
"Aiden," teriak Cika dan tanpa aba aba Aiden mendekati mereka, mendorong tubuh Cika yang berusaha melindungi selingkuhannya dari amukan Aiden hingga Cika terpental jatuh kebawah kasur dengan keadaan tanpa sehelai benang pun di tubuhnya.
Aiden sekarang sedang meluapkan emosinya, memukul tanpa ampun pria yang berada di dalam cengkramannya saat ini sedangkan Cika ia terduduk di lantai sembari menangis, Della merasa iba dengan Cika ia kemudian mendekati Cika sambil mencari pakaian yang tergeletak tak jauh dari tempat kasur.
"Pakai dulu," ucap Della sembari menyodorkan dress seksi yang ia yakini itu milik Cika yang ia gunakan sebelumnya. Cika menyambar begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih kepada Della, setelah selesai Cika menghampiri Aiden yang terus menonjok pria tersebut.
"Aiden stop!" perintah Cika namun di abaikan begitu saja oleh Aiden.
"Aiden please stop Aiden," kini Cika tengah memegang tangan Aiden yang akan ia layangkan kembali ke arah wajah sang mangsanya. Aiden menatap tajam kearah Cika.
Plak
Aiden menampar pipi Cika hingga membuat Cika tersungkur dilantai dan mengeluarkan darah segar di ujung bibirnya.
Della bergidik ngeri melihat situasi saat ini. Aiden mendekati Cika yang masih terduduk dilantai dengan memegangi pipinya tadi yang nampak memar sekarang. Aiden mensejajarkan dirinya tepat di depan Cika yang tertunduk. Ia mencengkram kuat rahang Cika yang membuat kepala Cika menengadah keatas.
"Cih dasar bit*ch," ucap Aiden sembari meludah ke wajah Cika dan melepaskan cengkramannya.
"Aiden dengerin penjelasan aku dulu," rayu Cika.
"Apa yang harus di jelaskan Cika? Gue udah lihat kelakuan murahan lo dengan mata kapala gue sendiri, apa yang mau lo jelasin lagi hah semuanya udah jelas," bentak Aiden.
"Aiden dengerin gue dulu," ucap Cika sembari memegangi tangan Aiden.
"Lepasin tangan menjijikkan lo itu dari tubuh gue," tutur Aiden, namun tak di sangka sangka dari arah belakang Aiden pria yang tadinya terkapar bangkit kembali dan melayangkan pukulan tepat di kepala Aiden.
"Sialan," geram Aiden dan kembalilah ia menghujami pria itu tanpa celah sedikitpun, Cika terus menerus berteriak kepada Aiden namun di hiraukan olehnya.
Della yang sedari tadi hanya terdiam kini ia mulai mendekati mereka bertiga.
"Astaga bisa mati nih anak orang di tangan pak Aiden," gerutu Della pelan. Dengan memantapkan dirinya ia melangkah mendekati Aiden hingga ia tepat di belakangnya. Della menarik nafas dalam-dalam, "Pak Aiden stop bisa mati anak orang kalau terus terusan bapak hajar begitu," teriak Della dan anehnya Aiden menghentikan aksinya, membalikan badannya, menatap tajam Della yang hanya di jawab cengiran olehnya.
"Pak udah pak jangan di terusin lagi, kalau tuh orang mati bapak mau tanggung jawab dan masuk penjara gitu aja," ucap Della.
"Saya tidak peduli," ketus Aiden.
"Ish bapak jangan keras kepala disaat kayak begini, lepasin gak!" perintah Della. Namun tidak di turutin oleh Aiden, ia tetap mencengangkan kuat lawannya yang sudah tak berdaya.
"Ck ya udah terserah bapak deh, mau lanjutin ya sok lanjuti kalau perlu mereka berdua lempar aja dari sini ke bawah," tutur Della kesal.
"Ide yang bagus," ucap Aiden dengan seringai mengerikannya sedangkan Della melotot tak percaya.
"Eh pak jangan dong saya tadi cuma asal bicara jangan di lakuin beneran," Ucap Della membayangkan jika ucapannya itu beneran terjadi mau jadi apa tubuh mereka setelah mendarat di lantai bawah nantinya, sangat mengerikan.
