
Anaya yang lelah akhirnya terlelap, sedangkan Ros masih setia menunggu Anaya dengan menonton televisi dan beberapa waktu kemudian Ros ikut terlelap.
Anaya bagun terlebih dahulu dia membersihkan tubuhnya tanpa membangun kan Ros dia berganti dengan baju Ros, dan menyiapkan makan malam.
Ros terbangun dan mencium bau masakan " Anaya kau sudah bangun? " Tanya Ros khawatir dia melihat wajah Anaya yang masih sedikit kemerahan karena bekas tamparan nya sendiri
"Aku juga sudah mandi, aku juga mencuri bajumu" Anaya berusaha bersikap seperti tidak ada yang terjadi, dia membuat Ros sadar dia benar-benar wanita yang tegar.
"Hei pencuri kau harus membayar baju itu' Ros berusaha membuat candaan dengan Anaya.
" Tentu aku akan membayar dengan masakan ku yang sangat lezat, kau bersihkan dirimu dan kembali untuk makan" Anaya terus mengadopsi sup ayam yang dia masak.
"Baiklah, tapi Anaya dari mana kau mendapatkan bahan makanan? " Ros ingat dia tidak berbelanja banyak saat kembali
"Semua sudah ada di dalam lemari pendingin ini, bukan nya baru beberapa hari kau pulang, apa kau lupa" Anaya mengingat kan Ros, anaya pikir Ros lupa bahwa Ros akhir akhir ini baru saja pulang
"Ah aku sudah tua akan kah aku jadi pelupa" Ros berusaha menghibur Anaya dia bahkan bertingkah tidak seperti dirinya. *Apa kapten yang membeli semua ini? " Ucap Ros dalam hati
" Sudahlah sana pergi dan bersihkan dirimu" Anaya mengusir Ros, Ros bergegas membersihkan dirinya.
Anaya menyiapkan makanan nya di meja makan tiba-tiba bel apartemen di tekan, Anaya sedikit curiga dan melihat dari layar yang menampilkan CCTV di depan pintu. Anaya melihat sosok yang saat ini tengah membuatnya marah.
Ros yang baru selesai membersihkan diri melihat Anaya mematung di depan pintu dan bunyi bel yang terus di bunyikan membuatnya mengerti tuannya sudah menemukan nya dan Anaya.
"Anaya, aku tidak memanggilnya kemari" Ucap Ros yang tidak mau Anaya salah paham terhadapnya, Anaya tersenyum mendengar ucapan Ros dia tau seperti yang kapten katakan hanya do negara ini untuk Nick menemukan nya sangat mudah, jadi Anaya tidak berfikir Ros mengkhianati nya.
"Aku tau, hanya dengan mu tentu dia akan lekas menemukan ku, mau tidak mau aku harus bertemu dengan nya bukan" Ucap Anaya sembari memegang gagang pintu itu, Ros menghentikan nya
"Jika tidak mau bertemu, aku akan bicara pada tuan sekarang" Ros tidak ingin melihat Anaya menangis lagi, atau merasa sakit hati lagi
"Tidak masalah, bagaimanapun akhirnya aku akan bertemu dengannya cepat atau lambat" Anaya tau Ros mengkhawatirkan nya tapi, Anaya sudah meyakinkan dirinya, dia akan kembali seperti dulu tidak menganggap cinta itu ada dan Nick hanya tuan dari pemilik kontrak.
Anaya mengatur Nafasnya berusaha untuk tetap tenang, Anaya membuka pintu apartemen itu.
Nick melihat sosok yang ada di depannya membuka pintu membuat nya langsung memeluk Anaya, memeluknya begitu erat "Maafkan aku Anaya, aku tidak bisa menahan hatiku, aku sangat cemburu sehingga membuat ku hilang kendali maaf, maafkan aku Anaya" Terus memeluk Anaya dengan erat
Anaya melepaskan pelukan Nick " Tuan jangan khawatir aku baik-baik saja, kau tidak perlu cemburu aku akan menaati apa yang ada di kontrak kita" Anaya bermuka datar hatinya kembali membeku, Nick menyadari sesuatu pintu yang sudah susah payah dia buka sedikit kini celah itu kembali tertutup rapat.
