Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 88


Anaya melepaskan pelukan nya dari tubuh Nick, dan tiba-tiba memundurkan tubuhnya, membuat Nick bingung " Anaya apa kau tidak mau memaafkan ku? " Ucap Nick yang tak tahu kenapa respon Anaya tiba-tiba berubah.


"Aku memaafkan mu, tapi aku tidak ingin pulang"


"Kenapa? Rachel sudah berada di apartemen nya, sebelumnya aku yang salah bagaimana mungkin menyuruh tuan rumah menempati rumah lain, aku minta maaf Anaya, jadi ayo kita pulang? "


"Aku tidak mau"


"Kenapa? " Tanya Nick yang bingung anaya sudah memaafkan nya tapi tidak mau pulang ke rumahnya.


"Aku ingin melihat Arga! aku tidak ingin dia lepas dari dosanya begitu , aku ingin melihat dia mati segan hidup pun tak mau" Ucap Anaya bersungguh-sungguh lagi Nick melihat tatapan penuh dendam di mata Anaya.


Nick menghela nafasnya, mau bagaimana lagi dia tidak akan terkejut dengan tatapan penuh dendam Anaya, karena dialah wanita pendendam milik tuan muda yaitu milik nya.


"Baiklah kita akan menemuinya, tapi kau apakah sanggup melihat penyiksaan nya? "


"Aku bahkan sudah mati sekali untuk apa menakuti hal kecil seperti itu" Gumam Anaya membuat Nick sedikit bingung, tapi Nick memilih tidak bertanya, mungkin perkataan nya itu karena nasib buruknya dulu.


"Baiklah kita akan ke sana tap.." Ucapan Nick terpotong karena Anaya yang sudah tidak sabar


"Tapi apa? apa yang harus di tunggu lagi? " Tanya Anaya.


"Kau harus mandi dulu sayang? atau kau ingin aku membantu mu mandi? " Nick mengedipkan matanya bermaksud menggoda kekasihnya.


"Sialan kau benar-benar tuan muda tak tau malu, aku akan mandi sendiri" Ucap Anaya yang bergegas meninggalkan Nick yang tersenyum menatap Anaya yang bersikap malu-malu.


"Kenapa kau bersikap malu-malu seperti itu Anaya, aku bahkan sudah melihat semuanya" Ucap Nick tidak tau malu


"Berisik!! kau tuan muda tak tau malu, mesum menyebalkan!! " Teriak Anaya yang sudah masuk ke kamar mandi sekarang.


Nick tersenyum dengan tingkah Anaya yang selalu mengumpatnya Tuan muda tak tau mu.


Anaya baru selesai mandi dia mengenakan pakaian yang sudah Nick siapkan, tiba-tiba pintu terbuka Nick membawa makanan untuk Anaya.


"Sebelum bertemu Arga kita makan dulu, isi tenaga mu ok" Nick membuka makanan dan menyiapkan nya di atas meja yang di sediakan di kamar hotel.


"Aku mengerti" Anaya menyuapkan makanan itu sedikit demi sedikit sampai habis, lalu tiba-tiba Nick mengeluarkan kotak cake kecil yang dia simpan sedari tadi.


"Ini makanan penutup mu" Ucap Nick yang tersenyum sangat manis membuat Anaya sedikit merinding.


"Aku sudah kenyang"


"Ekhmm... Makanlah dulu, ini membantu mu memperbaiki mood" Ucap Nick yang sembari berdehem dan membuang mukanya sedikit, dan melirik Anaya yang mulai membuka kotak kecil berisi kue itu.


Mata Anaya berkaca-kaca dan sedikit bingung, mengambil benda kecil di atas kue itu "Ini? " memperlihatkan cincin yang di taruh di atas coklat kering itu. "Apakah ini benda yang bisa memperbaiki mood ku? " Tanya Anaya.


"Apa ini tidak membantu? " Tanya Nick,


Anaya hanya mengangkat ke dua bahunya, membuat Nick mengernyitkan dahinya.


"Kalua itu belum cukup bagaimana dengan ini" Nick mengambil cincin itu dari Anaya menarik tangan Anaya, dan menyematkan cincin manis itu kejari manis Anaya "Anaya maukah kau menjadi milik ku seutuhnya? " Tanya Nick membuat Anaya senang sekaligus bingung, hatinya tidak bisa berbohong dia mungkin sudah tertarik pada , tapi adanya Rachel juga membuat keraguan di hati Anaya.


