
Nick selesai membersihkan dirinya, dia melihat Anaya yang sudah membaringkan tubuhnya di ranjang, Nick tersenyum dan berlalu untuk berganti pakaian.
Nick kembali dengan celana pendek yang dia pakai, dia membaringkan tubuhnya di samping Anaya, memeluk Anaya mengusap lembut perut rata Anaya sesekali mencium wangi tubuh Anaya yang sudah menjadi candu nya.
Nick memejamkan matanya dengan wajah penuh kebahagiaan " Good night My Angel" dia dengan cepat tertidur
Anaya membuka matanya dari tadi ternyata dia belum terlelap, masih ada kegelisahan di hatinya tentang pesan yang dia Terima *Jangan pikirkan apapun Anaya ingat tujuan utama mu, balas dendam, jangan terlalu larut dengan cintai dan omong kosong" Anaya meyakinkan dirinya dan mencoba untuk memejamkan matanya, Tak berapa lama Anaya langsung saja terlelap.
Pagi menyapa Anaya membuka matanya perlahan dia langsung melihat wajah tampan yang tertidur di depannya, Anaya tanpa sadar ingin mengusap wajah Nick namun dia mengurungkan niatnya, Anaya perlahan melepaskan pelukan Nick dari tubuhnya, Anaya sangat hati-hati dia tidak ingin Nick terbangun dan Anaya berhasil turun dari ranjang tanpa membangunkan Nick yang tengah terlelap itu.
Anaya memilih untuk membersihkan wajahnya dan turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan.
Anaya berjalan menuju dapur, dia melihat Ros dan paman aji sedang menyiapkan sarapan, " Paman aji bolehkah aku menggantikan mu? biar aku dan Ros saja yang menyiapkan sarapan, paman Aji bisa mengerjakan yang lainnya " Anaya tersenyum ramah kemudian mengambil alih pekerjaan paman Aji, paman Aji tidak bisa menolak Ke inginan Anaya
"Baiklah kalau begitu paman akan mengerjakan yang lainnya" Paman Aji berjalan menjauh dari dapur, terlihat wajah tua yang tengah tersenyum itu, dia bersyukur wanita yang bersama tuan mudanya adalah Anaya, orang yang tadinya dia ragukan tapi sekarang dia sangat mendukung tuan mudanya itu bersama Anaya.
Ros bertugas membuat Nasi goreng dan Anaya memilih membuat sandwich di sela memasak Ros penasaran dengan sikap Anaya kemarin dan mulai membuka suaranya "Anaya"
"Hmm, ada apa? apa perlu bantuan? " Anaya melihat Ros yang masih memotong sosis.
"Tidak bukan itu"
"Ada apa? apa kau masih sakit dan merasa tidak nyaman? " Anaya penuh perhatian pada Ros yang dia anggap sahabat nya itu.
"Bukan aku, ini tentang kau Anaya apa kemarin ada sesuatu yang terjadi? kau mengungkit beberapa kali kata restoran? " Ros mengungkapkan rasa penasaran nya
"Ros seperti nya kau terlalu banyak berfikir, tidak ada yang terjadi aku baik-baik saja, aku bahkan tidak menyadari kalau aku mengungkit kata restoran berulang, tenanglah semua baik-baik saja" Anaya menutupi perasaan yang sebenarnya, sebenarnya dia masih sangat cemas tentang Nick yang tidak jujur bertemu dengan Rachel di restoran tapi Anaya mencoba untuk tidak memikirkan nya. Anaya tersenyum ke pada Ros dan memeluk lengan Ros "Terimakasih telah mengkhawatirkan aku tapi, aku baik sangat baik kau lihat" Anaya tersenyum dengan profesional dia berhasil menutupi kegundahan hatinya.
Ros menghela nafasnya melihat senyum Anaya membuatnya merasa lega "Jika terjadi sesuatu kau bisa membicarakan nya padaku, kau sendiri bilang kita adalah teman bukan, jadi jangan takut untuk bercerita jika terjadi masalah"
"Siap Nona kapten wanita " Ucap Anaya yang segera memundurkan diri dan memberikan hormat pada Ros membuat Ros menggelengkan Kepala nya.
Ros dan Anaya sudah menyelesaikan masakan yang mereka buat, Anaya segera menatanya di meja makan terlihat Nick yang baru saja turun dengan pakaian kantor nya.
Nick terdiam sebentar melihat Anaya yang begitu imut menggunakan celemek di tubuhnya, terlihat seperti seorang istri yang menyiapkan sarapan untuk suaminya. Ada rasa dalam hati Nick untuk segera menikahi Anaya tapi Nick tau jika dendam Anaya belum selesai Anaya pasti akan menolak nya, jadi Nick menahan dirinya untuk tidak terburu-buru menikahi Anaya.
