
FLASH BACK
Sebelum pertemuan dengan Nadia, Daffa yang baru saja pulang dari umroh, tidak ingin bermalas-malasan di kamarnya, ia meminta Rio untuk menjemputnya untuk berangkat bareng ke perusahaan miliknya. Dalam perjalanan ke perusahaan, ia lebih banyak melamun dan lebih sering menarik nafas serta menghembuskan nafasnya dalam keadaan gusar. Melihat kondisi bosnya, Rio pun bertanya sekedar ingin mengetahui kegundahan perasaan bosnya saat ini.
"Ada apa bos, nampaknya anda masih saja galau padahal baru pulang umroh." Tanya asistennya Rio sambil melirik wajah Daffa yang sedang cemberut.
"Ini tentang istriku Rio, aku tidak bisa bertemu dengannya karena saat ini ia dibawa pulang oleh orangtuanya ketika saya berada di Mekah.
"Apakah istrimu sudah sadar bos?"
"Karena dia sudah sadar, makanya ia dibawa pulang oleh orangtuanya karena kedua orangtuanya ingin kami segera bercerai." Ucap Daffa sambil memijit keningnya yang terasa sedikit pusing karena terlalu berat memikirkan Nadia yang jauh darinya.
"Apa?.. lagi?" tanya Rio yang tak percaya jika niat keluarga mertua bosnya ini sudah sangat keterlaluan.
"Iya, tapi aku sangat merindukan istriku dari dia koma sampai sekarang Rio." Ujar Daffa sedih dengan menengadahkan wajahnya menahan bulir bening itu untuk tidak sampai tumpah.
"Tuan apakah anda mau mendengarkan ideku jika aku katakan ini padamu?" Tanya Rio sebelum memberi saran kepada bosnya yang ada dipikirannya saat ini untuk membantu menemukan solusi terbaik dari masalah yang sangat pelik ini.
"Ide apa Rio?" Tanya Daffa sedikit penasaran dengan asistennya ini.
Rio menghentikan mobilnya dan menepi dipinggir jalan yang agak lengang agar mereka bisa mengobrol sebentar sebelum melanjutkan lagi perjalanan mereka menuju ke perusahaan.
"Begini tuan, inikan bulan puasa ramadhan, biasanya semua umat muslim melakukan sholat tarawih. Nah gimana kalau kita menculik nona muda Nadia ketika ia pulang taraweh." Ucapnya memberi ide berlian itu kepada Daffa yang menatap wajahnya begitu serius mendengarkan ide bagus itu.
"Terus setelah kita culik apa aku harus bawa pulang dia ke mansion?"
"Beri dia kejutan dengan membawanya ke hotel, aku akan booking hotel untuk kalian hari ini. Jika kalian sudah melepaskan kangen, baru kita pulangkan lagi nona Nadia ke rumah orangtuanya itupun kita perlu bantuan adik ipar bos yang tahu jadwal ceramah orang tuanya yang biasa mengisi ceramah selepas taraweh.
"Apakah aku harus menghubungi Fadil sekarang?" Tanya Daffa lagi.
"Itu lebih bagus karena sekarang ini sudah mereka sudah libur kuliah dan orangtuanya pasti sudah berangkat ke sekolah.
"Baiklah tunggu sebentar aku akan menghubungi mereka." Ucap Daffa yang langsung menekan tombol kontak milik Fadil yang tersimpan di memori ponselnya.
Diseberang sana Fadil yang agak sedikit malas meraih ponselnya, ketika ia melihat ada panggilan dari kakak iparnya langsung menjawab panggilan itu dengan suara yang sedikit pelan.
"Assalamualaikum Fadil, ini mas Daffa, apa kabar!"
"Waalaikumuslam mas!" Alhamdulillah kami baik dan mbak Nadianya yang kurang baik.
"Maksudmu Nadia sakit lagi?"
"Sakit rindu sama mas Daffa." Jawab Fadil sekenanya pada kakak iparnya itu.
"Apakah boleh mas Daffa minta tolong Fadil?"
"Tolong apa ka?"
"Mas pingin ketemu sama mbakmu, bisakah kamu mengatur pertemuan kami tanpa sepengetahuan Abi dan ummi?"