"Aduh gimana ini, aish kenapa ini mulut kalau ngomong gak disaring dulu sih ah elah kan gue tadi cuma buat gertak aja, arkh dasar lo stupid Del," umpat Della pada dirinya sendiri, kemudian ia menengok Cika yang masih terduduk di atas kasur. Della menghembuskan nafas kasarnya lalu ia menghampiri Cika.
"Non Cika sebaiknya non pulang saja, mari saya antar," ucap Della sopan sambil memegangi tangan Cika berniat membantu ia berdiri dan menuntunnya karena Della berfikir kalau Cika sekarang sedang lemah fisiknya kalau hatinya mana Della tau. Namun niat baik Della di tolak mentah mentah oleh Cika, ia menghentakkan tangan Della sampai terlepas.
"Gue bisa sendiri," ucap Cika dan berlalu dari hadapan Della.
"Astaga pak Aiden lupa gue," Della segera berlari menuju ruang tamu. Sesampainya di sana Della melihat pertengkaran Aiden dan Cika namun anehnya dimana pria tadi atau jangan jangan... Oh no jika benar berdosa lah kau Della.
"Cukup, lo jangan ganggu hidup gue lagi, pergi sekarang dari apartemen gue jangan pernah nunjukin muka lo lagi di depan gue kalau lo berani nunjukin muka lo yang murahan ini gue jamin hidup lo sama seperti pria selingkuhan lo itu dan lo akan mati di tangan gue," tegas Aiden.
"Aiden please," pinta Cika sembari berlutut di depan Aiden.
"Keluar sekarang juga atau gue seret lo keluar dari sini," dengan terpaksa Cika keluar dari apartemen Aiden dengan langkah gontai.
"Arkh," teriak Aiden sembari merebahkan tubuhnya di sofa dengan menjambak rambutnya frustasi.
"Deketin gak deketin enggak ih bingung gue tapi kalau gak di deketin kasian juga haish dah lah deketin aja, tapi gue takut gimana dong. Ah elah kenapa gue yang jadi galau gini sih bodo lah deketin aja kalau dia berani macam macam gue serang balik entar," ucap Della meyakinkan dirinya dan dengan ragu ia melangkahkan kakinya kearah Aiden dan mendudukan tubuhnya disampai Aiden yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dengan tangan yang bergetar Della menepuk pelan pundak Aiden.
"Pak, bapak gak papa?" tanya Della pelan. Aiden membuka tangannya dan menatap sendu Della entahlah kemana tatapan membunuh tadi sekarang hanya ada kesedihan di dalamnya yang terlihat jelas oleh Della.
"Del."
"Iya pak ada apa, mau saya ambilin apa ngomong aja atau bapak lapar saya buatin makanan," ucap Della namun Aiden menggelengkan kepalanya.
"Boleh saya peluk kamu sebentar saja," tutur Aiden, sontak membuat Della heran seketika.
"Ih gak mau enak aja main peluk peluk anak orang, jangan modus ya pak," Della menjauhkan tubuhnya hingga mentok pada ujung sofa tersebut.
"Saya gak modus Del, please sekali aja," ucap Aiden sendu yang membuat Della merasa kasian pada Aiden saat ini. Della nampak berfikir sebenarnya hingga ia merentangkan kedua tangannya, "Sekali aja pak jangan nambah karena pelukan saya itu terlalu membuat orang candu, kalau bapak sampai candu saya gak akan tanggung jawab," ucap Della dan tanpa aba aba Aiden menubruk tubuh Della memeluk erat dan menenggelamkan wajahnya di pundak Della, Della pun membalas pelukan Aiden, ia merasakan getaran hebat di punggung Aiden.
"Pak kalau bapak mau nangis, nangis aja sepuasnya, keluarkan semuanya biar bapak lega," ucap Della sembari mengelus punggung Aiden dan benar saja Aiden sekarang tengah menangis walaupun tanpa suara Della bisa merasakan basah di pundaknya.
💜💜💜💜💜
Happy reading guys 🤗
jangan lupa tinggalkan jejak wokey 👌 biar author absurd ini semangat nulisnya 😚
Oke bay sampai ketemu di eps selanjutnya see you 👋