
Setelah di bawa ke rumah sakit Nick mengalami koma selama tiga hari selama itupun Anaya tidak bisa dengan tenang memejamkan matanya hanya beberapa jam untuk nya tidur sebagai sarat untuk tubuhnya bertahan.
Disisi Nick
Sebuah kabut samar-samar menutupi wajah seseorang, membuat Nick berjalan semakin mendekat "Roland" Ucap Nick yang semakin jelas melihat sahabat baiknya
"Nick, kau berhak bahagia jangan jadikan aku sebagai penghalang untuk kebahagiaan mu! apa lagi Rachel jika dia salah kau harus menghukumnya!"
"Roland aku sudah menepati janji ku menggantikan mu "
"Aku tau jadi bahagia lah, lepaskan keterikatan kita kawan" Kabut perlahan menyapu bayangan Roland dan menghilang
Anaya senantiasa menemani Nick "Kau bilang kau ingin menikahi ku tapi kau membiarkan ku tidak tidur selama tiga hari apa kau ingin aku menjadi pengantin jelek, Nick buka matamu aku mohon" Anaya tidak sanggup lagi bulir matanya sudah mulai jatuh.
"Jika kau tidak bangun aku akan menikahi adikmu lihat saja" Ancaman Anaya itu mempunyai menyadarkan Nick yang tiba-tiba menggenggam tangan Anaya "Nick kau sadar" Senyum memengaruhi dari wajah Anaya dia memeluk Nick dengan semangat
"Sayang sekali kau tidak bisa menikahi adik ku, karena dia sudah menikah dengan sahabat mu" Ucap Nick lemah, tapi ucapan itu mampu membuat Anaya terkejut
"Sahabat ku Ros? apakah dia? " Tanya Anaya antusias dan mendapat anggukan dari Nick
"Kau sudah memiliki keponakan" Ucapnya lagi Anaya tersenyum "Jadi apakah kau masih mau menikahinya? "
"Tentu" Jawaban itu mampu membuat mata Nick menatap tajam Anaya, membuat Anaya tersenyum "Tapi tidak menikahi adiknya tapi kakaknya" Ucapan itu mampu mengembangkan senyum di wajah pucat itu.
"Jadi bisakah menikah sekarang" Ucap Nick membuat Anaya berdecak kesal
"Apa kau tidak melihat mata panda ku ini, apa kau ingin menikahi ku dengan mata pandai ini"
"Dengan mata apapun akan tetap akan ku nikahi asalkan itu kau Anaya" Nick tersenyum Anaya memeluk erat tubuh Nick
"Ekhm" Apa aku mengganggu, dan lagi apakah kau sudah mendapat restu ku untuk menikahi Mama ku" Ucap Erick yang baru saja menerobos pintu tanpa suara membuat Anaya terkejut dan melepaskan pelukan nya pada Nick.
Erick berjalan mendekat ke arah Mamanya meminta ibunya mendudukkan nya di atas ranjang papanya.
"Apa tidak ada restu untuk ku? " Tanya Nick
"Aku akan merestui nya tapi aku akan mengajukan sebuah sarat " Ucapnya dengan serius membuat Nick sedikit ragu
"Kau ingin sarat apa? rumah, mobil, atau cinta yang seutuhnya untuk Mama mu akan aku berikan" Ucap Nick
"Dengar baik-baik aku tidak akan mengulanginya" Kali ini wajah Erick tidak berubah dia sangat serius
"Katakan" Nick semakin penasaran sarat apa yang akan di berikan putra jeniusnya itu.
"Aku mau setelah kalian menikah, beri aku satu adik perempuan" Ucapan nya mampu membuat Anaya tersedak ludahnya sendiri
"Ukhuk.. ukhuk... sayang apa yang kau katakan" Wajah Anaya sekarang memerah seperti tomat yang sudah matang
"Hanya satu? aku bisa memberimu lebih banyak" Ucapan Nick membuat sebuah cubitan mendarat di perutnya.
"Au sakit" Ucap Nick manja membuat Anaya khawatir
"Maaf apa kah sangat sakit" Ucap Anaya merasa bersalah.
"Seperti nya Tuan Nick sangat sehat ya" Ucap El yang baru saja masuk bersama dengan Kelly, a Nick dengan cepat meraih tangan Anaya menggenggam nya erat membuat El tertawa
"Kau kenapa kemari, aku tidak akan membiarkan kau merebut calon istriku! " Ucap Nick seperti anak kecil yang tak mau kehilangan benda kesayangan nya
"Aku tidak akan berebut denganmu karena aku sudah memiliki istri ku sendiri" Memeluk Kelly dengan erat membuat Nick bingung.
"Kenapa dia? " Ucapnya polos
"Karena memang Kelly adalah istri El" Ucap Anaya Tersenyum
"Lalu kau dan dia! " Menunjuk El, Nick berfikir Anaya dan El adalah pasangan suami istri
"Dia adalah sepupu ku yang di usir paman dan bibiku" Ucapan Anaya mampu membuat Nick merasa malu pada dirinya sendiri bisa-bisa nya cemburu dengan sepupu istrinya.
