Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Ekstra part 1


"Anaya" Nick berlari untuk memeluk Anaya, dia tidak menyangka takdir sebaik ini padanya "Anaya aku sangat merindukan mu" Ari mata mengiringi suara Nick


Anaya bergegas mendorong Nick membuat Nick mundur ke belakang, Elbara yang menyadari siapa laki-laki yang ada di depannya langsung menghalangi pandangan Nick untuk melihat Anaya.


"Jadi kau laki-laki pengecut yang hanya menjadikan Anaya wanita kontrak! kau bajing*n!!! " El tidak menyia-nyiakan kesempatan dia sudah lama ingin menghajar laki-laki yang tidak bertanggung jawab dengan sepupu nya itu


Buuucgh...


Satu pukulan mendarat sempurna di wajah Nick tiba-tiba wanita berlari dengan cepat ke arah mereka, Jimmy berusaha menahannya tapi tidak bisa.


"Kau laki-laki sialan beraninya memukul kakak Nick ku" Ucap Rachel lantang dia belum sadar wanita yang di tutupi El adalah Anaya. Rachel ingin membantu Nick menghapus darah di ujung bibirnya tapi Nick menepis nya


*Benar-benar pasangan sejati, jadi aku adalah benalu selama ini saat aku pergi dia bergegas menikahi nya benar-benar menjijikkan aku hampir percaya dengan kata manisnya kalau aku wanita satu-satunya miliknya" Ucap Anaya dalam hati


"Diam!, Jimmy bawa Rachel pergi dari sini" Teriak Nick membuat Rachel bingung dia datang untuk membelanya bagaimana bisa dia malah di usir oleh Nick


"Kau sebaiknya juga pergi" Ucap Anaya yang kemudian berlalu masuk rumah, seketika wajah Rachel memucat melihat Anaya masih hidup


*Dia belum mati? aku belum bisa menaklukkan kak Nick kenapa dia muncul kembali benar-benar sial! " Umpat Rachel dalam hati.


"Anaya jangan pergi, Anaya beri aku kesempatan kedua Anaya" Nick memohon dengan tulus Nick bahkan berlutut.


"Kau pergi! Mamaku tidak ingin melihat mu, Dady bawa aku masuk" Ucap Erick yang tanpa di beritahu sudah mengerti orang yang ada di depan nya kemungkinan besar ayah kandung nya yang mencampakkan ibunya


"Pergi dari sini! jangan sampai saya memanggil polisi kemari!! " Ucap El


"Erick beri Papa kesempatan kedua" Ucap Nick yang entah mengapa sangat yakin kalau Erick adalah putra nya, di lihat dari wajah saja mereka sangat mirip.


"Siapa anakmu! " Erick segera meninggalkan Nick di ikuti dengan El dan Kelly


setelah masuk rumah Kelly segera memeluk Anaya "Aya tenanglah kami di sini, kami tidak akan membiarkan dia menyentuh mu! " Ucap Kelly menenangkan Anaya


"Dia sudah memiliki istri kenapa masih ingin menjeratku!" ternyata sudah 5 tahun berlalu Anaya belum sepenuhnya menghapus nama Nick dari hatinya, dia begitu sakit melihat kedatangan Rachel bersama dengan Nick.


"Anaya tapi apa kau yakin dia istrinya? jika dia istrinya kenapa dia memanggilnya kakak bukan suami? "


"Itu bukan urusan ku, aku hanya tidak mau berurusan lagi dengannya" Anaya menghapus Air matanya.


Erick memeluk Mama nya "Erick akan menjaga Mama, Mama jangan khawatir jika Mama tidak ingin kembali dengan Papa, biar aku yang menjaga Mama" Ucap Erick memeluk ibunya ibunya memeluk Erick


"Terimakasih sayang, Mama sudah bahagia dengan memiliki mu di sisi Mama" Ucap Anaya


"Anaya aku tidak akan pergi dari sini sampai kau memberiku kesempatan untuk menjelaskan semuanya!! " Teriak Nick yang masih berlutut di luar rumah Anaya


"Jangan hiraukan dia kau lebih baik istirahat, Kelly antar aya ke kamarnya" Ucap El yang khawatir dengan ke adaan Anaya dan mental Anaya.


