
Brakkk..... Pintu yang belum sepenuhnya tertutup itu terbuka karena di tendang seseorang.
"Apa maksud dari perkataan mu Nathan, apa kau pikir aku tidak mampu membantu wanitaku sendiri!! " Nick langsung berjalan mendekati Nathan, entah mengapa dia merasa sangat cemburu melihat Anaya hanya berada berdua dengan Nathan, meski dia tau benar Ros pasti ada di sekitar Anaya.
"Kau mampu membantunya balas dendam tapi kau tidak mampu membuatnya bahagia dan menemukan rasa aman memiliki laki-laki seperti mu!! " Ucap Nathan yang tau apa yang di lakukan Nick selama ini, Nick masih bingung untuk menempatkan Anaya di nomor satu.
" Berisik!! apa yang kau tau!! kau tidak usah banyak omong!! " Nick berjalan mendekat ke arah Nathan
Buuucgh.... satu pukulan mendapat di wajah tampan Nathan, Anaya dan Jimmy segera memisahkan dua bos besar itu.
"Hentikan apa yang kau lakukan!! " Anaya membantu Nathan berdiri karena posisi nya lebih dekat dengan Nathan, melihat Anaya menahan Nathan bukan dirinya membuat Nick semakin marah, dia menarik kasar Anaya, menciumnya dengan paksa di depan Nathan, membuat Anaya merasa di permalukan memaksanya Berciuman di tempat umum di depan orang lain dengan cara kasar benar-benar sebuah penghinaan untuk harga diri seorang wanita.
Anaya mendorong kuat Nick dan berlari keluar, Nathan ingin mengejar namun di tahan oleh Nick " Aku adalah laki-laki nya! kau tidak pantas mengejarnya! " Nick segera berlari mengejar Anaya.
Anaya berlari keluar Bar, Nick berhasil menangkap tangan Anaya " Berhenti! jangan lari lagi" Ucap Nick.
"Apa begitu puas untuk mu menindas ku! aku bukan orang yang tidak punya malu seperti mu!!" Teriak Anaya saat Nick berhasil menghentikan langkahnya.
"Kau bilang aku tidak tau malu, lantas kau apa? bersama dengan teman ku satu ruangan dan begitu dekat! apa kau berencana tidur dengannya."
PLA aaaakkk kkkk.............
Satu tamparan berhasil menutup mulut Nick, Anaya benar-benar muak dengan sikap overthinking Nick yang malah merendahkan nya " Kau boleh menggendong atau bersama wanita lain sedangkan aku hanya mengobrol pun kau bilang aku ingin tidur dengannya kau anggap aku semurah apa tuan Nick Walton!! " Teriak Anaya kesal
Nick terdiam dia merasa bersalah setelah mengucapkan kata-kata itu , Anaya ingin lari namun belum sempat melangkah Nick sudah memeluknya erat " Maafkan aku Anaya aku hanya cemburu, aku tidak ingin kau dekat dengan laki-laki manapun, aku tidak ingin kau bergantung dengan laki-laki lain selain aku, aku terlalu bodoh karena cemburu, maafkan aku anaya " Nick memeluk erat tubuh Anaya Anaya tak mampu lagi menahan air mata yang sedari tadi ingin runtuh di pipinya.
"Sudahlah, biarkan aku sendiri aku akan pulang" Ucap Anaya melepaskan pelukan nya dari Nick.
"Kita pulang bersama" Ucap Nick yang enggan melepas kan pelukan nya dari Anaya.
"Tidak perlu, aku ingin sendiri Ros pasti akan menyusul ku, aku akan menunggu nya di mobil" Ucap Anaya sekali lagi melepas tangan Nick yang melingkar pada tubuhnya dan berjalan menjauh
Nick mengikuti langkah Anaya, tapi Anaya berbalik " Jika kau masih mengikuti ku, kau mungkin tidak bisa bertemu dengan aku! " Ucap anaya yang matanya memerah meski air matanya sudah di hapus
Akkk kkh hhh hhh hhh....... Nick berteriak menarik kasar rambutnya dia tidak berani melangkah lagi, Anaya adalah wanita yang pemberani dan menepati janji Nick takut jika dia melangkah kan kakinya Anaya akan benar-benar menghilang.
