Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 103


Ros mengemudikan mobil, melewati rumah pizza yang terlihat enak.


"Ros, kita makan dulu seperti nya pizza itu enak apa kau mau mencobanya? " Tanya Anaya


"Tentu, kita juga tidak ada rencana untuk pergi membalas dendam, menikmati makan juga bagus untuk menjaga mood" Ros mengatakan itu karena tau Anaya sedang tidak baik-baik saja, bagaimana pun sekarang bos nya sedang dengan wanita lain, tentu Ros memahami bagaimana rasanya melihat pria yang kita cintai bersama wanita lain.


"Benar kita harus makan yang banyak" mendengar kata itu dari Anaya Ros segera melajukan mobilnya dan parkir di halaman rumah pizza itu.


Anaya bergegas keluar saat mobilnya sudah berhenti di ikuti dengan Ros yang berada di belakang nya.


Anaya masuk dan melihat seseorang yang sudah lama tidak dia lihat sendiri sedang menunggu pesanan nya, " Diana" Teriak Anaya membuat seluruh pengunjung melihat ke arahnya tak terkecuali nama orang yang Anaya teriakan.


"Anaya" Diana melambaikan tangannya, memberi kode untuk Anaya duduk bersama dengan dirinya


"Lama tidak bertemu, apa kau sendirian? " Anaya melihat sekeliling mungkin saja ada orang lain yang bersama dengan Diana.


"Aku masih sendiri, tapi tidak nanti " Diana mengangkat telpon nya, dia bermaksud memberitahu dia sudah memiliki janji temu dengan seseorang.


"Oh iya Diana kenalkan dia Ros, dia sama seperti mu orang yang berharga untuk ku" Ucap Amaya memperkenalkan Ros, mereka berdua saling berjabat tangan dan berkenalan satu sama lain.


"Anaya apa kau sudah dengar paman dan bibirmu kecelakaan? " Tanya diana yang tak tau apa-apa di balik musibah yang menimpa paman dan bibi Anaya.


"Aku sudah mendengar nya " Anaya tidak berselera untuk membahas ke dua orang yang telah mencelakai orang tuanya.


"Diana baiknya kita tidak usah membahas itu, kau tau sendiri bagaimana prilaku mereka pada Anaya" Ucapan Ros yang terlihat lebih memahami Anaya meski dirinya tidak lebih dulu mengenal Anaya.


"Aku mengerti ini salahku, kalau begitu aku akan mentraktir kalian berdua untuk permintaan maaf ku telah berbicara omong kosong" Diana segera mencairkan suasana dia juga tidak ingin sahabat nya itu merasa tidak mood


"Kau yang bilang, aku akan memesan banyak varian " Anaya bersemangat membuka menu membuat dua orang tersenyum ke arah Anaya, entah mengapa keceriaan Anaya adalah moodboster untuk Ros dan Diana.


Anaya mengangkat tangannya memanggil pelayan, dan menunjukkan menu yang ingin dia pesan.


Diana menggelengkan kepalanya "Apa kau yakin akan menghabiskan semuanya Anaya? "


"Tentu Ros makan sangat banyak, di akan dengan cepat menghabiskannya" Anaya bergurau tentang itu membuat Diana tertawa.


"Apa yang kau bilang, aku atau kau yang banyak makan" Ros membalas candaan Anaya, tiga wanita bertemu untuk saling menggoda satu sama lain, mereka terus berbicara.


"Anaya kenapa kau mengundurkan diri dari dunia model, bahkan karir mu belum melonjak naik" Diana penasaran alasan apa yang membuat Anaya berhenti dari agensi model kakak tirinya, karena setiap kali Diana bertanya pada Nathan, Nathan tidak memberikan jawaban pasti.


"Ada hal yang harus aku urus Diana, jangan khawatir pekerjaan baruku lebih Damai dari bekerja sebagai model, aku lelah mendapat pandangan iri dari setiap orang" Anaya menyombongkan dirinya dengan nada , tapi benar apa yang Anaya katakan sebagai model dia akan memiliki musuh, tentu saja setiap kali dia mendapatkan project besar dia akan membuat iri model lain.


