Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 66


Pagi menyapa matahari sudah mulai bersinar terang, anaya ingin menggerakkan badannya namun seperti nya ada yang menahannya, pada akhirnya anaya perlahan membuka matanya, pertama kali yang dia lihat adalah wajah tampan Nick yang masih tertidur.


Anaya Terlihat sedikit menarik ujung bibirnya, dia baru saja ingat bahwa dirinya tertidur di pelukan laki-laki yang dia lihat sekarang.


"Apa sudah puas menatap wajah tampan laki-laki mu ini" Nick tersenyum dengan mata masih tertutup dia baru saja mengintip saat anaya tidak tau.


"Wajah mu penuh dengan air liur!! " ucap anaya yang langsung mengalihkan pandangan nya


"He! benarkah? " ucapnya yang kemudian membuka matanya bangun dan segera menangkap kedua pipi anaya, membuat anaya terkejut namun Nick tanpa basa basi langsung mencium bibir mungil anaya membuat anaya membulatkan matanya karena tak menyangka Nick akan menciumnya.


"Apa.. apa yang kau lakukan!! " Setelah bebrapa kali anaya mendorong tubuh Nick dan akhirnya berhasil melepaskan ciuman itu.


"Tentu saja menghapus air liur ku" Ucapnya mengedipkan mata sembari mengusap bibir yang telah mencium anaya itu.


"Ka.. kau benar-benar mesum!! " ucap nya kesal dan membelakangi tubuh Nick lagi seperti posisi tadi malam.


"Aku hanya mesum padamu! Anaya" Nick ingin memeluk anaya namun anaya segera bangun dari tidurnya " kau mau kemana? " tanya Nick yang ikut duduk.


"Ke kamar mandi! membangun kan ku dari ucapan manis mu! " ucap anaya yang perlahan membawa infus nya dengan hati-hati.


"Tidak perlu! lebih baik kau kembali ke kamar wanita mu itu sebelum dia membuat keributan disini!! " ucap anaya yang sudah mulai melangkahkan kakinya menjauh dari ranjang


Nick turun dari ranjang dan kemudian berjalan di belakang anaya"Apa maksud mu anaya!!, dia bukan wanitaku!! dia hanya adik bagiku!!" Ucap Nick yang semakin mengikis jarak antara dia dan anaya


"Adik? kau bahkan tidak berhubungan darah dengan nya" Sindir anaya


"Aku tau tapi" Ucap Nick terhenti saat ucapan anaya menjadi kenyataan pintu kamarnya tiba-tiba di buka oleh seseorang


"Jimmy?! kau!! " menatap tajam Jimmy yang membawa Rachel ke kamar anaya.


"Kebetulan sekali Nona Rachel Tuan Muda baru saja ingin ke kamarmu! " ucap Anaya yang langsung berjalan ke arah kamar mandi


"Anaya berhenti di sana aku akan membantumu! " ucap Nick yang mengejar anaya untuk membantu membawakan infus miliknya


Anaya menghentikan langkah nya dan menengok ke arah Nick "Tidak perlu tuan Nick saya takut menganggu anda, saya tidak ingin merepotkan lagi" ucap anaya yang langsung berubah formal


"Anay" ucapan Nick terpotong


"Kakak aku ingin berjalan-jalan di sekitar rumah sakit bersama mu" ucap Rachel memohon suaranya terdengar begitu lemah


"Kebetulan aku ingin sendirian di kamarku, kalian semua boleh keluar" ucap anaya yang langsung melangkah namun baru dua langkah dia sudah berhenti dan menengok "Jangan lupa untuk menutup pintu nya Tuan Muda Nick" ucap anaya yang kemudian masuk kedalam kamar mandi


Nick mengepalkan tangannya melihat sikap dingin anaya padanya


"Kau keluar dulu dengan Jimmy"


"Tapi kak aku ingi" ucapan nya terpotong


"Aku bilang kau pergi dulu!! " ucap Nick sadikit lantang membuat Rachel memperlihatkan wajah ketakutan nya


"Ka.. kak me.. marahi ku apa kakak sudah melupakan tentang pengorba" ucapan Rachel terhenti saat Nick menatapnya


"Kau tidak perlu mengingat kan nya, aku akan segera membawamu jalan-jalan" ucap Nick yang langsung menggantikan posisi Jimmy mendorong kursi roda Rachel


"Jimmy kau jaga di luar! jangan terlalu dekat dengan nya" ucap Nick menatap tajam Jimmy tajam Nick sedang memperingati Jimmy untuk menjaga jarak dengan anaya


*Apakah kak Nick saling kenal dengan anaya? kenapa begitu perhatian dia hanya penyelamat ku saja tidak perlu sampai harus menyuruh tangan kanan nya untuk turun tangan menjaganya bukan" Ucap Rachel dalam hati


"Kak, apa aku boleh bertanya? "


"Hmm" Jawab singkat Nick yang sebenarnya enggan menanggapi Rachel


"Kenapa kakak bisa berada di kamar Kak anaya? "


"Jimmy sudah memberitahu mu aku ada di sana?! kenapa tidak menanyakan juga padanya kenapa aku ada di sana" ucap Nick


"Maaf kan aku kak, aku memang yang memaksa kak Jimmy untuk mengantarkan ku padamu, tapi itu karena aku ingin berjalan-jalan dengan kakak ku" Ucap Rachel yang terdengar sangat lembut


"Rachel sebaiknya kau jangan terlalu ikut campur dengan masalah pribadi ku! aku hanya menganggap mu seorang adik! sebagai ganti nya" ucap Nick


"Ya aku tau kak terimakasih, aku mengerti! " ucap Rachel tidak senang "Berhenti di sini saja kak, kau boleh pergi aku tidak menganggu mu lagi, maaf sudah menjadi pengganggu dalam hidup mu" Ucapnya sendu


"Aku tidak akan meninggalkan mu di sini aku akan antar kau ke kamar! " ucap Nick yang tanpa harus mendengar persetujuan Rachel dia langsung saja mendorong kursi roda Rachel menuju ruangan nya


Nick mendorong kursi roda Rachel sampai di ruangannya dia juga membantu Rachel untuk berbaring di ranjangnya


"Kau istirahat saja aku akan memanggil Jimmy kemari" ucap Nick yang ingin meninggalkan Rachel pergi namun Rachel menahan ujung lengan kemeja Nick


"Temani aku sebentar di sini kak, aku kesepian" ucapnya


Nick tanpa berkata langsung melepaskan tangan Rachel dari kemejanya dan duduk di kursi di samping ranjang


"Terimakasih kak" ucap Rachel tersenyum manis


*Aku harus mencari tahu hubungan Kak Nick dengan anaya! aku tidak bisa melepaskan kak Nick begitu saja, anaya jika kau ingin merebut kak Nick dariku? kau tidak akan memiliki kesempatan " Ucapan Rachel dalam hati