
Anaya merebahkan dirinya sejenak yang lelah karena olahraga yang dia lakukan dengan Nick.
Anaya memandang langit-langit kamar besar yang sudah dua hari Anaya dan Nick tempati dengan nyaman, Anaya mulai menghirup bau yang tertinggal di kamarnya.
Anaya sejenak terlena, kemudian dia teringat dengan masakan nya dan juga Nick yang belum sarapan. "Haruskah aku memasak sekarang?, oh tubuh ku kenapa kau begitu lemah, lihat tuan muda itu, dua ronde melakukan nya dan masih bisa pergi kerja dengan semangat" Anaya memotivasi dirinya untuk memasak.
Anaya akhirnya turun ke dapur, melihat semua masakan nya sudah di bersihkan "Apakah paman aji yang membersihkan nya? ah sudahlah aku buat adonan yang baru" Ucap Anaya segera mengambil daging ayam di lemari pendingin, memotongnya dan membuat adonan untuk membuat ayam karage.
Anaya mulai menggoreng daging ayam itu, beberapa kali Anaya mulai menggoreng, sembari membuat saus untuk ayam karage nya itu.
Waktu berlalu dengan cepat, Anaya menyelesaikan makanan nya, menaruhnya pada dua tempat makan berbeda, bagaimana pun dia sudah berhutang terimakasih pada Mike, dia juga hutang berterimakasih pada Nick, jadi dia membagi ayam karage itu menjadi dua kotak makan. "Sudah selesai, lebih baik aku mengganti pakaian ku untuk mengantarkan makanan pada Nick dan kapten neraka" Ucap Anaya bergegas meninggalkan kotak-kotak makan itu.
Anaya sudah mengganti pakaian nya dengan yang lebih pantas, dia akan ke kantor setidaknya dia harus berpakaian yang layak.
Anaya berjalan ke arah dapur, di sana sudah ada paman aji
"Ah apa kotak makan ini Nona Anaya uang siapkan? " Tanya paman Aji
"Benar, seperti yang paman lihat, Nick seperti nya belum makan, aku akan mengantarkan makanan ini untuk nya"
"Tapi kenapa ada dua kotak makan"
"Itu" Anaya menggosokkan tangannya di leher nya yang tak gatal itu "Untuk Kapten Neraka tanda terimakasih untuk nya" Ucap Anaya sedikit ragu, dia tidak ingin di salah pahami orang, apa lagi orang itu paman Aji.
"Biar saya yang bawakan milik Tuan muda kedua" Ucap paman Aji ingin membantu.
"Ah tidak tidak biar aku sendiri yang memberikan nya padanya, oh ya paman bisakah kau meminjamkan ku salah satu kunci mobil yang berderet di luar" Ucap Anaya yang ingin mengemudi sendiri, bagaimana pun Ros harus beristirahat dia juga sudah berjuang bersama dengannya melenyapkan dokter Arga.
"Lebih baik saya mengantarkan Nona, Tuan muda tidak akan mengijinkan Nona Anaya mengemudi sendiri" Paman Aji takut jika akan terjadi hal yang tidak di inginkan pada Anaya tuan muda nya pasti akan menyalahkannya.
"Tidak paman Aji, paman di rumah saja, paman jangan khawatir aku mungkin bisa menyetir" Ucap Anaya yang memang belum pernah belajar menyetir di kehidupan ini ataupun sebelum nya.
"Nona anda membuat saya khawatir saya akan mengantar Nona selamat sampai tujuan" Ucap paman Aji
"Baiklah jika paman memaksa aku tidak keberatan " Anaya tidak enak hati lagi untuk menolak paman Aji, bagaimanapun Anaya tidak mungkin menyetir sendiri.
Saat ini Anaya sudah duduk di samping paman aji yang menyetir. Suasana cukup hening sampai paman aji menghela nafas dan mulai berbicara.
"Nona Anaya, terimakasih" Ucap paman aji yang membuat Anaya bingung.
"Untuk apa paman aji berterimakasih? sepertinya aku tidak melakukan apa-apa yang harus mendapatkan kata terimakasih" Anaya mengatakan apa yang ada di hati dan pikiran nya.
Paman aji tersenyum, dia menertawai dirinya yang dulu mencurigai Anaya, ternyata Anaya adalah gadis baik " Nona telah melakukan banyak hal, menolong saya membuat Tuan Nick membuka hatinya dan bahagia " Ucap paman aji.
Anaya mengernyitkan dahinya "Memang nya Tuan Muda Nick tidak pernah membuka hatinya untuk orang lain? " Tanya
"Tuan muda Nick memang di kabarkan gonta ganti pasangan, namun sebenarnya itu hanya untuk menutup berita yang beredar, tuan muda tidak pernah memikirkan tentang hubungan, dia sibuk menumpuk kekayaannya. Tuan muda hanya pernah membawa Nona Rachel ke rumah, tapi ternyata Nona Rachel hanya adik angkat untuk Tuan muda"
"Benarkah? apakah paman m nganggap juga seperti itu? "
"Nona jangan ragu, Tuan Muda adalah tipe yang setia, bahkan hanya melihat sekilas juga akan tau bahwa Nona satu-satunya wanita yang di akui" Ucap paman Aji serius.