"Baik-baik bagaimanapun semua ada di tangan mu, lagi pula menjadi model bukan kemauan mu dari awal jadi apapun pekerjaan mu sekarang aku akan mendukung nya, jadi apa pekerjaan mu? " Diana penasaran dengan apa pekerjaan Anaya.


Anaya tersenyum " Aku menjadi seorang pahlawan hahaha" Anaya bercanda lagi membuat Diana kesal, namun kekesalannya segera hilang saat matanya menemukan laki-laki yang melangkah kan kakinya masuk ke rumah pizza itu.


Laki-laki itu terus berjalan ke arah Diana, mata laki-laki itu menemukan sosok familiar untuk nya "Anaya kau di sini? " Ucap kedua laki-laki yang baru tiba itu.


Ros menundukkan kepala melihat Nathan, namun tidak menyapa karena melihat kode yang Nathan berikan padanya


"Benar, kau bagaimana bisa di sini? apa Diana juga mengundang mu? " Tanya rage penasaran.


"Tidak ini hanya sebuah kebetulan, tapi ini bagus kita bisa makan bersama"


Sekian lama menunggu pizza yang Anaya pesan satu persatu telah di keluarkan membuat meja itu terlihat sangat penuh.


"Anaya apa kau yang memesan begitu banyak"


"Rage kau selalu mengerti aku ahh, aku jadi ingin memelukmu" Ucap Anaya yang masih beranggapan Rage bukan laki-laki normal, dan dia melihat rage dan Nathan semakin seperti pasangan namun itu hanya angan-angan Anaya saja.


"Ukhukk... " Tidak hanya satu orang tersedak saat Anaya mengatakannya tapi Nathan dan Ros tersedak bersama


"Kak minum dulu" Diana dengan cepat menyodorkan air pada kakak tirinya itu.


Sedangkan Ros mendapatkan air dari Anaya" Terimakasih " Ucap Ros dan kemudian meminumnya.


Mereka ternyata bisa menghabiskan begitu banyak pizza yang ada di meja, memakan sambil mengobrol memang membuat makan tak terasa saat di makan.


"Bagaimana setelah ini kita pergi untuk minum, sudah lama kita tidak bertemu" Ajak rage yang masih ingin melihat Anaya.


"Aku setuju" Anaya langsung saja menyetujui ajakan rage, dia merasa perlu tempat untuk mengungkapkan kekesalan nya pada sikap Nick yang tidak pernah tegas dengan Rachel.


Ros menarik ujung baju Anaya, membuat Anaya menatapnya" Anaya" Ros menggelengkan kepalanya


Anaya mengernyitkan dahinya " Ada apa Ros? " Bisik Anaya lirih


"Apa tidak masalah untuk mu minum, aku takut tuan muda akan marah? kita sebaiknya pulang saja " Ros memperingati Anaya.


"Ros jangan khawatir aku akan mengabari Nick, kalian ikut saja" Nathan membuat Ros tak berdaya hanya bisa diam-diam mengirimkan pesan pada Nick


"Nathan juga terang-terangan mengirim pesan pada Nick mengatakan mereka semua akan minum bersama.


" Bagus kalau begitu sudah di tentukan kita ke bar sekarang!! " Ucap Rage bersemangat.


Tiga mobil mewah membelah jalanan dan melaju menuju bar. Tiga mobil mewah telah sampai di parkiran mobil bar itu, mereka semua bergegas masuk ke room VVIP di bar itu.


Rage tengah memesan Ros dan Diana pergi ke toilet tinggallah Nathan dan Anaya.


Nathan beberapa kali tertangkap mencuri pandang pada Anaya. Membuat Anaya merasa canggung.


"Anaya, apa kau bahagia dengan Nick? " Pertanyaan ini tidak pernah Anaya bayangkan akan keluar dari mulut Nathan.


"Tentu saja" Ucap singkat itu membuat Nathan meragukannya, Nathan memberanikan diri Menggenggam tangan Anaya " Aku sudah tau semuanya tentang apa yang terjadi dengan mu, Anaya jika Nick tidak bisa membantu mu membalas dendam aku bersedia" Ucapan Nathan ini di dengar seseorang di balik pintu ruangan itu.