My Bos CEO

My Bos CEO
89


Miko membawa Della kedalam ruang periksanya tak terkecuali Aiden yang ikut serta disamping Della.


"Kakak ipar silahkan tiduran!" Perintah Miko dan di laksanakan oleh Della tanpa bantahan.


Miko mempersiapkan segala sesuatunya yang akan ia perlukan nanti dalam pemeriksaan.


"Kakak ipar bajunya dinaikin dulu," ucap Miko tanpa melihat wajah Aiden yang sudah melotot hingga bola matanya hampir terjatuh jika bola mata Aiden bukan ciptaan yang maha kuasa tentunya.


Saat Della ingin menaikan bajunya tiba-tiba tangan Aiden mencegahnya dan sekarang ia tengah berdiri di tengah-tengah Della dan Miko. Aiden menatap Miko dengan tatapan garang.


"Jangan macam-macam lo," ucap Aiden.


"Tenang-tenang gue gak berani macem-macem sama bini lo yang punya pawang udah kayak macan betina lagi pms," ucap Miko sembari mundur satu langkah kebelakang menghindari amukan Aiden.


"Terus lo tadi ngapain nyuruh bini gue buat naikin bajunya. Berani-beraninya ya lo mau lihat tubuh bini gue yang udah jadi hak milik gue," tutur Aiden sembari mencekram kerah Miko.


"Tenang dong jangan pakai kekerasan. Gue belum nikah nih jangan bikin gue koit dulu lah, sama sepupu sendiri jahanam sekali dirimu wahai Aiden William Abhivandya," ucap Miko berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Aiden.


"Jawab," teriak Aiden yang membuat Miko maupun Della terperanjat kaget.


Della memejamkan mata sembari memijat pangkal hidungnya. Della segera bangkit dari rebahannya dan menuju Aiden yang sudah mengeluarkan otot emosinya. Della mengelus punggung Aiden. Aiden yang mendapat sentuhan dari Della pun mengalihkan pandangannya tanpa melepas cengkraman yang membuat Miko kesusahan untuk bernafas. Miko menatap Della dengan tatapan memelas supaya kakak iparnya itu bisa membujuk Aiden untuk melepaskan Miko secepatnya.


Della yang mengerti kode dari Miko pun kembali menatap sang suami. Ia mengelus rahang tegas Aiden dengan sangat lembut.


"Miko kan dokter sayang. Jadi maklum lah kalau dia nyuruh aku buat buka baju sedikit hanya untuk pemeriksaan saja bukan untuk yang lain. Toh kalau dia suka sama aku, aku yakin dia gak akan berani karena kan aku udah jadi milik kamu selamanya dan aku pun gak ada niatan untuk berpaling. Jadi sekarang lepasin Miko. Kasihan dia gak bisa nafas. Nanti kalau sampai end terus keluarganya gak terima dan laporin kamu kepolisi apa gak kasihan sama aku dan anak kamu?" Rayu Della yang dengan ampuh mampu membuat Aiden melepaskan cengkraman Miko.


Aiden langsung memeluk tubuh Della dengan sangat erat.


"Aku gak mau tubuh kamu dilihat oleh orang lain," ucap Aiden manja. Miko yang mendengar nada bicara Aiden, diam-diam ia mencibir sang calon Daddy yang selalu bucin akut tanpa sepengetahuan Aiden tentunya. Sedangkan Della yang melihat pergerakan mulut Miko itu pun membuat Della harus menahan tawanya.


"Ya udah kita cari dokter cewek aja kalau gitu," ucap Della memberi solusi. Aiden melepaskan pelukannya dan menatap wajah Della dalam.


"Baiklah kalau gitu," ucap Aiden dan berbalik arah kembali menatap Miko yang masih menirukan Aiden dengan mimik wajah julidnya.


"Ngapain mulut lo kayak gitu. Mau aku tampol?" Ucap Aiden yang membuat Miko langsung kicep.


"Cariin dokter kandungan cewek sekarang juga. Gue tunggu lima menit harus sudah ada di hadapan gue. Kalau gak, lo akan gue pecat," ucap Aiden.


Miko yang mendapat ancaman dari Aiden pun tanpa basa-basi lagi ia langsung berlari meninggalkan ruangannya menuju ke salah satu dokter yang kebetulan ruangannya tak jauh dari ruangan Miko.


