itu aku Anaya, aku pasti akan mendengar setiap keluh kesah mu" Ucap kapten dalam hati.
Nick mengerjapkan matanya memegangi kepalanya yang sedikit pusing namun tubuhnya lumayan fress, Nick mencari keberadaan Kapten.
"Mike! " Teriak Nick ketika melihat adiknya yang sedang berbicara dengan Jimmy. "Ada apa ini? apa kita sedang menepi? " Nick melihat pelabuhan dengan jarak sangat dekat. Jimmy mengangguk menandakan tebakan Nick benar.
"Iya, kita kembali ke daratan sudah tiga hari dan kita tidak menemukan adanya tanda Anaya masih di laut itu" Ucap Kapten
"Kau berani!, kembali! aku akan mencari Anaya lagi! " Nick menarik kerahasiaan Mike.
"Jika dia masih ada bahkan kapal selam kita tidak akan melewati nya! tapi selama tiga hari kita benar-benar tidak mendapat hasil apa pun! tidak mungkin dia masih berada di sana, lagi pula penelitian mengatakan dalam 3 hari tubuh manusia akan mengalami pembusukan dalam air laut dan banyak ikan dan hewan lain yang akan memakan dagingnya"
Buugh........
Satu pukulan mendarat di wajah kapten "Apa kau pikir Anaya sudah meninggal kau gila!!! Anaya masih hidup aku tidak akan membiarkan dewa kematian pun menyentuhnya! "
"Kau yang gila! aku hanya berkata realita saja, kutahu bahkan sudah mencarinya di semua tempat kita bahkan mencarinya ke dasar laundry mengerahkan begitu banyak tim tapi tidak ada hasil nya!! " Kapten melepaskan tangan Nick dan menguap ujung bibirnya kemudian pergi.
Kapten mengusap Air matanya sebenarnya dia juga masih yakin jika Anaya masih hidup tapi kali ini dia melakukan ini untuk menjaga kondisi kakaknya dia tidak mau kakaknya terus menyiksa dirinya...
"Jimmy ayo kembali, cari lagi kita tidak boleh menyerah Anaya sedang menungguku" Nick menadahkan kepalanya berusaha membendung air mata yang sudah berada di ujung mata dia teringat ucapan masuk akal Mike tapi dia lagi-lagi enggan mempercayai nya.
"Tuan, Tuan muda kedua telah menarik semua pasukan, Tuan Nathan juga melakukan hal yang sama jadi kita tidak bisa kembali" Jimmy menjelaskan situasi nya.
"Apa?! Apa yang mereka pikirkan!! apa mereka tidak ada hati pada Anaya sebelumnya mereka sangat tergila-gila pada Anaya sekarang saat dia hilang mereka malah menarik bala bantuan! benar-benar aku harus memberikan mereka pelajaran" Nick ingin menemui adiknya lagi untuk memberikan perhitungan
"Tuan tenangkan diri mu, Kapten dan Tuan Nathan bukan tidak perduli dengan Nona Anaya tapi mereka berdua merasa Nona Anaya sudah tidak ad... " Ucapan Jimmy terhenti saat Nick meraih kerah Jimmy
"Jaga ucapan mu Jimmy, wanitaku pasti baik-baik saj! " Nick tidak akan pernah menganggap Anaya mati sebelum Nick melihat jasadnya dengan mata kepalanya sendiri