
Di sisi lain
Kapten dan Anak buahnya sedang mengamati situasi, rumah dan kantor Vincent adalah target kapten kali ini
kapten masih di dalam mobilnya yang berada tidak jauh dari rumah Vincent, dia mencoba masuk ke dalam sistem keamanan milik Vincent dan berhasil, mengamati setiap tempat yang memiliki CCTV, dia mencurigai kamar pribadi milik Vincent, biasanya kamar tidak memiliki CCTV di depannya sedangkan kamar Vincent memilikinya, kapten juga menemukan bar di dalam rumah Vincent dia melihat pintu yang terkunci di dalam bar.
Waktunya terbatas kapten segera di ketahui oleh hacker yang menjaga sistem keamanan Vincent
"Dia tidak bodoh" Ucap kapten segera keluar dari sistem keamanan milik Vincent "Tapi kalian terlalu lemah untuk melawanku" Ucap kapten segera melajukan mobilnya dan kembali ke markas.
Di markas semua orang tengah sibuk, mereka sedang menekan saham Vincent bersama dengan Nathan yang mengarahkan mereka.
Nick baru saja tiba bersama dengan Jimmy dia juga tak hanya datang dengan tangan kosong, tapi dia membawa bukti bahwa pembunuhan orang tua Anaya bukan kecelakaan tapi pembunuhan.
Nick menaruh dokumen dan barang bukti di depan Nathan dan Kapten yang lebih dulu tiba dari pada Nick.
"Ini? " Menatap Nick
"Bukti yang aku temukan tidak sengaja" Ucap Nick yang tidak sengaja merentas ponsel milik paman Anaya dan menemukan bukti percakapan telepon Vincent dan paman Anaya, yang sengaja di rekam oleh paman Anaya untuk mengancam Vincent.
"Kejadian nya sudah lama, apa kau akan membuka kasusnya kembali? " Tanya kapten kepada kakaknya itu
"Tentu saja aku akan mencari keadilan untuk mertuaku" Ucap Nick sengaja memanasi kedua orang yang dia tau tertarik dengan wanitanya.
"Ck! Mulai lagi!" Kapten jengah dengan sikap kakaknya yang selalu menunjukkan bahwa Anaya adalah wanitanya.
"Tentu saja, aku peringatkan pada kalian berdua, kalian sudah tidak ada kesempatan lagi, jadi jangan berfikir untuk merebut wanitaku atau kalian akan menerima akibatnya"
Nathan tersenyum membalas tatapan mengancam dari Nick "Aku tidak akan merebutnya jika kau membahagiakan nya, tapi jika kau membuatnya menangis, menjadi musuh mu pun aku rela melakukan nya" Nathan terlihat serius membuat kapten merasa dirinya adalah pengecut tidak berani mengatakan yang sebenarnya.
"Dia gadis yang baik, kau harus menjaganya meski di luar dia sangat keras tapi hatinya sangat lembut, mudah baginya untuk merasa sedih" Kapten teringat saat Anaya ikut bersedih bersama nenek yang kehilangan cucunya.
"Kalian berdua untuk apa memberitahu ku, dia adalah wanita aku lebih mengerti dia dari pada kalian!! "
"Kami hanya ingin memastikan yang terbaik untuk nya" Ucap Nathan yang mencoba merelakan Anaya untuk sahabat nya, begitupun Mike yang perlahan melepaskan Anaya untuk kakaknya.
"Aku sudah tau, aku akan membuatnya terus menjadi wanita paling bahagia"
Di sisi lain
Braaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkk..... Vincent menghempaskan semua yang ada di meja kerjanya. " Sialan siapa yang berani mengusik ketenangan ku!!!, berani sekali bermain-main denganku!!! " Vincent mengepalkan tangannya dan memukulnya di meja kerjanya
Braaaaaakkkkkk.... Suara itu lagi-lagi terdengar
"Tuan saya susah menemukan siapa dalang di balik anjlok nya saham milik kita" Ucap orang kepercayaan Vincent
"Siapa? " Menatap tajam asisten nya menunggu jawaban
"Hope Entertaimen dan perusahaan Nick Walton mereka yang membuat semua orang untuk membatalkan proyek besar kita" jelas asisten nya
"Satu lagi, kerjaan bawah yang baru saja tuan bangun sudah mengalami penyerangan" Asisten nya memberikan kabar terbaru lagi
"Penyerangan? apa maksud mu?! "
"Banyak yang terluka karena pembantaian yang tidak di ketahuilah subuh tadi, anggota kita banyak yang mengalami cacat fisik"
"Sial sial sial.... siapa yang berani menghancurkan kerjaan yang baru saja aku bangun!!! "
"Mike Walton dia adalah pemimpin yang menyerang markas kita tadi malam menjelang pagi Tuan"
"Sialan!! kenapa keluarga Walton dan Jhonson tiba-tiba memusuhi ku!! sialan!!! aku harus bertemu Nick Walton!! " Vincent mengepalkan tangannya kuat.
