My Bos CEO

My Bos CEO
38


Tepat satu jam orang yang mereka tunggu tunggu akhirnya datang juga, Della bergegas membukakan pintu setelah mendengar bell rumahnya berbunyi.


"Pak Bisma," ucap Della setelah melihat orang yang di maksud Aiden dan Reiki tadi ternyata Bisma sang pimpinan manager di AWA grup yang tak lain dan tak bukan merupakan teman Aiden dan Reiki.


"Eh jadi ini rumah kamu Del?" tanya Bisma kaget pasalnya Reiki tadi menelponnya tanpa memberi tahu siapa tuan rumah yang akan ia kunjungi, ia hanya disuruh datang ke alamat yang Reiki kirim secepatnya.


"Hehehe iya pak, mari silahkan masuk, langsung saja ke ruang keluarga aja pak, dari ruang tamu ini nanti lurus dikit udah ketemu ruang keluarga dan bapak mau minum apa biar saya buatin," ucap Della.


"Apa aja Del terserah kamu aja yang penting gratis," ucap Bisma dengan cengiran tak berdosanya. Della hanya mengangguk kepalanya dan segera pergi menuju dapur sedangkan Bisma ia menuju ke ruangan yang di tunjuk Della tadi.


"Hai," sapa Bisma setelah sampai di ruang keluarga.


"Lama amat lo nyampenya kasihan tuh yang udah nungguin," ucap Aiden sembari melirik Desi yang tersipu malu, percaya tak percaya ternyata teman yang akan ia ajak untuk jadi obat nyamuk adalah orang yang selama ini ia incar.


"Samperin gih, pdkt sekalian siapa tau cocok, toh kalian juga jomblo kan jadi gak ada yang akan di labrak sama pasangan masing masing," timpal Reiki.


"Oh ya Della mana?" tanya Aiden yang tak mendapati Della di sekitarnya.


"Ke dapur," jawab Bisma sembari mendudukkan dirinya disamping Desi.


Tanpa aba aba Aiden berdiri dari duduknya dan segera menuju dapur yang saat ini Della gunakan untuk menyiapkan makan siang yang kebetulan jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas dan ia berniat untuk mengajak mereka semua untuk makan bersama sama di rumahnya.


Della terus asik menyiapkan segala sesuatu dari mulai lauk pauk, nasi serta minum dan tak lupa alat makan tanpa menyadari kehadiran Aiden yang sudah menatapnya intens tanpa berkedip di belakangnya.


"Selesai," ucap Della sembari menepukkan tangannya.


"Makan yok kalau udah selesai, saya laper," ucap Aiden tiba tiba yang membuat Della kaget seketika.


"Pak, bapak kalau mau ngomong pakai assalamualaikum dulu kenapa sih, hobi banget bikin orang jantungan," tutur Della sebal.


"Assalamualaikum," ucap Aiden sembari mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi.


"Telat, Waalaikumsalam," jawab Della ngegas sedangkan Aiden sudah bersiap mengambil nasi dihadapannya namun di cegah Della.


"Bapak mau ngapain?" tanya Della.


"Makan lah kan saya tadi udah bilang kalau saya lapar gimana sih Del."


"Ish nungguin yang lain lah pak, bapak panggil mereka dulu sana!" perintah Della sembari memukul tangan Aiden berulang kali hingga sang empu mendengus kasar.


"Kamu pikir saya samsak main pukul pukul seenak jidat lebar kamu?" tutur Aiden yang membuat Della mengerucutkan bibirnya.


"Jangan kaya gitu bibirnya nanti kalau saya kiss tau rasa," sambung Aiden yang mendapatkan tatapan tajam dari Della.


"Mulutnya minta di kasih cabe," Della meraih sambal yang sudah tersaji di atas meja makan dan segera menyendokannya ke mulut Aiden ketika ia hendak membuka mulutnya untuk menimpali ucapan Della tadi dan hap satu sendok makan sambal berhasil masuk kedalam mulut Aiden.


Aiden menyemburkan sambal tadi ke sembarang arah, ia segera meneguk air yang masih di dalam water jug kaca di depannya.


Della tertawa puas melihat ekspresi wajah Aiden yang tampak kepedasan, sampai mereka berdua tidak menyadari jika sahabat sahabatnya tadi sudah ada di ruangan yang sama dengan mereka berdua.


"Romantis sekali sih kalian jadi iri deh," ucap Reiki yang sudah duduk dihadapan Aiden.


