
Di tempat lain seorang laki-laki sedang menunggu di depan ruangan IGD. Tak berapa lama seorang dokter keluar dengan satu perawat di sampingnya.
"Bagaimana keadaannya dokter? " Tanya nya panik.
"Dia sudah melewati masa kritis nya, hanya menunggu dia bangun dan untung saja bayinya tidak apa-apa" Ucapan dokter itu membuat kedua bola mata laki-laki membulat sempurna
"Ba.... bayi dia hamil? " Tanya nya tak percaya
"Benar, tuan apa istri anda tidak memberitahu kan nya pada anda, dan lagi jangan sampai terjadi kembali terjadi penculikan pada istri anda, anda harus lebih hati-hati menjaga istri anda. Banyak bagian tubuh istri anda yang terluka untung saja istri dan bayi anda kuat" Ucap dokter itu yang mengira gadis yang dia rawat adalah korban penculikan yang baru saja di selamat kan suaminya
Laki-laki itu hanya bisa tersenyum kaku dan menggosok lehernya yang tidak gatal "Baik dokter lain kali saya akan memperhatikan nya" Ucapnya menanggapi dokter itu tak ingin membuat dokter itu di abaikan.
Wanita itu sudah di pindahkan ke ruang perawatan, dan laki-laki itu setia menunggu wanita itu di samping nya.
Wanita itu mengerjapkan matanya setelah sekian lama tertidur "Aku di mana? "
"Masih bertanya! kau di rumah sakit, oh Tuhan kenapa kau berbuat nekat seperti ini! apa yang sebenarnya terjadi" Ucap nya terus mendesak wanita yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya
"Berisik sekali!!! kau masih sama ya sepupu" Ucap wanita itu tersenyum
"Masih bisa tersenyum aku benar-benar terkejut saat mendapat pesan dari mu Anaya, sebenarnya apa yang terjadi dengan kehidupan mu kenapa kau sampai bisa terjun ke laut bebas" Ucao sepupu nya sambil memijat kepalanya itu, tidak habis pikir dengan tingkah wanita yang ada di depannya itu bagaimana bisa berbanding terbalik dengan sepupunya yang dulu sebelum dia meninggalkan rumah nya.
"Itu" Anaya ragu untuk menceritakan nya, namun sepupu nya bisa menebak.
"Apa orang tua ku menyulitkan mu? aku minta maaf atas nama mereka berdua" Ucapnya menundukkan kepalanya.
"Elbara itu bukan kesalahan mu untuk apa kau minta maaf lagi pula mereka sudah menebus kesalahan mereka dengan kematiannya"
"Benar, mereka sudah tidak ada bahkan aku hanya bisa melihat makam mereka tanpa melihat jasad mereka untuk terakhir kali, ya mau bagaimana mereka juga sudah mengusir ku karena tidak mau meneruskan perusahaan nya malah memilih menjadi seorang desainer baju perempuan" Ucap El mengingat masa lalunya sampai dirinya di usir meski dia anak satu-satunya dari paman dan bibi Anaya.
"Tapi kau terlihat hidup dengan baik" Ucap Anaya yang tidak menyangka akan bertemu lagi dengannya bahkan dia orang yang menyelamatkan nya.
"Aku baik, tapi kenapa kau bisa jadi seperti ini Anaya, aku tidak menyangka mendapatkan pesan dari mu setelah sekian lama? "
"Jujur saja aku mengingatmu saat kematian orang tuamu, dan mencoba mengecek E-mail mu dan mengabari mu tentang kematian mereka dan ternyata kau tidak mengubahnya, dan saat kita bertukar kontak aku tidak sengaja melihat foto mu yang sedang menyelam jadi aku membuat persiapan jika aku terjatuh di dalam laut kau sudah ada di sana dan membawaku kembali ke tepian" Anaya menceritakan awal mula bagaimana dia menghubungi sepupunya dan berakhir di rumah sakit
"Apa kau memang berencana jatuh dari kapal itu? " Tanya El yang merasa itu buka persiapan tapi memang sudah di rencanakan oleh Anaya dari awal.