Anaya tersenyum dan menghela nafasnya "tapi seperti nya aku tidak sepenuhnya di hatinya, aku belum tentu menang melawan Roland" Gumam Anaya lirih tapi paman Aji mendengar nya, bagaimana pun paman Aji tau seberapa besar kedekatan Nick dengan Roland yang melebihi kedekatan Nick dengan Mike.
"Tuan hanya merasa bersalah Nona Anaya, perlahan dia akan melepaskan nya"
"Aku tidak tau, selama dia tidak melepaskan kematian Roland akan ada kesempatan untuk Rachel terus mendekati nya" Ucap Anaya
Paman Aji tidak bisa berkata lagi, dia sendiri juga tau kelemahan Tuannya adalah Roland, tentu saja tidak menutup kemungkinan perkataan Anaya akan jadi kenyataan, selama Nick masih memendam rasa bersalah dan tidak melepaskan kematian Roland, Rachel akan terus masuk ke kehidupan Nick dengan alasan Roland.
Sekian lama perjalanan itu menjadi hening sampai akhirnya Anaya sampai di kantor Nick.
"Nona Anaya, saya antar ke dalam? " Tanya Paman Aji.
"Baik kalau begitu, saya permisi" Ucap paman Aji yang tersenyum kembali ke arah Anaya
Anaya menghela nafasnya melihat gedung yang sangat besar di hadapan nya, ini kali pertama Anaya mengunjungi kantor utama milik Nick.
Anaya masuk, bertanya pada resepsionis
"Apakah Tuan Nick ada? "
"Ada Nona, tapi beliau sedang rapat" Ucap resepsionis satu
"bisakah aku bertemu dengan nya?, setelah rapat" Anaya tidak ingin mengganggu rapat Nick jadi dia mencoba untuk menunggu
"Apakah Nona memiliki janji dengan Tuan muda? " Tanya resepsionis itu
Anaya tidak menjawab membuat kedua resepsionis itu berbisik-bisik.
"Siapa wanita itu? "
"Selama ini hanya Nona Rachel yang bisa datang kesini" Ucap resepsionis kedua.
"Mungkin dia wanita yang berpura-pura untuk bertemu dengan Tuan" Bisik resepsionis satu
"Mungkin saja" Ucap resepsionis dua berbisik
Anaya tidak ingin berdebat dia langsung menelpon Nick, Nick yang sedang rapat tidak pernah mengangkat telpon nya namun kali ini dia melakukan hal tabu itu.
"Ada apa? " Ucap Nick di seberang telepon.
"Aku ada di kantor mu, menunggu" Ucap Anya singkat membuat dia resepsionis itu tidak percaya, Tuan muda nya adalah orang yang dingin melihat cara bicara Anaya tidak mungkin sedang bicara dengan bos nya.
"Benarkah, rapat segera selesai langsung ke kantor ku saja" Ucap Nick
"Ok" Ucap singkat Anaya menutup telponnya. "Aku sudah membuat janji dengan Tuan muda Nick, dia bilang untuk ku menunggu di ruangan nya" Ucap Anaya
Kedua resepsionis itu malah tertawa mengatakan Anaya wanita gila "Nona ini bukan rumah sakit jiwa jangan menghayal di sini" Ucap resepsionis satu.
"Kau memang cantik tapi Tuan muda kami tidak akan menerima sembarangan orang sepertimu, untuk masuk ke kantor nya" Ucap resepsionis dua.
"Aku sudah membuat janji, sekarang kau bilang aku gila, baiklah terserah saja kalau tidak percaya, aku titipkan sarapan untuk nya" Ucap Anaya menaruh ayam karage nya di atas meja resepsionis itu.
Anaya bergegas pergi menunggu taksi yang sudah dia pesan.
Nick tergesa-gesa ke ruangannya berharap Anaya ada di sana, namun Nick tidak menemukan Anaya.
Nick segera ke resepsionis, Jimmy terus mengikuti tuan muda nya itu.
Sampai di ruang resepsionis, Nick melihat kotak makan yang ada di meja itu. "Di mana!! " Ucap Nick setengah berteriak membuat kedua resepsionis itu terkejut.
"Maaf Tuan" Ucap resepsionis dua
"Aku bilang dimana wanita yang mengantarkan ini"
"WA.. wanita itu sudah pergi tuan"
"Jimmy lihat CCTV apa yang terjadi, aku menyuruhnya menunggu di ruangan ku bagaimana bisa di pergi!! " Ucap Nick
"Tu.. tuan maafkan kami, sebenarnya wanita itu sudah mengatakan itu, tapi kami tidak percaya karena hanya Nona Rachel wanita yang bisa masuk ke ruangan tuan"
"Hah! sejak kapan bawahan ku berani mengatur siapa yang boleh dan tidak boleh menunggu di ruangan ku hah! Jimmy pecat mereka berdua!! jangan biarkan mereka berdua mendapat pekerjaan di manapun" Teriak Nick penuh emosi
"Tuan maafkan kami tuan" Nick tidak mendengar kata-kata dua resepsionis itu dia segera berlari keluar dan berharap menemukan Anaya...