Nick segera memberitahu Ros untuk segera menemui Anaya.
Anaya berjongkok di samping mobilnya menangis dengan menutup wajahnya "Kau sangat egois Nick " Ucap Anaya di sela tangisnya.
Anaya mendengar langkah berlari membuat nya segera menghapus air matanya.
"Anaya kau baik-baik saja? " Tanya Ros sama bila terengah-engah karena berlari dengan cepat untuk segera menemui Anaya.
"Hotel? Anaya kita pulang ke rumah tuan muda saja "
"Tidak"
"Pulang ke rumahmu "
"Tidak, itu bukan rumahku, itu rumah Tuan mu"
"Baiklah kita pulang ke apartemen milik ku, di hotel tidak akan terjadi hal baik" Ucap Ros
Anaya hanya menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam mobil.
Ros melajukan mobilnya ke apartemen milik nya, selama perjalanan Anaya hanya menatap kosong, membuat Ros sadar wanita yang biasa terlihat kuat dan ceria ternyata tetap memiliki sisi lemahnya.
Saat ini mereka sudah sampai di apartemen milik Ros, Ros membuka pintu dan apartemen nya sudah terlihat sangat rapi, Ros teringat kapten yang terakhir tinggal di sini *Apa dia membersihkan apartemen ku? " Ucap Ros dalam hati sedikit merasa senang
"Duduklah Anaya, aku akan membuat kan sesuatu yang hangat untuk mu agar kau merasa tenang" Ucap Ros berjalan ke dapur mininya dan membuat coklat panas untuk Anaya.
Ros kembali dengan dua cangkir di tangannya memberikan satu untuk Anaya " Minumlah dulu agar kau tenang " Ros menyodorkan cangkir ke tangan Anaya
Anaya menerima nya tanpa berbicara apa pun dan mulai meminumnya.
"Anaya kau bertengkar dengan tuan? " Ros mulai menanyakan apa yang terjadi
"Ros bisakah aku tidur sebentar" Anaya masih tidak ingin membahas apa yang terjadi dia hanya ingin memenangkan dirinya.
"Baiklah, kau bisa tidur di kamarku aku akan menunggu di sini Sembari menonton TV " Ucap Ros yang ingin memberikan ruang dan waktu untuk Anaya sendiri
Anaya mengangguk dan berjalan ke kamar yang Ros tunjuk dengan jarinya, Anaya menutup pintu kamar itu dan perlahan dia duduk di lantai
Air matanya mulai jatuh, terus membasahi wajahnya, dia menangis tanpa mengeluarkan suara * Anaya sejak awal kau mati karena percaya dengan laki-laki dan cinta, untuk apa di kehidupan baru kau juga melakukan hal yang sama apa kau bodoh!! apa kau benar-benar jatuh cinta pada orang tau tau malu seperti nya dia bahkan sanggup memikirkan hal buruk tentangmu!! Anaya bangun sadar Tuhan memberikan hidupmu kembali bukan untuk menangisi laki-laki dan cinta"
Aaaaa aaaa Aaaaa Aaaaa........... Anaya berteriak. PLA aaaakkk kkk Anaya menampar dirinya untuk menyadarkan nya alasan utama nya hidup...
"Berhenti menangis Anaya bodoh!! berhenti!!! kau bodoh kenapa harus menangis!! kau bisa hidup tanpa laki-laki dan cinta kau bisa Anaya Plaaaaaakkkkkk.. " Satu tamparan lagi mendarat di pipi Anaya sendiri
Anaya kemudian mengusap air matanya dan berjalan ke ranjang dan merebahkan dirinya sejenak.
Ros yang sedari tadi berdiri di depan pintu kamarnya ikut meneteskan air matanya mendengar Anaya yang menampar dirinya sendiri. *Anaya, aku tidak akan membiarkan mu di sakiti siapapun termasuk Tuan Muda Nick, karena kau membuatku merasakan rasanya memiliki teman dan saudara, Aku janji aku akan melindungi mu Adik ku" Ucap Ros yang menganggap Anaya seperti adiknya.