"Soal kehidupan baru kau sekarang harus menjaga tubuhmu bukan untuk dirimu sendiri tapi untuk kehidupan baru di dalam dirimu" El bingung bagaimana mengatakannya
"Apa maksud, bukan untuk diriku sendiri tapi untuk kehidupan baru di dalam diriku? " Anaya mengulangi perkataan El berusaha mencernanya.
"Kau sedang hamil! Apa kau bodoh sebagai wanita apa kau tidak merasakan tanda-tanda kehamilan! " Ucap El yang gemas dengan kelemotan sepupunya itu
"Apa aku hamil? kau bercanda? " Tanya Anaya tidak percaya bukannya selama ini dia minum obat setelah melakukan hubungan intim tapi beberapa kali memang dia lupa meminumnya karena nick melakukan nya berkali-kali membuatnya lupa untuk minum obat nya.
"Apa aku terlihat bercanda! bahkan aku di sangka suami yang membiarkan istrinya di culik! " Ucap El kesal kehilangan citra baik nya
El memang berbeda dari ayah dan ibunya dia dari kecil tidak berambisi dengan harta tapi dari kecil dia menyukai baju-baju wanita dan terus menggambar baju wanita, sampai akhirnya hobby nya di ketahui orang tuanya beberapa tahun El di perlakuan seperti aib oleh orang tuanya sampai akhirnya El di beri pilihan pergi tanpa membawa apapun dari rumah dan memutuskan hubungan keluarga atau mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang pengusaha, yang El tahu ayahnya mendapatkan dengan cara memeras Anaya mengambil harta peninggalan ayah Anaya
Tapi ternyata saat El meninggalkan rumah, El sudah mendaftarkan sekolah di luar negeri El belajar dan bekerja dan berakhir di titik ini menjadi salah satu desainer ternama di negaranya.
"Ma.. maaf ini salahku, El apa aku tidak sadarkan diri lama? " Tanya Anaya
"Kau sudah tiga hari tertidur sejak aku membawa mu kerumah sakit, akhirnya kau memiliki tanda-tanda kehidupan" Ucap El
"Terimakasih El aku berterimakasih atas bantuan mu, meski kita sudah tidak berkirim kabar sangat lama tapi kau masih mau menolongku aku sangat berterimakasih"
"Apa kau bodoh, kau ingat saat aku keluar kaulah yang memberiku uang " Ucap El mengambil kalung ber liontin kan permata kecil yang Anaya berikan saat El meninggalkan rumah
"Kau tidak menjualnya? " Anaya terkejut saat El masih menyimpan hadiah ulang tahun terakhirnya yang di berikan ibunya
"Tentu saja tidak, tapi aku menggadaikan nya beberapa kali, kalung mu adalah benda yang membantu ku sampai titik ini, terimakasih Anaya hanya kau yang selalu mendukung ku" Ucap El tiba-tiba serius "Aku kembalikan milikmu" Ucap El menarik tangan Anaya memberikan kalungnya pada Anaya, Anaya tersenyum dan menggenggam kalung itu dan memeluknya.
"Terimakasih El kau menjaganya aku pikir tidak akan melihat kalung ini lagi"
"Aku sebenarnya sudah lama ingin mencari mu untuk mengembalikan nya tapi aku benar-benar tidak tau harus mencari mu di mana? kau tau seberapa pengecut nya aku bukan, aku takut bertemu kedua orang tuaku" Ucap El jujur dia memang trauma dengan siksaan yang orang tuanya berikan siksaan lahir dan batin membuat El tidak berani kembali ke negaranya sampai anaya mengatakan orang tuanya meninggal itu pun dia hanya melihat makamnya saja saat semua orang tidak melihat.
"Aku tau" Anaya menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum.
"Jadi apa rencana ke depan mu? apa kau akan menghubungi ayah dari anakmu? " Tanya El
Anaya tersenyum mengingat pagi itu Nick bahkan tidak memberikan waktu sedikit pun untuk nya "Menghubungi nya? dia saja tidak perduli padaku apa lagi dengan anak ini" Gumam Anaya