
Saat ini Vincent sudah berada di kantor Nick sesuai dengan dugaan Nick
Vincent berjalan masuk ke dalam kantor Nick sesuai arahan Nick asisten Jimmy menyambut kedatangan Vincent sebelum Nick tiba.
"Tuan Vincent" dia menyapa dengan sopan " Saya Amora Asisten kedua Tuan Nick.
"Dimana Tuan mu? " Vincent tadi terlihat sangat marah tapi melihat Amora yang begitu cantik membuatnya sedikit merendahkan suaranya, seperti yang di duga oleh Nick Vincent juga orang yang cabul sama dengan Anak kesayangan nya.
"Tuan Muda sedang rapat di luar kantor Tuan, mungkin sebentar lagi Tuan akan segera tiba, baiknya Tuan Vincent menunggu di ruang rapat, di sana lebih sepi Tuan dan asisten Tuan bisa menunggu dengan tenang" Amora sengaja memancing Vincent sesuai dengan arahan Nick.
Nick ingin menghancurkan Vincent sampai tidak bisa bangkit lagi hancur sampai ke akarnya.
"Baiklah bawa aku ke sana" Vincent Mencuri-curi pandang pada paha Amora yang mulus.
Amora dan Ros masuk menjalani pelatihan pembunuh bayaran di camp kapten secara bersamaan dia dan Ros sama hebatnya dalam bela diri meski Ros lebih unggul dalam beladiri tapi Amora memiliki keahlian lain yaitu menggoda dan menjebak targetnya karena wajah Amora yang cantik dan tubuh yang sksi tidak banyak laki-laki yang menolak pesonanya.
Jimmy mendapat pesan dari Amora lalau Vincent sudah sampai di kantor mereka.
"Tuan Nick, umpan sudah masuk dalam perangkap! kita bisa menjalankan rencana" Ucap Jimmy melapor pada tuannya.
"Kapten langsung lakukan pencarian aku akan mengulur waktu dan berbicara dengannya, Nathan ekspos satu persatu perbuatan buruknya, aku ingin dia hancur sehancur hancurnya.
" Aku mengerti " Ucap kapten dan Nathan secara bersamaan.
Kapten segera pergi dengan Anak buahnya, sedangkan Nathan terus berkutat di komputer nya menghubungi setiap media dengan koneksinya tentu saja itu sangat mudah.
sedangkan Jimmy dan Nick segera kembali ke kantor untuk mengukur waktu Vincent.
Jimmy mengemudikan mobilnya dengan santai masih ada waktu untuk Amora beraksi.
Amora menyiapkan minum dan memberikan nya pada Vincent dan asisten nya, Vincent terus memandang Amora tanpa berkedip asisten Vincent juga sama hal nya, laki-laki hidung belang tidak akan mampu menolak pesona Amora.
"Silahkan di minum Tuan" Amora menaruh coffee di depan Vincent, Vincent semakin tidak tahan melihat Amora dari dekat.
Vincent segera memberikan kode untuk asistennya keluar, asisten nya mengerti dan keluar dari pintu itu * Sialan bandot tua dia selalu menikmati daun muda dan aku hanya bisa melihat nya sial, dan Amora begitu cantik sayang membiarkannya jatuh dalam pelukan bandot tua itu" Ucap Asisten nya yang ternyata menyimpan kekesalan pada tuan nya itu.
"Amora apa kau tidak ingin datang ke kantor ku" Vincent memulai kata-kata manisnya.
"Untuk Apa tuan? " Amora pura-pura bodoh
"Kau tidak pantas menjadi asisten kedua kau harusnya menjadi asisten pertama dan satu satunya" Rayu Vincent dia mulai meraba paha Amora.
Amora terkejut begitu cepat sekali bajing*n itu memperlihatkan belang nya, Amora mencoba tetap tenang sebenarnya ingin rasanya Amora menampar wajah Vincent tapi itu hanya bisa dia lakukan di angan nya sekarang.