"Sepupu gak ada akhlak. Mainnya pakai ancaman segala. Gini kan gak seru jadinya. Mana dikasih waktu 5 menit pula. Emang dia pikir gue bisa hilang kayak jini oh jini gitu. Yang dengan gampangnya berpindah tempat. Dasar calon Bapak gak tau malu," gerutu Miko selama dalam larinya menuju ruangan dokter yang ia tuju.


Setelah mengerahkan seluruh tenaganya untuk berlari, Miko akhirnya sampai di depan ruangan dokter tersebut. Tanpa permisi Miko membuka kasar pintu dokter Alisa yang membuat dokter cantik tersebut terperanjat kaget. Tanpa sepatah kata lagi Miko menyeret tangan dokter Alisa untuk membawanya kehadapan Aiden. Untungnya saat ini tak ada pasien yang harus dokter Alisa tangani.


"Nanti kamu akan tau. Jangan banyak tanya," ucap Miko tegas. Sifat Miko bisa di bilang sama seperti Aiden jika diluar lingkungan rumah ia akan terlihat garang, cuek dan cool tapi kalau sudah dihadapan keluarganya ia akan berubah menjadi kebalikannya.


Miko menambah kecepatan berlarinya tanpa peduli dengan dokter Alisa yang sudah kelelahan. Tak berselang lama Miko dan dokter Alisa akhirnya sampai di hadapan Aiden dan Della yang sedang bercengkrama manja.


Aiden yang mendengar derupan sepatu kedua dokter itu pun menghentikan aksi bercengkramanya dengan Della. Ia menatap Miko dan dokter Alisa yang tengah mengatur nafas mereka.


"Telat 3 menit," ucap Aiden santai.


"Bodo amat," tutur Miko yang sudah terduduk di singgasananya sembari meminum air kemasan di dalam botol yang selalu setia menemani dirinya ketika tengah bekerja.


Setelah melepas dahaganya Miko menegapkan posisi tubuhnya dan menghadap Aiden.


"Itu dokternya," tutur Miko.


"Oke thanks," ucap Aiden.


"Dok, anda bisa periksa kandungan istri saya kan?" Tanya Aiden tampak meragukan kemampuan dokter Alisa.


Alisa yang mendapat pertanyaan dari sang pemilik rumah sakit ini pun menjawab dengan sedikit gugup.


"BI..bisa tuan." Aiden mengangguk mengerti.


"Sayang kamu periksa sama dokter ini ya," ucap Aiden sembari mengelus rambut Della. Della tersenyum manis kearah Aiden dan ia pun segera bangkit dari duduknya menghampiri dokter Alisa yang masih setia berdiri sembari mengatur nafasnya.


Della menatap wajah cantik dokter Alisa dan pandangannya perlahan membaca name tag di dada dokter Alisa.


"Dokter Alisa kelihatannya capek banget. Minum dulu gih," ucap Della tak tega.


"Terimakasih nyonya atas tawarannya. Tapi saya rasa tidak perlu nanti saja kalau sudah selesai memeriksa kandungan nyonya," ucap dokter Alisa lembut sembari menundukkan kepalanya.


"Jangan panggil saya dengan sebutan nyonya, panggil aja Della atau Kak Della karena saya rasa kamu lebih muda dan jangan nunduk dong kan saya jadi gak bisa lihat wajah cantik kamu ini. Iya gak Miko," goda Della. Miko yang sedang minum dan seketika mendengar ucapan Della yang menyaut-pautkan dirinya di dalam pembicaraan itu pun menyemburkan seluruh air yang masih ada didalam mulutnya.


"Biasa aja kali gak usah salting gitu," tutur Aiden yang ikut menggoda Miko.


"Kamu cepat periksa Kakak ipar saya," ucap Miko dan diangguki oleh dokter Alisa. Ia pun membawa Della menuju ruangan periksa Miko.


"Dokter Alisa cantik lho Ko. Gue yakin lo suka kan sama dia," goda Aiden tak habis-habisnya.


"Gue gak tertarik sama dia. Masih banyak kali dokter yang lebih cantik dari dia disini. Dan kriteria gue tuh masih jauh diatas dia. Dia mah satu pun gak masuk di kriteria gue," ucap Miko.


"Hati-hati kena karma. Awalnya gak mau dengan alasan ini itulah tapi akhirnya juga lo luluh. Awas tar dianya di ambil orang lo mewek," ledek Aiden. Miko yang tak terima dengan ucapan Aiden, ia melempar bolpoin yang tak jauh dari jangkauannya itu menuju tubuh Aiden namun lemparnya gagal karena Aiden lebih dulu masuk kedalam ruang periksa.