"Romantis pala lo, gue disuapin sambal satu sendok masih di bilang romantis gue gibeng lo," ucap Aiden sembari mengibaskan tangannya kearah mulutnya.


Sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepalanya mendengar tingkah beraninya Della tadi.


"Udah udah, mending makan yuk saya sudah lapar nih," ucap Bisma tak tau malu dan dengan segera ia mengambil nasi kedalam piringnya beserta lauk pauknya.


"Heh belum juga tuan rumah ngizinin udah main nyomot aja gak sopan Bis, malu maluin gue, lo tuh," ucap Reiki yang hanya mendapat cengiran oleh Bisma.


"Eh silahkan makan, kalau bisa di habiskan ya, sayang kalau entar sisa," ucap Della sembari mempersilahkan yang lain ikut gabung dengan Bisma yang lebih dulu makan tanpa rasa malu sedikit pun.


Mereka menikmati makanannya tanpa ada suara sedikitpun hanya ada dentingan sendok dan piring yang saling beradu.


πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu kini tepat tiga tahun Della bekerja di perusahaan milik Aiden dan seiring waktu berlalu juga pertengkaran layaknya Tom and Jerry selalu meliputi mereka berdua.


Sama seperti saat ini Della yang tengah duduk santai sembari menunggu waktu masuk kerja tiba tiba dirinya di kaget kan oleh Aiden yang tanpa permisi masuk keruangannya.


"Bapak ish kebiasaan, permisi dulu kenapa sih, jantung saya lama lama nanti kena masalah lho," ucap Della sembari memegangi dadanya yang sudah lari maraton karena ulah Aiden.


"Ck ini kantor punya saya jadi terserah saya dong," Della memutarkan mata malas, selalu saja begitu kalau di nasehatin, Della tak masalah kalau cuma tidak mengetuk pintu saja dan membukanya perlahan, dia tidak akan marah tapi pasalnya Aiden sudah tidak mengetuk pintu dan membukanya dengan kasar, menutup pun juga seperti membanting barang yang gak berguna, sangat keras mungkin saja Tania bisa mendengarkan.


"Ada apa?" tanya Della to the point.


"Kita berangkat sekarang," ucap Aiden sembari menarik tangan Della keluar dari ruangannya.


"Eh pak sakit tau, mau kemana sih emangnya pakai tarik tarik segala lagi," gerutu Della sembari menyamakan langkah kakinya dengan langkah kaki Aiden yang lebar.


"Ada masalah di perusahaan Inggris, kita harus kesana secepatnya," ucap Aiden tanpa melepaskan tarikannya.


"Owh gitu to bilang dong dari tadi," ucap Della sembari manggut-manggut tanda mengerti namun seketika matanya terbelalak mengingat negara yang di ucapkan Aiden barusan.


"Eh bentar, kemana pak tadi?" sambung Della memastikan dengan apa yang ia dengar tadi.


"Inggris," Della tertegun di tempat setelah mendengar dengan jelas ucapan Aiden tadi. Aiden memutarkan tubuhnya di kala ia merasa orang yang ia tarik berhenti secara mendadak. Ia mengerutkan keningnya melihat Della yang tengah gusar.


"Kenapa malah berhenti? Kita harus segera kesana Della," tutur Aiden membuat Della tersadar dari pikirannya yang sedang berkelana.


"Pak, bapak sendiri aja ya kesana, saya gak bisa masalahnya Mommy sama Daddy saya besok mau kesini," Alasan macam apa itu Della, Aiden gak mungkin percaya begitu saja dengan alasanmu yang tak masuk akal itu.


"Jangan banyak alasan, saya bukan anak kecil Della toh Mommy sama Daddy mu kalau benar benar kesini mereka juga akan paham dengan situasi saat ini dan mereka juga gak akan keberatan," tutur Aiden.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Author absurd udah kehabisan ide nih gimana dong hiks 😭 mood juga naik turun gak nentu kan bikin author pingin hih aja tuh si mood seenak jidatnya bikin author dilema😌 dah lah author absurd kebanyakan bacot hari ini, mon maap ya😁


Biar author absurd ini semangat lagi dan moodnya lebih bagus lagi kasih LIKE and VOTE dong 🀭


HAPPY READING GUYS πŸ€—


Peluk cium dari author absurd πŸ€—πŸ˜˜ See you next eps bye πŸ‘‹