"Apa benar bisa menjadi asisten pertama? bagaimana asisten tuan yang tadi? " Ucap Amora memancing
Amora benar-benar muak tapi dia harus menahannya sebentar lagi "Tapi tuan Nick dia tidak akan melepaskan ku jika aku menjadi asisten mu"
"Soal Nick aku yang atur semuanya beres" Vincent mendekat dan hampir mencium bibir sksi Amora Namun Amora dengan cepat meletakkan tangannya di antara bibir mereka.
"Jangan buru-buru tuan kita masih banyak waktu" Amora segera berdiri dan mengedipkan matanya berjalan sedikit menjauh dari Vincent.
Amora berhasil menyelesaikan tugasnya dan tepat dengan waktu kedatangan Nick.
"Tuan Nick" Ucap Asisten Vincent di depan menundukkan kepalanya menunjukan rasa hormat nya.
"Kau? " Pura-pura tidak mengetahui asisten Vincent padahal Nick sudah tau benar siapa yang ada di depannya karena Nick sudah menyelidiki nya.
"Saya asisten tuan Vincent" dia memperkenalkan dirinya.
"Di mana tuan mu! " Menatap asisten Vincent tajam membuat asisten itu merasa terintimidasi dan ketakutan
"Tu.. tuan Vincent ada di dalam"
"Aku mengerti" Nick masuk dan melihat Amora sudah berada lebih jauh dari Vincent dia mengerti misi Amora telah selesai
"Tuan Nick" Ucap Vincent melihat pria muda yang seperti di rumor kan terlihat sangat hebat dan menawan kharisma nya bahkan mampu membuat Vincent tidak dapat berkata
"Jadi apa yang ingin tuan Vincent bicarakan, seperti nya saya tidak ada janji sebelumnya dengan Anda" Nick pura-pura tidak tau tujuan Vincent
"Anda sangat pandai menyembunyikan wajah Anda, Anda tentu sudah tau tentang anjlok nya saham milik saya, semua ini berurusan dengan Anda bukan, saya tidak pernah menyinggung Anda tapi kenapa Anda bahkan mengusik saya!! " Vincent terlihat geram dengan sikap tenang Nick itu.
"Apa yang Anda katakan saham Anda jatuh kenapa menyalahkan orang lain atas ketidak becusan Anda dampak memimpin perusahaan... " Nick membuat Vincent semakin emosi.
"Apa kau pikir aku tidak akan bisa bangkit hanya dengan pengaturan yang Anda buat, jangan pikir saya tidak bisa melawan mu, bocah kemarin sore ingin melawan ku!! yang benar saja" Vincent segera bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruang rapat Nick.
Setelah kepergian Vincent "Bagaimana hasil dari tugasmu? " Tanya Nick pada Amora
"Saya sudah menyelesaikan nya tuan, itu terlihat seperti kami sedang berselingkuh saya membelakangi kamera CCTV hanya terlihat Vincent saja yang merayu saya" Jelas Amora ternyata Amora mengenai Vincent
"Bagus kirim bukti itu pada Nathan dia yang akan menghancurkan Vincent bahkan tidak akan berani untuk mengangkat kepalanya di depan umum! " Nick tau Vincent sering bergonta-ganti pasangan dia berselingkuh dari istrinya, tapi istrinya tidak pernah tau dia sangat percaya pada Vincent dan selalu memberikan kepercayaan nya pada Vincent.
Selain karirnya Nick juga ingin rumah tangga Vincent hancur, " Sebelum kau mati kau harus hancur Vincent!! ".
Vincent segera mencari putranya menelpon nya " Glen! cepat nikahi Anaya, biarkan dia tanda tangan surat yang aku buat untuk mu waktu itu" Teriak Vincent pada punya, Vincent terkejut mendengar putranya sudah tidak bersama dengan Anaya dia pikir itu hanya lelucon ternyata benar-benar Anaya meninggalkan putranya
"Bodoh!! lakukan apapun kau harus mendapatkan tanda tangan nya, jangan biarkan kita kehilangan tambang emas terakhir kita!! mengerti!!! "
Vincent menutup telpon nya dan tersenyum " Hanya Nick Walton kekuasaan mu tidak akan pernah memenangkan uang! lihat bagaimana aku akan membungkam mu Nick Walton! " Vincent tersenyum licik