"Baiklah aku mau membantumu, tapi bagaimana caranya."
"Biasanya Abi dan ummi pulang ke rumah paling telat jam 11 malam sampai rumah mas dan kebetulan ada undangan ceramah di daerah Bekasi berarti perjalanan pulangnya pasti agak lama sampai ke rumah dan ummi selalu ikut serta jika ada undangan ceramah."
"Terimakasih banyak atas kerja samanya Fadil, aku mengandalkanmu.
"Kalau bisa mas Daffa ikut sholat di mesjid dekat rumahku, jadi lebih mudah bertemu dengan mbak Nadia dan satu lagi jangan gunakan mobil yang sudah dikenal sama mbak Nadia untuk kejutan ini. Aku akan hubungi mas, kalau keadaan sudah aman terkendali.
Sesuai rencana malam hari usai buka puasa bersama keluarganya, Daffa dan asistennya Rio melancarkan aksi mereka untuk menjalani aksi penculikan terhadap Nadia istrinya Daffa. Dan rencana gila itu akhirnya bisa mempertemukan kembali dua raga yang sempat terpisah karena keegoisan seorang ibu kepada putrinya demi status kehormatan yang disandangnya ditengah masyarakat.
Flash back off
🌷🌷🌷
Di kamar hotel yang sudah dihias seperti kamar pengantin baru ini, membuat Nadia merasa dirinya sangat dicintai oleh suaminya. Lagi pula ia harus melayani suaminya diatas ranjang setelah sekian lama usai melahirkan baby Hafiz. Masa nifasnya sudah berlalu karena sudah memasuki usia empat bulan putra mereka kini.
Daffa mengajak istrinya duduk diatas pembaringan lalu membuka cadar istrinya, untuk sesaat menatap wajah cantik istrinya yang berapa hari ini absen dari pandangannya.
"Sayang maukah kamu berdandan untuk diriku malam ini? aku sudah menyiapkan semuanya untuk pertemuan kita ini, pakailah gaun tidur itu untukku, aku rindu dengan dirimu dengan lengerie yang selalu menyenangkan hatiku." Ucap Daffa lalu menyerahkan sebuah kotak kepada istrinya yang sudah di persiapkan olehnya tadi sore sepulangnya dari perusahaan.
Nadia mengambil kotak itu lalu membuka kotak itu dengan hati gembira. Didalam kotak itu sudah ada satu set perhiasan mewah yang dibeli Daffa di Madinah untuk istrinya, sebelum dirinya kembali ke tanah air. Dan di dalam kotak itu terdapat secarik kertas yang bertuliskan:
"Terimakasih ratuku, telah melahirkan seorang putra hebat yang sangat tampan sebagai pewaris tahtaku. Aku sangat mencintaimu sayang dan putra kita Hafiz. Tetaplah disisiku karena kaulah semua alasanku, kaulah segalanya yang aku percayai untuk bertahan menerima takdir ku. Jangan pernah tinggalkan aku lagi kecuali kematian yang akan memisahkan kita. Bertemu denganmu adalah anugerah terindah dalam hidupku, wahai kekasihku yang telah menutup syahwatku dari pintu dosa karena kesempurnaan cintamu untukku."
Nadia merasa sangat terharu membaca secarik kertas yang bertuliskan kalimat indah menyentuh hatinya. Iapun memakai semua yang yang ada di dua kotak, yang diberikan oleh Daffa untuknya. Setelah itu, ia kembali menghampiri suaminya yang sudah menunggunya di pembaringan dikamar hotel yang sangat mewah itu.
Daffa menatap penampilan yang sangat menawan dalam diri istrinya Nadia, hatinya kembali bergetar seakan menemui ratu sejagad dengan limpahan pesona yang membuatnya gugup dengan penampilan istrinya yang makin cantik usai melahirkan putra mereka.