"Biarkan saja! dia pantas menerimanya" Ucap El yang ingat bagaimana bisa Anaya sekarang bersamanya Anaya bahkan harus menahan nafasnya cukup lama sampai El menemukan nya.


Erick melihat lekat wajah Papa nya yang terlihat penuh penyesalan tapi dia juga tidak bisa untuk tidak membenci Papa nya, selama ini dia tahu perjuangan Mama nya bekerja tanpa henti untuk mencapai titik ini, di mana saat itu papanya.


Siang berganti senja, Erick melihat lagi dari jendela papanya masih setia berlutut di sana "Erick kau sedang apa di situ? " Tanya Anaya yang baru saja bersiap untuk ke dapur menyiapkan makan malam bersama kelly,.


Erick terkejut mendengar suara Mama nya dia segera menutup gorden jendela itu " Tidak ada hanya melihat seperti nya akan turun hujan " Kilah Erick, Erick belum tau situasi nya bagaimana, dia tidak bisa menyakiti ibunya tapi dia penasaran kenapa Ayahnya tega menelantarkan nya dan ibunya.


Anaya dan Kelly memasak kepiting dan lobster beberapa sayuran juga mereka siapkan, Anaya memasak begitu banyak makanan lezat untuk merayakan hari jadi putranya.


"Sayang kemarilah" Ucap Anaya setelah selesai memasak semua hidangan lezat, meja besar itu sangat penuh dengan makanan laut makanan kesukaan Erick.


"Mama, terimakasih" Ucap Erick memeluk mamanya tanpa sadar sebuah gelang cantik sudah melingkar di tangan Anaya, Anaya menyadari nya saat Erick melepaskan pelukan nya itu


"Ini? sayang lagi-lagi kau membelikan mama hadiah di hari ulang tahun mu" Anaya menatap berkaca-kaca wajah tampan putranya benar-benar membuat Anaya bersyukur melahirkan putra setampan dan secerdas Erick.


"Mama pantas mendapatkan hadiah karena jika Mama tidak melahirkan ku tidak akan ada aku di dunia ini" mendengar ucapan putra nya Anaya tak dapat lagi membendung air mata bahagia yang sudah membendung di pelupuk mata.


"Mama tidak perlu hadiah, mama sudah memiliki hadiah terbesar di hidup Mama yaitu memiliki kamu sayang" Anaya memeluk putra kecilnya yang sangat pintar itu


Erick menyentuh lehernya sebuah kalung berbentuk rantai ber-bandul kan bentuk pisau lipat kecil menggantung di leher Erick.


"Apa ini Mama?, Ini tidak terlihat keren" Ucap Erick yang tak ingin mengakui betapa keren nya hadiah dari Mama nya.


"Kau bisa melepas nya dan menyimpan nya, Mama membelinya hanya karena suka dengan bentuknya dialah yang menyelamatkan Mama berkali-kali " Ucap Anaya tersenyum pisau lipat adalah senjata yang selalu Anaya gunakan untuk menjaga diri.


"Malas, aku ingin segera makan" Ucap Erick yang sebenarnya enggan melepaskan nya hanya saja dia malu mengatakannya.


"Tunggu paman dan mommy juga memiliki hadiah untuk mu" Ucap Kelly memberikan sebuah foto


"Apa ini mommy sebuah foto? " Ucap Erick yang sedikit kecewa karena sebelumnya Kelly berjanji akan membelikan Komputer dan beberapa peralatan lainnya, Erick melihat apa yang ada dalam foto itu "Ini semua milik ku? " Tanya Erick bersemangat


"Sudah berada di ruang rahasia mu" Kelly mengedipkan matanya, Erick memeluk ibu angkatnya itu


"Terimakasih mommy "


"Tidak kah berterimakasih dengan daddy" Ucap El berharap


"Tidak panggilan daddy tidak berlaku di rumah" Ucap Erick dia senang sekali mempermainkan Paman nya yang berhati lembut itu


"Sudahlah hentikan drama mu, Erick ayo tiup lilinnya ucapkan doamu" Ucap Kelly yang melihat Anaya sudah menghidupkan lilin di kue itu


"Baiklah " Ucap Erick segera menutup matanya dan berdoa *Aku harap ibu selalu bahagia" Doanya dalam hati.