Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 61


Ros dan laki-laki itu bingung mendengar gumaman anaya


mereka juga panik melihat wajah pucat anaya


Ros menyadarkan anaya


"Anaya apa kau baik-baik saja?! " ucap Ros sedikit mengguncang tubuh anaya


tapi anaya yang mengingat kehidupan masa lalunya membuat tubuhnya lemas dan terjatuh di bawah


"Ak.. aku tidak apa-apa" ucap anaya sembari memaksakan senyum di bibirnya


"Apanya yang tidak apa-apa?!! " ucap laki-laki itu sembari membawa anaya dalam gendongan nya


"Kau harus ke dokter" ucapnya laki


"Hei sejak kapan kapten neraka sangat peduli padaku? " ledek anaya masih dengan tubuh yang lemas


"Berisik!! ini bukan termasuk peduli ini hanya kasihan!! " ucapnya ya laki-laki itu adalah kapten Neraka


sebelum menolong anya dia memang berencana makan di cafe itu namun tak di sangka dia malah menemukan kejadian yang luar biasa anaya di seret paksa oleh Glen


"Ros segera siapkan mobil!! " ucap kapten Neraka pada Ros


"Baik Kapten" ucap Ros canggung dia sedikit berteriak mendapat perintah dari kapten


"Kau tak perlu berteriak"


"Siap kapten" ucapnya lantang


"Terserah saja" ucap kapten Neraka yang tau kecanggungan Ros bila di hadapkan dengan dirinya


Ros segera menyiapkan mobil


saat ini anaya dan kapten Neraka ada di belakang sedangkan Ros menyetir di depan


Ros mengamati kapten dan anaya dari kaca


melihat Kapten yang seperti nya memang sangat peduli dengan anaya


itu membuat dada Ros sedikit sakit


"Wanita kau tidurlah! " ucap kapten Neraka


"Tidak!! aku baik-baik saja!! aku tidak perlu ke rumah sakit!! " ucap anaya


"Apa nya yang kau bilang baik!! wajah dan seluruh tubuhmu masih pucat! kau tidak baik"


"Aku yang memiliki tubuh aku tau tubuh ku baik-baik saja!! "


"Berisik!! " kapten Neraka menarik kepala anaya menyandarkan nya di bahunya


"Tidur ya tidur" ucapnya tanpa melihat anaya


anaya tiba-tiba merasa ingin menangis saat kepalanya menyentuh bahu kapten Neraka di kehidupan masa lalunya tidak ada seorang pun yang benar-benar tulus kepada melihat perlakuan kapten ini membuat dia bersyukur bisa terlahir kembali


Ros melihat adegan itu tersenyum getir


*Ros apa yang terjadi? bukankah hanya kagum saja kenapa sakit melihat nya dengan wanita lain" ucap Ros dalam hati


Saat ini Ros sudah memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit


anaya pun masih tertidur dengan air mata di wajah nya


Kapten yang melihat nya terkejut


kapten Neraka ingin menghapus air mata di pipi anaya tapi anaya yang selalu waspada menangkap tangannya dan menjauhkan kepalanya dari bahu kapten


"Kau mau apa?!! " ucapnya sembari menjauh


"Mau apa lagi tentu saja membangunkan mu!! kita sudah sampai"


anaya melihat dirinya saat ini sedang berada di mana


anaya melihat rumah sakit


"Tidak perlu ke rumah sakit aku baik-baik saja" menghapus air matanya yang baru dia lihat saat melihat pintu mobil


"Ros kita pulang!! "


"Ros buka pintu!!! " kapten Neraka langsung turun dan berlari membuka pintu samping anaya


dia membawa anaya dalam gendongan nya


"Ak.. aku baik-baik saja aku tidak ingin ke rumah sakit!! " ucapnya dengan kesal


"Ha!! kau diam!! tubuh sepucat ini masih banyak tingkah!! " gerutu kapten seperti sedang berbicara dengan anak kecil


ke dekatan anaya dengan kapten itu membuat hati ros semakin merasa sakit


namun ros tetap tegar dan berjalan di belakang mereka, memberikan penjelasan pada dirinya sendiri


*Ros kau hanya kagum pada kapten, kau seharusnya mendukung siapapun yang akan menjadi pasangan nya" ucap ros pada dirinya


Saat ini kapten dan anaya sudah berada di ruangan periksa


dokter menjelaskan anaya terlalu lelah dan kekurangan vitamin B12 dia hanya perlu istirahat yang cukup dan minum vitamin yang di resep kan dokter


di luar ruangan periksa


"Aku sudah bilang kan aku baik-baik saja!! "


"Kau mendapatkan resep kau tidak baik-baik saja wanita!! " ucap kesal kapten


"Aku baik-baik saja!! " anaya masih bersikukuh dia hanya perlu istirahat itu menurutnya dia baik-baik saja


"berisik!! kau duduk di sini aku akan mengambil obat untuk mu" ucapan kapten


"Tidak mau aku ikut!! " ucap anaya


ros hanya menggelengkan kepalanya melihat mereka yang selalu bertengkar tapi sebenarnya kapten sangat peduli pada anaya itu jelas terlihat


Kapten merebut resep di tangan anaya, anaya ingin mengambilnya tapi anaya sedikit kesulitan


"kembalikan biar aku sendiri yang mengambil obat ku" ucapan anaya mereka asik bertengkar membuat kapten tanpa sengaja menabrak seseorang di kursi roda dengan cepat anaya menangkap kursi roda itu


"Kau tidak apa-apa? " ucap anaya


"Aku tidak senga" ucapan kapten terhenti saat melihat orang yang berada di kursi roda itu


"Kakak yang menyelamatkan ku waktu itu" ucap gadis itu pada anaya


anaya mulai mengingat


tapi kapten menarik anaya


"Ayo pergi dari sini? " ucap kapten