Tubuh yang awalnya membengkak karena kehamilan putra mereka kini berubah kembali seperti sedia kala, bahkan tidak ada tanda-tanda di diri istrinya usai melahirkan atau sudah memiliki anak. Nadia melangkah dengan anggun menggunakan sepatu high heels yang dipadukan lengerie berwarna putih tulang yang hanya menutupi sejengkal dari pangkal pahanya. Rambutnya disanggul ke atas ala pramugari cantik. Nadia sangat pintar merawat tubuhnya untuk suami tercinta usai pulang dari rumah sakit seminggu yang lalu.
Daffa yang sudah tidak tahan menyerang gadisnya dengan ciuman dari segala arah di tubuh istrinya. Berawal dari pagutan bibir, hingga leher jenjang milik Nadia yang tidak terlepas dari kecupannya. Tangan nakalnya mulai membimbing tangan istrinya menyentuh miliknya. Iapun sudah mengangkat tubuh molek itu ke atas kasur king size itu yang sudah bertebaran kelopak bunga mawar, di tambah aroma terapi yang ada di ruangan itu yang merangsang adrenalinnya malam ini untuk menikmati tubuh mulus yang sudah lama, membuat dirinya harus berpuasa menahan syahwat karena komanya Nadia.
Pergumulan panas itu kembali menghiasi malam indah di bulan suci Ramadhan. Ritual ibadah ini yang sangat dinantikan pasangan hanya di malam hari hingga menemukan benang putih fajar untuk mengakhiri semua kesenangan pasangan yang sudah menikah. Walaupun halal untuk mereka, namun mereka tidak boleh melakukannya di siang hari karena itu adalah perintah Allah untuk membelenggu hasrat mereka demi ketakwaan hamba yang sholih kepada Robbnya di bulan penuh kemuliaan ini.
Salah satu pasangan ini, yang saat ini sedang memadu kasih, mereguk kenikmatan untuk mengisi jiwa mereka yang telah mengering karena situasi. Dalam sekejap kedua tubuh itu sudah tidak lagi terdapat satu helai benangpun. Saling menyerang dan memberikan kehangatan pada masing-masing milik mereka. Perut Nadia yang kembali rata tanpa ada lemak sedikitpun, sedangkan belahan dadanya tampak montok dan padat tanpa ASI yang tersimpan di sana, menjadikan miliknya itu untuk diserahkan kepada suaminya yang saat ini menghisap lagi benda kenyal kesayangannya itu.
"Akkkhhh!".... ssssttt!" Ah suara ini, lenguhan dan erangan erotis ini yang sudah lama ku tunggu sayang." Ucapnya berbisik nakal di kuping milik istrinya ketika memberikan pemanasan awal dalam permainan mereka.
Sekiranya sudah cukup, awal permainan itu, kini Daffa yang sudah siap menancapkan miliknya pada liang sempit milik istrinya dengan hentakan perlahan namun lembut hingga Nadia tidak sanggup menahan ngilu pada miliknya.
Daffa merasakan hal yang sama pada miliknya yang memasuki milik istrinya yang begitu sempit seperti awal ia menyentuh tubuh indah ini.
"Mas Daffa, akhhk!.. ini sakit sayang" Teriak Nadia dengan lenguhan lembut namun terdengar manja dikuping suaminya.
Daffa tidak mempedulikan keluhan itu karena ia lebih menikmati setiap getaran milik istrinya pada miliknya yang sudah membawanya ke angkasa biru.
"Ohhhhh.... auhhgg!" lolongan panjang keduanya di setiap hentakan memacu tubuh mereka untuk mendapatkan kenikmatan itu kali pertama pasca Nadia melahirkan.
Tubuh keduanya terkulai lemas dengan peluh bening yang bercucuran di sekujur tubuh keduanya. Keduanya beristirahat sejenak dengan kembali mengecup pipi dan bibir karena sudah sama-sama memberikan cinta mereka, usai raga itu mendapatkan nutrisi hati yang sangat paten untuk kebahagiaan mereka. Tapi istirahat itu hanya berlangsung sepuluh menit karena Daffa masih dendam untuk menghajar kembali tubuh istrinya itu, dengan memberikan gadis itu dengan banyak kenikmatan malam ini hingga keduanya lelah.
🔥 Hallo guys, mampir juga di novel baru author, Rahasia dan kenangan ya, mohon like komen dan hadiahnya, please!"🔥