Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 57


"ya itu handphone untuk mu, di dalam nya sudah terdapat nomor ku, Jimmy dan ros.


dan aku juga sudah membayar pinalti untuk mu mengundurkan diri di dunia permodelan" Ucap nick sembari memberikan kontrak kerjanya


"apakah tuan Nathan tidak keberatan? " Ucap anaya yang tau Nathan tidak mungkin membiarkan nya begitu saja


"kau pikir dia bisa apa? menahan mu di sisi nya dengan kontrak kerja seperti ini


tidak akan bisa! " Ucap nick yang tersenyum licik


"Benarkah? Susah payah aku mendapatkan pekerjaan ini, kau dengan mudah memutuskan kontrak nya! kau benar-benar ingin membuatku seperti burung dalam sangkar? "


"Anaya! hentikan ucapan mu, aku tidak ingin membahas nya lagi! kau sudah tau jawabannya kau adalah wanitaku! sudah seharusnya kau hanya diam di sisi ku"


"Berapa banyak wanita mu? " Sindir anaya yang masih ingat ucapan marta jika di samping apartemen nya adalah apartemen milik gadis muda


"Hanya kau! " Ucap Nick


"Lalu apartemen itu, siapa yang sebelum nya tinggal di sana" tanya anaya menyelidiki


"Itu tidak ada hubungan nya dengan kita! dia hanya adik ku" Ucap nick ingin mengakhiri pembicaraan itu


"Maksud mu kapten? "


"Anaya hentikan!! aku tidak ingin kita membahas yang lain!! "


"Aku mengerti" Ucap anaya yang langsung diam


tak beberapa lama anaya berdiri dari kursinya


"Kau mau kemana? " tanya nick menahan tangan anaya


"Jalan-jalan bawa aku melihat-lihat rumah ini" Ucap anaya memaksakan senyum nya


"Baiklah aku akan temani"


Saat ini anaya dan nick sedang berkeliling di rumah baru itu, rumah yang sangat bagus ?p meski tidak besar tapi rumah itu benar-benar mewah furnitur yang di pilih bukan yang murahan bahkan di belakang rumah terdapat kebun mawar yang sangat terawat


Perkenalan rumah ini berakhir di taman belakang anaya duduk di tengah taman itu tentu saja di temani oleh nick


anaya menatap langit malam yang hanya bisa melihat sedikit bintang


"Kau ingin melihat banyak bintang? " Tanya nick


"Tidak, kenapa aku harus melihat banyak bintang apa melihat nya bisa membantu ku balas dendam? " Ucap anaya


"Kau apa yang di otakmu hanya ada balas dendam? "


"Apa lagi? selain untuk balas dendam tidak ada lagi alasan ku untuk hidup" Ucap anaya menatap langit tanpa menatap nick yang sedang menatapnya


Nick tersenyum getir mendengar ucapan anaya


bahkan dirinya tidak mampu menjadi alasan anaya untuk tetap hidup


*Anaya seberapa besar dendam mu di masa lalu, kapan aku bisa menjadi alasan mu untuk hidup " Ucap Nick dalam hati


"Tuan muda bisakah kau membiarkan aku untuk pergi keluar? aku tidak akan bekerja tapi aku juga tidak ingin diam di rumah aku ingin melihat apa yang terjadi di luar sana" Ucap anaya yang kini berbalik menatap Nick Nick yang sedari tadi menatap anaya dengan panik membuang pandangannya ke sembarang arah


"Kau ingin keluar" kembali menatap anaya


"Ya"


"Baiklah kau bisa keluar jika kau membawa Ros di sisi mu, aku tidak keberatan"


"Kalau begitu tidurlah ini sudah malam kau harus beristirahat" Ucap Nick sembari menepuk kepala anaya


kali ini Nick berusaha merubah kebiasaan kasar dan mengekang nya dia ingin anaya sepenuhnya jadi miliknya tanpa sebuah paksaan


tapi di hati anaya Nick hanya seorang tuan muda yang memanfaatkan tubuhnya untuk dirinya sendiri


dan juga laki-laki yang sudah memiliki wanita


untuk mendapatkan hati anaya akan sulit untuk Nick


Saat ini Nick sudah berada di dalam mobil dia akan kembali ke rumahnya tapi tiba-tiba telpon Jimmy berbunyi


Jimmy menepikan mobilnya dan mengangkat telponnya


beberapa saat setelah Jimmy mengangkat telpon nya


"Siapa yang menelpon mu malam-malam begini? "


"Telepon dari rumah sakit, Rachel ingin bertemu dengan mu"


"Baiklah ke rumah sakit sekarang" Ucap nick dingin


"Aku mengerti" Jimmy segara melajukan mobilnya ke rumah sakit


Mobil Jimmy sudah sampai di rumah sakit Nick dan Jimmy turun bersamaan


mereka berjalan ke ruang VVIP tempat di mana Rachel di rawat


Saat Nick datang Rachel tengah mengusor perawat dan dokter membuang obat yang di berikan untuk nya


"Ada apa ini? " Tanya Nick yang melihat apa yang terjadi


"Kak kau sudah datang, apa kau membenciku sehingga kau jarang menjenguk ku" Ucap Rachel manja


Nick berjalan mendekat ke arah Rachel dan menepuk kepala Rachel


"Apa yang kau katakan, aku tidak mungkin membenci adik ku sendiri" Ucap Nick


"Aku bukan adikmu" Ucap lirih Rachel


"Apa yang kau katakan? " Ucap nick yang pura-pura tidak mendengar ucapan Rachel


"Tidak ada, aku senang kak Nick datang menjenguk ku"


"Kalau begitu cepat minum obat mu dan istirahat, ini sudah malam" Ucap Nick


"Aku ingin kakak bantu aku minum obat"


"Jimmy bantu Rachel minum obatnya, dan kalian boleh keluar" Menyuruh dokternya dan perawat untuk keluar


Jimmy memberikan obat dan air kepada Rachel, Rachel terlihat tidak senang tapi dia tetap meminumnya


"Kak aku sudah meminumnya" Ucap Rachel tersenyum manis ke arah Nick


"Bagus! sekarang kau lekas tidur, aku dan Jimmy akan menjagamu"


"Terimakasih kak, kau yang terbaik"


"Aku ini memang KAKAK yang terbaik" Nick menekankan kata kakak


*Apakah hanya sekedar kakak dan adik apa aku tidak bisa menjadi wanita mu? sekian lama di sisi mu apa aku hanya seorang adik di matamu? " Ucap Rachel dalam hati