Anaya hanya diam dia belum bisa mengambil keputusan, dan Nick menyadari itu, dia sadar hubungan mereka di awali dengan kontrak tentu tidak mudah untuk Anaya menerimanya, Nick mencium tangan Anaya "Kalau begitu aku titipkan dulu cincin ini di tanganmu, aku tau cepat atau lambat kau akan menjadi milik ku" Nick kemudian mengusap kepala Anaya


"Aku mengerti" Ucap Nick lagi, sebenarnya Anaya merasa Nick sudah banyak berubah dari pertama kali bertemu, tapi kegagalan yang Anaya rasakan dan merenggut nyawanya tentu saja tidak mudah untuk nya percaya lagi dengan cinta dan laki-laki.


"Kita berangkat sekarang? " Tanya Nick meraih tangan Anaya dan membawanya pergi bersamanya.


Saat ini Nick melajukan mobilnya ke markas milik Nick, terlihat bangunan yang di jaga ketak oleh anak buah Nick, Nick memarkirkan mobilnya dia keluar banyak orang menunduk menghormati Nick.


Nick berjalan masuk di markas itu, mata Nick tertuju pada laki-laki yang berdiri menunggu kedatangan nya.


"Ada apa kau kemari? " Tanya Nick mentap laki-laki itu.


"Aku juga memiliki kekuasaan di sini" Ucapnya memperlihatkan pisau lipat miliknya.


Anaya menatap laki-laki yang sudah lama tidak dia temui, Anaya bingung harus menyapanya atau tidak.


"Apa kau baik-baik saja Anaya? " Tanya laki-laki itu.


Anaya tersenyum dan mengangguk "Aku baik-baik saja"


"Diana sangat merindukan mu" Ucap laki-laki itu membuat Nick mengepalkan tangannya


"Jangan mendekati nya dengan nama adikmu, Nathan kau sangat kuno" Mengejek sahabat nya, ya laki-laki itu adalah Nathan.


"Aku tidak penuh trik seperti mu Nick! aku mengatakan apa yang sebenarnya" Ucap Nathan tak kalah menyindir Nick.


Mereka berdua saling menatap tajam membuat Anaya merasakan hawa dingin di sekitar nya.


namun untung saja Jimmy segera menghampiri kedua laki-laki yang seperti akan saling membunuh itu.


"Tuan Nick sudah datang, dan tuan Nathan maaf tidak menyadari segera akan ke dagangan mu" Ucap Jimmy.


Melihat Jimmy membuat Anaya teringat akan nasib Ros yang hampir dia lupakan "Jimly di mana Ros? " Tanya Anaya panik, bagaimana bisa dia mampir melupakan orang yang berkorban untuk nya " Apa dia baik-baik saja? " tanya Anaya lagi dia benar-benar ingin menghajar dirinya karena tidak segera menanyakan keadaan Ros.


"Dia di sini dia baik-baik saja" Ucap seseorang yang suaranya sangat familiar untuk Anaya, Anaya menengok ke arah kapten yang berjalan dengan Ros


"Syukur lah kau baik-baik saja Ros" Anaya berlari memeluk Ros, membuat kapten memperhatikan leher Anaya yang terlihat memiliki tanda merah.


"Seperti nya kau juga baik-baik saja, terlihat sangat-sangat baik" Sindir kapten tangannya mengepal matanya tertuju pada tanda merah yang Nick tinggal kan.


"Ak.. aku juga baik-baik saja seperti yang kau lihat"


"Benar sampai-sampai di saat seperti ini kau bisa menikmati waktumu dengan kakak ku" Kapten tidak tahan untuk mencubit tanda merah itu sembari pergi berjalan ke arah Jimmy.


"Apa maksud nya? kenapa dia tiba-tiba marah dan mencubit ku? " Anaya bingung.


Ros tersenyum kaku dan memberitahu jika leher anaya di bagian samping penuh dengan tanda merah.


Mata Nathan kini menatap tempat uang di cubit oleh Mike, tangan Nathan mengepal begitupun dengan tangan kapten kedua laki-laki itu di selimuti amarah.


Sedangkan Nick tersenyum puas, akhirnya mereka berdua tau kalau Anaya hanyalah miliknya *Mundur baik-baik Anaya adalah milik ku" Ucap Nick dalam hati dia benar-benar puas telah meninggalkan tanda kepemilikan nya di leher Anaya.