***
Saat ini Anaya dan ros sedang berada di Mall memilih gaun untuk Anaya pakai besok.
"Anaya apa kau yakin, pestanya berada di kapal. pesiar" Ucap ros khawatir tentang keselamatan Anaya.
"Jangan khawatir aku sudah memikirkan nya matang-matang " Anaya terus memilih gaun untuk nya, dia mencari yang pas dan mudah untuk nya bergerak.
"Bagaimana aku tidak khawatir, jangan lakukan hal yang membahayakan "
"Kau kan ada, aku bisa mengandalkan mu bukan, Ros ini adalah waktu nya aku melepas belenggu masa lalu ku, aku ingin mengakhiri dendam ku besok tepat satu tahun setelah kehidupan kedua ku di mulai" Anaya ingat betul saat Tuhan memberikan dia kesempatan kedua.
"Anaya kau terlalu memandang tinggi diriku" Ros tidak menyangka Anaya akan sangat percaya dengan kemampuannya untuk menjaganya.
"Aku tidak memandang tinggi dirimu tapi aku tah, kau berbakat dan masuk akal, kau pasti bisa melindungi ku tapi aku juga pasti bisa untuk tidak merepotkan mu" Anaya tersenyum dan memperlihatkan baju yang dia pilih menempelkan nya di badannya
Ros mengacungkan jempolnya pada Anaya, Anaya juga memilihkan baju untuk Ros " Kita coba " Ucap Anaya yang memperlihatkan dua pasang baju di tangannya yang satu gaun hitam dan yang satu jas perempuan yang bagus.
Ros menggelengkan kepalanya " Tidak aku tidak perlu Anaya kau saja yang memakai nya" Mendengarkan perkataan Ros Anaya terlihat cemberut dan meletakkan kembali dua baju yang dia pegang.
"Apa yang kau lakukan? " Tanya Ros yang melihat dia baju itu di letakkan kembali
"Lebih baik aku tidak membelinya, aku membeli ini karena ini terlihat sama aku ingin kau mengenaliku jika terjadi sesuatu ku padaku di pesta nanti" Itu adalah alasan yang Anaya pikirkan sejak dia melihat gaun yang di siapkan Nick, tidak ada gaun hitam dan seusia dengan nya, kenapa Anaya memilih gaun hitam pada hakikatnya pesta ulang tahun harus memakai baju yang terlihat indah dan glamor meski warna hitam adalah warna yang elegan tapi untuk di pakai di kapal pesiar itu jarang di lakukan setidaknya itu yang Anaya pikirkan.
"Warna hitam terlalu mencolok tidakkah putih lebih baik? "
"Aku bisa menebak banyak dari mereka akan memakai baju warna putih, akan sulit untuk mu menemukan ku saat aku dalam kesulitan" Sanggah Anaya. " Meski aku akan berusaha tidak ada dalam masalah" Anaya tersenyum dan memberikan baju yang dia pilih untuk Ros.
Ros menerima baju itu " Jadi apa kau sudah memberitahukan kepada tuan kepergian kita besok? " Tanya Ros
Anaya terdiam sejenak dan tersenyum " Aku belum memberitahukannya aku lihat dia sedang sangat sibuk"
"Anaya jangan lakukan hal gegabah lagi, beri tahu Tuan segera, jika kau tidak mau biar aku yang memberitahukannya"
"Tidak perlu mengancam aku akan memberitahu nya" Anaya tersenyum membawa Ros untuk mencoba baju yang dia pilih