"Anaya apa yang terjadi aku benar-benar minta maaf berhenti mengatakan kontrak dan kontrak. Kau adalah wanitaku tidak ada kontrak di antara kita, Anaya aku tulus menyayangi dan mencintai mu" Nick merasa sakit melihat sikap dingin Anaya padanya dia benar-benar menyesalinya.
"Terimakasih" Anaya membuka pintu sedikit lebar membiarkan Nick untuk masuk " Apa tuan mau makan? " Tanya Anaya
Nick tidak bisa berkata lagi dia benar-benar tidak menyukai sikap Anaya yang sangat dingin padanya.
Nick sendirian tanpa Jimmy, Jimmy bertugas menjaga Rachel, Nick masuk Anaya menyajikan sup ayam hangat untuk Nick.
Ros melihat Anaya yang dari permukaan terlihat perhatian tapi di dalamnya dia sangat acuh pada Nick.
Mereka semua makan dengan hening, dengan cepat menghabiskan makanan yang Anaya buat.
"Anaya kita pulang sekarang, kau tidak perlu tinggal di apartemen Ros, kau punya aku kau punya rumah sendiri kenapa merepotkan Ros"
"Ok, kita pulang, Ros kita kembali ke rumah tuan muda" Anaya tidak ingin berdebat dengan Nick dia bergegas keluar dari apartemen meninggalkan Nick dan Ros yang mematung melihat sifat Anaya yang berubah
Ros segera mengikuti Anaya yang sudah berada di depan mobil yang Ros kendarai "Ayo Ros nanti kemalaman"
"Anaya kau satu mobil denganku! kita pulang bersama" Nick menahan Anaya masuk kedalam mobil yang Ros kendarai
"Baiklah kau juga boleh masuk" Anaya melepaskan tangan Nick kemudian duduk di jok depan bersama Ros yang menyetir, Anaya menutup pintunya dengan kencang.
"Kita bertemu di rumah" Ucap Nick yang memilih mengalah dan menaiki mobilnya sendiri
"Ok aku mengerti, Ros jalan" Sesuai instruksi Anaya Ros menjalankan mobilnya ke rumah Nick
Mobil Ros terlebih dulu masuk ke halaman rumah di ikuti mobil yang di kendarai Nick.
Anaya segera turun bersama dengan Ros, Nick dengan cepat menghentikan mobilnya. berlari menghentikan langkah Anaya.
"Jangan terus bersikap keras kepala Anaya, aku sudah meminta maaf!! jangan terus membuatku merasa bersalah" Ucapan Nick semakin membuat Anaya muak, bagaimana bisa Nick berfikir seperti itu, menganggap ucapan nya hanya kesalahan yang tidak ada artinya.
"Terserah apa katamu! lagi pula aku tidak berhak marah! kau tuan nya aku budaknya" Anaya mengeratkan gigi setelah mengatakan itu.
"Kau bukan budak ku!! kau wanitaku, ini kau harus slalu ingat kau wanitaku" Nick mendekat kabar wajahnya mencium bibir Anaya.
Dia menciumnya begitu lama, sehingga Anaya hampir kehabisan nafasnya, Anaya memberontak memukul mukul dada Nick.
Nick melepaskan ciumannya namun berakhir mencium leher Anaya, mengigit nya di sana.
"Ahh , Apa yang kau lakukan kenapa menggigit ku? " teriak Anaya.
"Kau adalah milik ku, dan ini adalah tandanya, Anaya jangan marah lagi aku mohon" Nick menyenderkan kepalanya di pundak Anaya, berharap Anaya memaafkannya.
"Kalau begitu bisakah kau tidak memikirkan Rachel tidak mengurusnya secara berlebihan!! kau marah ketika aku berdua dengan Nathan tapi kau memintaku untuk memaklumi setiap perbuatan mu terhadap Rachel!! apa kau yakin aku ini wanita mu? " Ucap Anaya yang segera mengangkat Kepala Nick dan berjalan meninggalkan Nick.
Tapi tidak. semudah itu Nick memeluknya dari belakang " Apapun yang kau mau aku lakukan "
Anaya tersenyum " Kau selalu berkata iya GAPI lagi dan lagi kau tidak bisa menghentikan rasa peduli mu pada Rachel! aku tidak pernah sebanding dengan janjimu pada Roland! " Ucapan Anaya itu membuat pelukan Nick melemah Anaya segera masuk ke dalam rumah