
Anaya mengerjapkan matanya, dia melihat sekeliling tidak ada aroma orang yang selalu tidur bersama nya, Anaya tersenyum "Dia tidak pulang" Anaya tidak ambil pusing dia segera mandi dan bersiap untuk sarapan.
Setelah selesai membersihkan dirinya dia menghidupkan HP nya tidak ada pesan masuk sama sekali, tiba-tiba pintu di buka terlihat Nick masuk dengan wajah yang lesu.
Nick terlihat berbeda dari biasanya, dia bahkan tidak menegur Anaya, dia langsung pergi ke kamar mandi.
Anaya hanya bisa menunggu untuk berbicara dengan Nick. Anaya memutuskan untuk membuat sarapan sambil menunggu Nick selesai mandi.
Anaya segera turun ke dapur, dia melihat ros dan paman aji telah menyelesaikan menu sarapan mereka, Paman aji hari ini juga terlihat diam.
Anaya melihat Ros seakan bertanya kenapa suasana hari ini terasa hening, tapi Ros tidak mengerti kode yang Anaya berikan.
Sekian lama duduk di kursi Anaya melihat Nick yang turun dari tangga dan menghampiri Nick, dan ingin memberitahu Nick tentang dia yang akan pergi ke pesta Glen.
Anaya menghampiri Nick, Nick bergegas pergi tapi Anaya tidak ingin terjadi kesalahan seperti saat menangkap Arga, dia akhirnya memberanikan diri menarik tangan Nick membuat Nick berhenti.
"Tuan muda hari ini ak... " Ucapan Anaya terhenti saat Nick mulai mengangkat tangannya
"Kita bicarakan setelah aku kembali" Ucap Nick bergegas meninggalkan Anaya dan berjalan keluar, entah mengapa Anaya yang penasaran dengan sikap dingin Nick, mencoba mengikutinya dan terlihat saat Nick masuk ke dalam mobil, Ada Rachel di sana.
Anaya tersenyum menyedihkan "Ternyata terburu-buru karena sudah ada yang menunggu, sudahlah terserah saja aku akan memberitahu nya lewat pesan nanti, jika dia tidak membantu aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri" Ucap Anaya meski dia menyemangati dirinya sendiri tapi tidak menutupi kenyataan bahwa saat ini hatinya sangat terluka, di saat penting seperti ini bahkan dia tidak bisa menjadi lebih penting di banding Rachel.
Anaya mendongakkan kepalanya menahan air mata yang sudah tergenang di ujung mata dan tak lagi bisa di tahan " Bodoh untuk apa menangis Anaya, harusnya kau sudah tau ini adalah akhir wanita yang sebenarnya milik Nick bukan kau" Anaya mengusap kasar wajah yang sudah di penuhi air mata itu.
Ros menghampiri Anaya yang tengah menatap keluar dari celah pintu yang sedikit terbuka "Anaya, ada apa? " Ros mengagetkan Anaya, anaya segera membersihkan sisa air matanya dan berbalik melihat Ros
Anaya menggelengkan kepalanya " Tidak ada apa-apa " Anaya memaksakan senyumnya di depan Ros
"Kau tidak terlihat baik-baik saja, apa kau menangis? " Ros menyentuh pipi Anaya.
"Hahaha tidak ada kenapa aku harus menangis, lebih baik kita sarapan sekarang aku sudah lapar" Anaya memundurkan dirinya dan segera berjalan ke meja makan.
Ros mengikuti Anaya ke meja makan duduk di samping Anaya " Apa kau sudah memberitahu tuan muda? " Tanya Ros
"Sudah baru selesai mengirimkannya pesan, tadi ingin bicara tapi sepertinya dia sangat sibuk tiba mengganggunya" Lagi-lagi senyum paksaan yang Ros lihat.
Ros hanya bisa menghela nafasnya. "Tidak masalah yang jelas sudah memberitahukan pada tuan" Ros mengambil nasi dan di taruh ke piring Anaya " Sekarang kita sarapan dulu dan memikirkan rencana cadangan untuk melawan Glen" Ucap Ros mencoba membuat Anaya tenang.
"Ya, kau juga harus makan yang banyak Ros" Anaya mengambilkan nasi goreng untuk Ros juga, mereka berdua makan bersama terlihat seperti dua saudara kandung.
Selesai makan Anaya memutuskan untuk pergi ke rumah lamanya "Ros bisa antar aku kesuatu tempat? " Tanya Anaya pada Ros.
