
Pagi menyapa
anaya terbangun dan mencium bau masakan yang sangat enak
dia kemudian mencuci mukanya dan pergi ke dapur
"Kak marta ada yang bisa anaya bantu? " Ucap anaya sembari merenggangkan tubuhnya
"kau siapkan piring, bisa? "
"Tentu saja, itu mudah" Ucap anaya ceria dia bergegas membawa piring ke meja
namun tiba-tiba bell rumah berbunyi, marta ingin membuka pintunya namun anaya melarangnya
"Biar aku saja kak, kau baik-baik memasak aku sudah lapar" Ucap anaya sembari bergegas membuka pintu
Anaya langsung membuka pintu tanpa mengintip dulu siapa yang datang saat anaya membuka pintu matanya terkejut
"Kau!! pulanglah " Ucap anaya ingin menutup pintu tapi dengan cepat tangan dan kaki Nick menghalangi nya
"Kenapa harus pulang?! wanitaku ada di sini!! jika menyuruhku pulang tentu saja pulang bersamamu!! "
"Anaya siapa?!! " Tanya marta dari dapur
"Cepat pulang!! aku tidak ingin melihat mu" ucap anaya sembari Menginjak kaki Nick namun Nick tetap bertahan
"Anaya jangan keterlaluan!! " Ucap Nick yang mulai tidak sabar dengan perilaku keras kepala anaya
"Aku tidak keterlaluan!! kau lebih balik pulang Tuan Muda!!! "
Nick mulai tidak sabar dan membuka paksa pintu apartemen Marta dan masuk tanpa berkata apa pun
"Hei.. hei baiklah aku akan kembali!! kau jangan menganggu kak Marta" Ucap anaya menahan tangan Nick
"Aku mengganggu apa?!! " Ucap Nick menatap anaya
"Siapa? " Ucap Marta yang akhirnya melihat siapa yang datang
"Ah, perkenalkan aku adalah kekasih anaya" Ucap Nick
"Bukan bukan dia hanya atasanku kak, dia Tuan nick pemilik perusahaan yang mengontrak ku sebagai modelnya" Anaya buru-buru menjelaskan agar marta tak salah paham
"Bisakah aku bergabung untuk sarapan?!! " Ucap nick tanpa malu-malu
"Tidak!! " Ucap anaya
"Kenapa? " Ucap nick
"Tidak ya tidak!! Tuan kau sangat kaya jangan ganggu kami yang miskin untuk memberimu makan"
"Anaya? " Marta menahan tangan anaya untuk melihat ke arahnya dan memberi isyarat untuk memperbolehkan nick makan bersama mereka
"Terserah kak Marta saja" Ucap anaya terpaksa mau bagaimana lagi Marta adalah pemilik apartemen
"Tapi ini sangat sederhana? apa tidak masalah? " Ucap marta yang tentu saja sungkan mendengar siapa yang ada di depannya
"Tidak masalah asalkan bersama wanitaku"
Anaya hanya diam dalam hatinya dia tidak menerima sepenuhnya perkataan dari Nick
Sedangkan mata tersenyum dan berbisik pada anaya
"Apa dia sedang mengejar mu?! "
"Tidak dia hanya sedang bermain saja" Ucap anaya berbisik ke telinga Marta
Anaya hanya mengangguk
"Apa kalian sedang membicarakan ku? " Ucap nick dengan nada tegas terlihat jiwa pemimpin nya
"Tidak.. tidak.. ayo tuan nick silahkan duduk di tempat yang kau suka" Ucap Marta mempersilahkan nick untuk duduk
Nick duduk anaya menghindari duduk di samping Nick
Mereka kemudian makan nasi goreng buatan Marta
Mereka semua sudah selesai makan
"Aku bantu mencuci piring kak" Ucap anaya yang menghampiri Marta
"Tidak perlu kau temani saja Tuan itu" Ucap Marta
"Tidak mau"
"Kenapa? apa kau tidak menyukai nya? " Tanya Marta penasaran
"Dia sudah memiliki pacar, dia hanya sedang tertarik dengan sikap jual mahal ku, semua laki-laki kaya begitu bukan" Ucap anaya yang akhirnya membantu Marta untuk mencuci piring
Marta melihat ke arah anaya
"Kenapa kau tidak menjauh saja darinya? " Ucap Marta
"Aku ingin melakukan nya, tapi itu belum saatnya masih ada kesepakatan di antara kami" Ucap anaya kelepasan
"Kesepakatan?? " Tanya Marta
"Ah lupakan saja kak, aku hanya asal bicara"
"Jika kau butuh bantuan ku kau jangan sungkan untuk memintanya anaya jangan ulangi kesalahan dua kali! " Ucap Marta yang teringat dulu anaya yang selalu mengikuti perkataan Glen Marta beberapa kali bertemu dengan pacar anaya itu saat anaya masih bertubuh gemuk
"Tentu saja, aku tidak akan mengulangi kesalahan dan kebodohan dua kali" Ucap anaya tersenyum dan lanjut membilas piring kotor itu
Marta hanya mengangguk dan tersenyum memberikan semangat untuk anaya
saat ini Nick mengajak anaya untuk kembali ke apartemen
"Ayo kita kembali" Ucap Nick
"Anaya kau baru pindah, bagaimana jika aku membantu mu? " Ucap Marta yang memang sengaja izin bekerja untuk membantu anaya
"Tidak tidak perlu kak, aku dan dia sudah cukup" Ucap anaya yang takut jika Marta menyadari bahwa anaya tinggal di tempat gadis muda itu anaya takut Marta akan salah paham dengan nya atau mengira dirinya adalah perusak hubungan orang karena bagaimana pun tidak ada kabar pindah dari gadis muda itu
"Tapi, aku bisa membantu mu membuat makan siang aku sudah minta izin libur hari ini" Ucap Marta
"Kak Marta bekerja saja aku benar-benar tidak apa, aku pamit" Anaya menarik tangan Nick kemudian keluar dan Langsung menutup pintu dengan terburu-buru dia bergegas berjalan masuk ke apartemen Nick
Di apartemen Nick
"Kenapa begitu panik? "
"Bagaimana aku tidak panik!! apa kau pikir kak Marta akan berfikir aku adalah wanita baik, karena tinggal di apartemen gadis lain!! " Ucap anaya kesal
Nick hanya terdiam melihat anaya yang melemparkan dirinya duduk di sofa
"Apa kau benar-benar tidak ingin tinggal di sini?!! "
"Bilang tidak juga percuma, kau bosnya!!" Ucap anaya yang wajah nya terlihat masam