Nick tersadar dan berjalan mendekati Anaya " Kau calon istri yang sempurna " Bisik Nick di telinga Anaya.
"Terimakasih aku memang sangat sempurna untuk menjadi seorang istri" Anaya mengedipkan matanya pada Nick yang sudah duduk menunggu Anaya layani untuk makan.
"Baik lah istriku beri suamimu ini makan" Ucap Nick yang memanfaatkan suasana agar Anaya merasa ingin segera menikahinya.
"Apa yang ingin kau makan Tuan" Anaya sengaja tidak membalas kalimat istri dan suami itu.
Nick mengambil tangan Anaya yang berada di dekatnya membuat Anaya jatuh di pangkuan Nick " Aku ingin memakan mu sekarang " Bisik lirih Nick yang membuat wajah Anaya memerah dan sekilas melihat Ros yang masih berada di dapur
*Laki-laki ini benar-benar tidak tau malu" Ucap kesal Anaya dalam hati " Mesum! " Ucap Anaya yang segera bangkit dari pangkuan Nick membuat Nick tersenyum cerah.
"Kau bukannya suka jika aku mesum, kau bahkan mendesa.... " Anaya membungkam mulut Nick dia tidak ingin Ros mendengar kalimat kalimat mesum itu.
"Aku tidak mau makan jika kau tidak memanggil ku suami"
Mendengar kata-kata Nick membuat Anaya menggelengkan kepala "Apa kau anak kecil kenapa hanya makan saja harus mengajukan sebuah syarat" Ucap Anaya kesal
"Aku akan bertingkah seperti anak kecil di depan wanitaku hanya di depan wanita ku"
"Oh sayang sekali tapi kau bertindak seperti anak kecil di depan ku dan Ro... s" Anaya menengok dan tidak menemukan Ros Nick sudah memberikan isyarat dan menyuruh Ros untuk pergi dari ruangan itu
"Kau menyuruhnya pergi? "
"Aku sudah bilang aku akan bertingkah seperti anak kecil hanya di depan wanitaku"
"Baiklah, jadi suamiku apa yang ingin kau makan? " Anaya hanya bisa mengalah atau drama pagi akan berakhir dengan banyak episode.
"Aku ingin memakan mu lagi di sini" Nick mengusap bibir dengan ibu jari nya terlihat sangat s*ksi dan menggoda. Nick berdiri dan memeluk Anaya dari belakang.
"Ayolah kau sudah rapi dan bersiap ke kantor jangan lakukan hal itu lagi di sini ok" Anaya mencoba melepaskan pelukan Nick.
"Baiklah aku mengerti tapi biarkan aku memeluk sebentar seperti ini" Nick bersikap sangat manja dan Anaya hanya bisa pasrah.
Namun tiba-tiba saat Anaya dan Nick sedang bermesraan Jimmy berlari terengah-engah sampai ke dapur " Bos gawa... " Ucapan nya terhenti saat melihat Nick dan anaya sedang berpelukan
*Yang benar saja pagi-pagi seperti ini sudah melihat pemandangan yang membuat iri" Ucap Jimmy dalam hati
Anaya melepaskan pelukan Nick, dan sedikit membuat jarak dengan Nick, Nick terlihat kesal dia menatap Jimmy seakan ingin membunuhnya.
"Ada apa kau kesini! kau bisa menelpon ku bukan" Ucap Nick tidak suka.
Jimly tersadar dia kesini ada hal yang terjadi " Tuan aku sudah menelpon mu berkali-kali, bahkan pelayan yang bersama dengan Rachel juga sudah menelpon mu"
"Rachel? " Ucap Nick dan Anaya bersama-sama
"Benar, Rachel seperti nya keracunan makanan dia tidak mau ke rumah sakit jika bukan tuan Nick yang mengantarkannya, dia terus berkata Tuan Nick tidak menyayanginya lagi" Ucap jimy yang mendengar keterangan itu dari pelayanan Rachel.
"Gadis ini benar-benar " Nick terlihat marah tapi ada raut khawatir yang Anaya tangkap dari wajah Nick
"Pergilah, antar dia aku akan membersihkan tubuh dan menyusul mu" Ucap Anaya membuat Nick tidak khawatir jika Anaya salah paham lagi padanya.
"Baiklah sayang, aku pergi mengurusnya" Nick. terburu-buru untuk ke apartemen Rachel
Anaya menjulurkan tangannya ke arah punggung Nick " Kau tidak akan pernah bisa ku gapai" Udah sendu Anaya menatap kecemasan yang Nick perlihatkan
# Hai kakak readers event sudah berakhir kemarin ya, pemenang nya aku beritahukan di gc ya, karena syarat wajibnya adalah masuk ke gc yuniar
TERIMAKASIH YANG SUDAH BERPARTISIPASI