"Sudahlah aku pergi nikmati waktu kalian, lekas sembuh calon pengantin pria " Ucap El yang memilih pergi
"Selamat beristirahat" Ucap Kelly dan tersenyum
"Sayang, apa kau pikir mereka bisa istirahat hehe" bisik El yang masih di dengar oleh Anaya
*****
2 bulan berlalu
Anaya kembali ke negaranya, sesampainya di negaranya Nick mengatakan Glen masih hidup dan meminta Anaya untuk menyelesaikan dendam nya, Anaya akhirnya memberikan sebuah obat kepada Glen, obat Itu membuat orang berhalusinasi kuat dan berakhir membuat Glen memilih bunuh diri ketimbang hidup.
"Anaya kau terlihat sangat cantik" Ucap Ros yang berada di belakang sahabat nya itu
"Terimakasih Ros aku minta maaf untuk masa lalu, aku bahkan melewatkan pernikahan mu dengan kapten" Anaya merasa bersalah.
"Aku tidak menyalahkan mu atau marah pada mu, aku malah bersyukur saat tau kayu masih hidup jadi perjuangan kakak tidak sia-sia" Ucap Ros yang akhirnya menceritakan semua perjuangan Nick untuk menemukannya "Dia sangat yakin kau masih hidup, dia benar-benar tulus mencintaimu Anaya, bahkan Rachel yang terus menempel dengannya tak mampu menggoyahkan cintanya padamu"
"Sayang sekali adik yang di jaganya harus mati di negara orang lain" Nick menyerah Rachel pada hukum di negara yang di tempati Anaya dan hukuman untuk orang yang melakukan perencanaan pembunuhan dan penculikan harus di hukum mati.
"Itu sudah karma untuk nya, lagi pula siapa suruh dia memiliki niat jahat membunuhmu apa lagi dia benar-benar menarik pelatuk nya meski peluru itu bukan mengenai mu"
"Hei kalian berdua kenapa malah membicarakan hal seram di hari bahagia ini" Ucap Diana yang baru saja masuk bersama marta
"Diana kau? " Ucap Anaya yang baru melihat Diana
"Benar sudah 6 bulan" Ucap Diana tersenyum malu dan mengusap perutnya
"Apakah kak Nathan? " Tanya anaya namun mendapat gelengan kepala dari Diana
"Lalu siapa?"
"Manager mu" Ucap Diana malu-malu dan mampu membuat mata Anaya hampir lepas
"Rage? dia bukan seorang G? " Ucap anaya yang selama ini salah paham jika rage menyukai Nathan
"Apa kau gila? dia yang membuat ini" Ucap Diana mengelus perutnya
"Aku benar-benar sudah salah paham" Anaya tanpa sadar memukul mukul kepalanya.
"Anaya kau jangan pukul kepalamu lagi" Ucap Ros yang menyadarkan Anaya
"Benar-benar 5 tahun tidak bertemu membuatku terkejut" Ucap anaya menggelengkan kepalanya pelan.
"Apakah kau akan terkejut jika aku bilang aku baru saja menikah dengan Jimmy" Ucap marta yang kali ini tak bisa menutup mulut Anaya
Jimmy jomblo sejati bisa mendapat kan marta benar-benar membuat Anaya terkejut untuk sekian kalinya.
"Sudah lah kalian apa menginginkan pengantin wanitanya mati karena terkejut, ayo kita bawa dia menemui pengantin pria" Ucap Ros
Anaya di dampingi para sahabat nya berjalan ke altar pernikahan, mengucapkan janji suci dan resmi menjadi pasangan suami istri.
Saat ini adalah saatnya lempar bunga, Anaya dan nick mulai melemparkan bunganya dan tak di sangka dua tangan menyentuh bunga yang sama Amora dan Nathan membuat semua orang bertepuk tangan.
Setelah melempar bunga Nick menculik pengantin wanitanya, menggendong nya ke sebuah taman yang di penuhi bunga mawar merah, perlahan hujan kelopak bunga mawar putih mendarat di kepala meraka
"Anaya aku mencintaimu jangan pernah meninggalkan ku lagi, kita hidup bersama matipun akan bersama, ANAYA MEISYA AKU MENCINTAIMU" Nick kemudian mencium Anaya dengan penuh cinta dan di hujani ribuan kelopak bunga
🌹🌹TAMAT 🌹🌹
#Terimakasih buat kakak readers yang sudah membaca karya ku ini di tunggu karya ku berikutnya ya
Terimakasih juga buat semua orang yang mendukung karya YUNIAR
TERIMAKASIH BUAT PEMBACA SETIA DAN TOP FANS
BERTEMU DI KARYA AKU YANG LAIN
YUNIAR