
Setibanya di dapur Della menatap curiga ke para art yang memiliki raut muka tak seperti biasanya.
"Ada apa sih bik?" Tanya Della penasaran ke bik Fitri yang juga tengah berada disana.
Bik Fitri yang ditanya begitu pun sedikit gelagapan. Mau berucap jujur takut tuan mudanya marah tapi kalau bohong kasihan nyonya mudanya. Bik Fitri nampak berfikir sebentar hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti arahan dari Aiden.
"Gak ada apa-apa kok Nya," tutur bik Fitri berdusta.
"Oh ya nyonya mau makan apa minum? Biar saya yang ambilin," sambung bik Fitri sembari memberi isyarat kepada art yang lain untuk bubar dari dapur tersebut.
"Cuma mau ambil air minum dingin aja kok bik. Bibik kembali aja ngerjain yang lain atau kalau pekerjaan udah selesai bisa istirahat," titah Della dan diangguki oleh bik Fitri sembari berpamitan untuk undur diri.
Setelah kepergian para art dan juga bik Fitri, Della kembali menuju kearah Aiden bersembunyi yaitu kulkas.
Sedangkan Aiden yang tengah bersembunyi dan mendengar bunyi langkah semakin mendekat pun ia secara refleks menahan deru nafasnya supaya tak didengar oleh Della.
"Please jangan lihat jangan lihat," batin Aiden.
Della yang sudah menegak air dingin pun merasa lega dan ia berniat untuk kembali mencari keberadaan Aiden.
Aiden yang sudah tak merasakan keberadaan dari sang istri pun berniat untuk pelan-pelan pindah dari tempat persembunyiannya karena suhu badan di posisi belakangnya sudah teramat sangat panas.
Aiden mengamati sekitar terlebih dahulu hingga sudah ia pastikan jika situasi saat ini sudah aman terkendali. Aiden segera mengendap-endap perlahan agar tak menimbulkan bunyi sedikitpun. Namun nampaknya nasib sial sedang berpihak kepadanya. Kucing yang selama ini Della dan Aiden peliharaan malah membuat kekacauan di dapur dengan menjatuhkan satu gelas kotor yang tadi sempat Della gunakan tadi.
"Sial," umpat Aiden. Ia bergegas untuk berlari dari dapur menuju kamar mandi yang tak jauh dari dapur tersebut.
Tak berselang lama setelah Aiden berhasil masuk kedalam kamar mandi, Della kembali ke dapur untuk memastikan suara bising apa yang sempat ia dengar.
"Aduh Micky kenapa kamu ada disitu gendut," tutur Della sembari mengangkat tubuh kucing gembul tersebut kedalam gendongannya.
Della berjalan kebelakang dapur tersebut yang biasanya dijadikan tempat buat nongkrong para art Della ketika pekerjaan mereka telah selesai.
"Bik di dalam ada pecahan gelas. Tolong dibersihkan ya," ucap Della saat ada satu art yang baru saja akan mendukung tubuhnya disalah satu kursi disama.
"Baik nyonya," jawabnya dan art tersebut segera mengambil alat tempurnya. Setelah itu ia masuk kedalam.
Sedangkan Della, ia akan kembali masuk jika art tadi sudah selesai membersihkan pecahan gelas tersebut.
Dan tak berselang lama art tadi sudah keluar. Della tersenyum dan tak lupa mengucapkan terimakasih kepada art yang umurnya sekitar 1 tahun lebih tua darinya. Setelahnya Della masuk tanpa membawa Mickey kedalam, Della memilih untuk melepaskan kucing kesayangannya ke halaman sekitar.
Baru saja ia memasuki ruang dapur, matanya tak sengaja melihat kain yang tak asing baginya tengah terjepit di pintu kamar mandi. Dan karena rasa penasarannya yang tinggi Della mendekati kain tersebut hingga ia sampai di depan kamar mandi.
"Akrh," teriak Aiden refleks karena benturan ditubuhnya yang lagi-lagi di bagian belakang. Aiden yang sadar dengan teriakannya pun hanya bisa berharap dalam hati supaya Della tak mendengarkan teriakan barusan.
Della yang diluar pun juga nampak kaget dengan benturan dari pintu hingga teriakan tadi membuat tubuh Della merinding.
Ia sekarang nampak ragu untuk membuka pintu tersebut atau tidak. Pasalnya jika ia membuka pintu tersebut takutnya apa yang ia lihat tak sesuai dengan harapan dan menimbulkan aura negatif tapi jika tidak membukanya rasa penasaran Della akan menghantui dirinya nanti.
Setelah Della pikir-pikir pada akhirnya ia memutuskan untuk memberanikan diri membukanya yang kebetulan pintu tersebut tak terkunci. Dan betapa kagetnya dia ketika melihat Aiden tengah membelakanginya.
"Sayang, kamu ngapain disini?" Tanya Della penasaran. Aiden membalikkan badannya sembari nyengir kuda kearah Della.
"Hehehe tadi kebelet buang air kecil sayang jadinya kesini dulu dan gak sempat bilang sama kamu," alasan Aiden. Della mengangguk percaya kepadanya.
"Buang airnya udah kan? Kalau udah yuk ke ruang tamu disana ada orangtua kita lho." Aiden mengangguk dan ia segera keluar dari dalam kamar mandi tersebut yang langsung disambut dengan gandengan tangan pada lengannya oleh Della hingga mereka sampai di hadapan keempat orangtua yang tengah menatap Aiden dari atas sampai bawah.
"Hahahaha kamu ngapain Aiden pakai gituan segala?" Seloroh Papa Juan yang tak kuat menahan tawanya. Baru juga Aiden ingin menjawab perkataan dari Papa Juan namun sudah ditimpali dengan ucapan mertuanya.
"Kamu mau jadi transgender nak?" Ucap Daddy Geno.
"Jangan macam-macam Aiden. Kamu mau jadi Daddy. Kalau kamu berubah bentuk dari pisang ke apel tar anakmu kena sawan lihat bapaknya sendiri," seru Mama Yoona.
"Iya nak. Urungkan niatmu ya. Kasihan babynya nanti," giliran Mommy Geva yang berucap.
Aiden dengan cepat menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari kata-kata yang sama sekali tak benar itu. Hingga akhirnya Della yang angkat bicara.
"Ish, bukan itu Ma, Pa, Mom and Dad. Aku tuh lagi pengen lihat Aiden pakai daster dan suamiku ini yang paling pengertian akhirnya mau melakukannya demi anaknya juga sih," ucap Della yang di sambut gelak tawa dari mereka.
"Ada-ada aja kamu tuh Del. Ngidam yang aneh-aneh mulu sejak trimester pertama hingga mau lahiran gini," tutur Mama Yoona.
"Tapi gak papa. Lanjutkan saja ngerjain Aidennya walaupun kamu lagi gak ngidam sekalipun," sambung Mama Yoona yang langsung membuat Aiden melebarkan matanya.
"Aku mau keatas dulu ganti pakaian," bisik akdne ke Della dan karena sudah sedikit merasa puas akhirnya Della menyetujui perkataan Aiden.
Aiden bergegas menuju lantai dua untuk mengganti pakaian sialan itu tanpa berpamitan kepada keempat orangtua yang tengah menatap kepergiannya.
"Ngambek dia?" Tanya Mama Yoona kepada Della yang sudah terduduk dihadapan mereka.
"Enggak Ma, cuma mau ganti baju sebentar." Mama Yoona mengangguk paham dan mereka semua yang ada di ruang tamu tampak asik mengobrol sembari menunggu Aiden selesai berganti pakaian, baru mereka akan makan siang bersama nantinya.