"Apa kau perlu jawaban? aku akan selalu menemani mu kemanapun Anaya" Ucap Ros tersenyum
Mereka berdua kemudian ke rumah yang ada di pinggir kota itu tepatnya di sebuah desa petani rumah yang pertama kali ayah Anaya beli tempat Anaya di besarkan sampai berumur 3 tahun.
Di sisi lain
Rachel memaksakan dirinya untuk turun dan duduk menyenderkan kepalanya di makam kakaknya "Kakak aku merindukan mu" Ucap Rachel pada Roland "Kakak aku ingin bertemu dengan mu aku ingin bertemu ayah dan ibu" Rachel terus menangis
Kapten yang tidak tahan dengan drama yang Rachel mainkan membuka suara " Amin, bawa dia Roland kasihan dia tidak ingin hidup lagi " Ucap kapten yang membuat Nathan menahan tawanya.
Rachel sedikit mengeratkan giginya geram dengan perkataan Kapten.
"Mike apa yang kau katakan? " Ucap Nick menegur adiknya.
"Aku hanya mengamini apa yang dia doakan apa ada yang salah, lagi pula Nick sampai kapan kau akan jadi laki-laki lemah seperti ini, aku yakin Roland akan sedih melihat mu yang tidak bisa melepaskan kematiannya! terbelenggu akan masa lalu apa kau pikir dia mau kau tidak bahagia kau seperti ini tidak hanya menyakiti dirimu sendiri tapi menyakiti orang di sekitar mu!! Kau bodoh!! " Mike muak dan mengutarakan semua yang ada dalam pikiran nya dan pergi terlebih dulu dari makam Roland
Nathan menepuk punggung Nick " Lepaskan semua hari ini" Ucap Nathan
*****
Ros mengemudikan mobilnya cukup lama perlu waktu 3 jam untuk sampai di rumah lama Anaya. Saat Ros sampai di depan rumah kecil rumah itu terlihat sudah lama di tinggalkan meski terbengkalai tapi rumah itu tidak terlihat menyeramkan "Ada apa tiba-tiba kau ingin mengunjungi rumah lama mu? " Tanya Ros yang sadari tadi penasaran kenapa tiba-tiba Anaya ingin mengunjungi rumah lamanya
"Aku hanya merindukan Ayah dan ibu, hanya di rumah ini kami bertiga hidup bahagia tanpa beban" Anaya mencari sesuatu di pot bunga yang tersusun banyak batuk ternyata di bawahnya ada kunci yang tersembunyi.
"Apa masih perlu memerlukan kunci? " Tanya Ros yang melihat keadaan pintu yang sudah mulai usang.
Anaya tertawa mendengar ucapan Ros "Ahaha kau benar bukankah dengan menendang saja kita bisa masuk" Anaya menanggapi Ros
Anaya kemudian membuka pintu rumah itu. mereka berdua masuk ke dalamnya, pertama kali Ros masuk melihat banyak foto yang masih tergantung di sana melihat masa kecil Anaya yang terlihat bahagia.
"Kau lucu sekali di foto ini" Ucap Ros kepada Anaya
"Kalau suka ambil saja " Anaya tak menyangka ucapan nya di anggap serius oleh Ros Ros mengambil foto yang berada di bingkai berdebu itu "Hei apa yang kau lakukan kau benar-benar mengambilnya? "
"Kau yang menyuruh nya" Ucap Ros kepada Anaya dan mengantongi foto Anaya.
"Aku hanya bercanda" Ucap Anaya.
Cukup lama mereka berada di rumah itu mengambil beberapa benda yang menurut Anya berharga seperti foto ulang tahun terakhir nya di rumah itu dan beberapa benda kecil yang ada di kamar orang tuanya.
"Kita kembali ke rumah untuk bersiap ke pesta? " Tanya Ros yang melihat jam waktunya sangat mepet
"Tidak perlu, aku sudah menyiapkan bajumu dan baju ku kita ke salon saja untuk bersiap dan berganti di sana" Anaya memang sudah membawa perlengkapan nya
Anaya dan Ros sudah berganti dengan pakaian layak mereka Segera pergi ke pelabuhan
Saat ini Anaya dan Ros sudah memasuki kapal pesiar itu dan di sambut oleh Glen. "Anaya kau cantik sekali" Ucap Glen tersenyum melihat kedatangan Anaya. Anaya tidak menanggapi ucapan Glen
*Bagaimanapun kau menghindar aku tau aku masih ada di hatimu, malam ini aku tidak akan melepaskan mu Anaya " Glen menatap mesum Anaya