Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 15


Tiga minggu setelah Anaya bergabung dengan Hope entertainment


Anaya sangat di Terima di lingkungan modeling ini, selain parasnya yang cantik dia juga sangat profesional, datang tepat waktu sikapnya juga baik.


Hari ini anaya sedang melakukan pemotretan


Di ruang tata rias di tempat pemotretan, saat anaya sedang bersantai menunggu giliran nya


Namun tiba-tiba ada kegaduhan di sana!!


Plaaaakkkkkkkk satu orang asisten di tampar keras di sana


Tadinya Anaya hanya melihat saja


"Kau sangat bodoh!!! bagaimana bisa menyiapkan baju yang begitu jelek hah!!! apa kau ingin mempermalukan ku!!" Ucap wanita itu


"Ta.. tapi Nona No.. na yang menyuruhku membawa baju ini untuk Nona" Ucap Asisten kecil itu


"Apa kau bodoh aku tidak akan mempermalukan diri ku sendiri bukan!! kau asal bicara saja!! jika bukan karena ibumu mengemis padaku dan melihat persahabatan kita di masa lalu aku tidak sudi menjadikan mu asisten" Ucap wanita itu


Asisten itu mengepalkan tangannya dia ingin menampar kembali wanita itu tapi tidak berani dia hanya bisa menahannya


dia yang sudah berkorban waktu dan tenaganya sama sekali tidak di hargai, bahkan gajinya sering di potong


Anaya melihat gadis itu seperti melihat dirinya di masa lalu di manfaat kan orang yang dia anggap sahabat nya


*Cieh!! orang yang memanfaatkan kata persahabatan lagi!! benar-benar menjijikkan " Ucap Anaya dalam hati teringat Stella yang dulu juga begitu kepadanya memanfaatkan dirinya dengan kedok persahabatan


Anaya mengambil segelas air minum di meja yang ada di depannya dan menyiramnya tepat di wajah wanita yang sedang mengomeli asisten nya


"Byuuuuuurrrrrr, berisik sekali!!! " Ucap anaya


Semua


"Kau siapa?! beraninya kau" Ucap wanita itu ingin menampar Anaya tapi anaya dengan cepat menangkap wanita ini


"Aku anaya!! " Ucap Anaya santai dan melempar kan tangan wanita itu


"Cieh!!! kau apakah pendatang baru, berani sekali ikut campur urusan ku!! apa kau tau siapa aku" Ucap wanita itu


"Aku tidak tau dan tidak mau tau!! yang aku tau kau membuat keributan dan mengganggu ketenangan ku!! " Ucap Anaya


"Sial kau wanita sialan!! lihat saja bagaimana aku akan membereskan mu!! " Ucap wanita itu


Anaya tidak memperdulikan nya, dia berlalu melangkah mendekati asisten kecil itu


"Jika ingin marah ya marah saja! jangan di tahan jika kau di pecat bisa mencari ku" Ucap anaya berlalu dan menepuk pundak asisten kecil itu


Setelah pemotretan di dalam mobil asisten anaya menatap anaya tajam


"Ada apa? " Tanya anaya tanpa rasa bersalah


"Apa kau sudah gila!! baru satu minggu debut kau sudah menyinggung artis dan model senior dan malah ingin merekrut anak buah!!! " Ucap Asisten anaya kesal


"Apa kak Rage gila!! apa aku harus diam saja melihat seorang wanita lemah di tampar begitu saja, aku tau dia sengaja memakai baju itu kok, seperti nya dia memiliki dendam pada asisten nya" Ucap Anaya


"Itu buka urusan mu!! berhenti ikut campur urusan orang lain, kau baru saja memulai karier mu apa kau ingin segera out dari dunia entertainment ini! apa kau ingin tuan Nathan membunuhku" Ucap Rage


"Anaya! apa kau tidak tau siapa yang baru saja kau singgung?! aku rasa kedepannya kita akan menganggur" Ucap Rage


"Bagus kita sudah terlalu lelah bekerja satu minggu ini bukan" Ucap anaya santai


"Anaya!!! kau benar-benar menganggap remeh semuanya,


dia adalah yelita dia di kabarkan memiliki orang kuat di belakang nya!! kau baru saja menyinggung nya bagaimana ini" Ucap Rage panik


Anaya tidak menanggapi sang manajer dia hanya tersenyum


"Kak rage bantu aku mencari apartemen baru hari ini aku akan pindah " Ucap Anaya saat mobil yang membawa anaya sampai di apartemen nya


"Hah!! Apa kau gila, kau baru saja menyinggung senior mu lalu kau menyuruh ku mencari apartemen? kau ingin membayarnya dengan apa kedepannya kita pasti akan sepi job " Ucap rage mengomel


"Akan aku bayar dengan uang, kak rage tinggal siapkan semuanya aku akan pergi mengemas barang ku sekarang" Ucap Anaya


"Anaya!! " Ucap Rage frustasi dengan sikap anaya


Anaya bergegas masuk ke dalam apartemen, membereskan semua bajunya agar tidak ada yang tertinggal


anaya juga melihat ke kamar Stella


Anaya mencari semua barang miliknya yang diam diam stella ambil saat dia tidak ada, dulu dia tau tapi hanya diam tapi anaya yang sekarang tentu saja tidak akan tinggal diam


Anaya mengambil semua barangnya dan juga mengambil setiap kado yang dia berikan saat ulang tahun Stella barang yang tidak murah, Stella dulu selalu memanfaatkan persahabatan mereka membuat anaya memberikan semua keinginan Stella


Setelah Anaya mengemasi semuanya Anaya menuliskan surat dan di taruh di tempat tidur Anaya tersenyum


dan membawa semua barang-barang anaya


Anaya keluar dari apartemen dan mengembalikan kunci apartemen kepada sang pemilik


Anaya sekarang sudah membawa 2 koper satu tas ransel, membawanya sekaligus


membuat menejer anaya melotot


"Kak rage" Ucap anaya


"Anaya apa kau benar-benar wanita membawa semua ini bersamamu sekaligus" Ucap Rage heran dirinya yang laki-laki belum tentu bisa melakukan nya


"Ini belum seberapa aku bahkan bisa menggendong mu kak" Ucap Anaya bergurau


"Ap.. apa yang kau katakan kau seorang wanita kenapa mengatakan hal seperti itu kepada laki-laki" Ucap Rage


"Hah laki-laki? memangnya kakak laki-laki" Ucap Anaya yang tidak pernah menganggap laki-laki diri hari pertama bertemu karena sikap lembut rage meski tegas namun anaya merasakan sifat ini


keibuan dari rage ini


"Anaya berhenti bercanda" Ucap Rage


"Hah baiklah" Ucap anaya yang menaruh sendiri barang nya di bagasi, membuat rage menggelengkan kepala


*Anak ini? dia berani dan jujur kuat dan cerdas, dia pasti akan menjadi bintang masa depan" Ucap Rage menatap anaya yang sudah masuk kedalam mobil


"Kak ayo pergi" Ucap Anaya