
Della dan Aiden sudah kembali lagi kedalam kamar pengantin setelah melewati pesta resepsi yang mengharuskan mereka berdua berdiri selama 9 jam dan hanya bisa duduk beberapa saat saja itu pun tak sampai 30 menit.
"Mau kemana?" Tanya Aiden yang melihat Della membawa salah satu paper bag yang di berikan Mommy Geva dan Mama Yoona tadi ke arah kamar mandi.
"Mau mandi. Kan aku jalannya ke arah kamar mandi," ucap Della.
"Mandi bareng aja ya," tutur Aiden sembari mendekati Della.
"Jangan mesum deh."
"Sekali aja lah. Toh juga sama suami sendiri dan itu juga bisa dapat pahala lho," ucap Aiden menggoda.
"No, mandi sendiri-sendiri." Della melanjutkan jalannya dengan langkah lebar dan segera masuk kedalam kamar mandi.
Aiden mendengus sebal. Dia suaminya lho masak gak boleh mandi bareng sama istri sendiri dan apa-apa dikatain mesum, huh sungguh menyebalkan buat Aiden.
Aiden kembali merebahkan dirinya di kasur king size tersebut sembari memainkan ponselnya tanpa berganti pakaian hanya tuxedo dan dasinya yang ia lepas dan ia lempar ke sembarang tempat, hanya menyisakan kemeja yang lengannya ia lipat sampai ke siku dan 3 kancing kemejanya ia buka, memperlihatkan dada bidangnya.
Sudah 30 menit Della didalam kamar mandi namun bukannya mandi ia malah sibuk dengan gaunnya yang sama sekali tak bisa ia lepaskan dari tubuhnya. Bahkan untuk mencapai resleting pun tangannya tak sampai.
"Huh, kenapa susah banget sih lepasin ini baju rempong. Ya kali gue tidur pakai beginian," gerutu Della menyerah.
"Apa gue minta bantuan sama Aiden ya? Tapi kan kalau dia ngapa-ngapain gue gimana dong arkh eh tapi kan dia udah sah jadi suami gue. Ish dahlah bodoamat," sambung Della.
Ia memutuskan untuk meminta bantuan Aiden dari pada ia akan tersiksa lebih lama lagi jika memakai gaun ini apa lagi ia pakai buat tidur. Della tak bisa membayangkan bagaimana sesaknya ia bernafas.
Della membuka pintu kamar mandi dan melihat sekeliling kamar tersebut. Matanya melihat Aiden tengah berbaring.
"Dia udah tidur kah?" Tanya Della pada dirinya sendiri. Ia pun melangkah mendekati Aiden untuk memastikan sang suami sudah tidur apa belum.
Della mendengus kala melihat mata Aiden sudah tertutup. Namun ketika ia ingin membalikan badannya, tangan Della lebih dulu di cekal oleh Aiden.
"Udah selesai mandinya?" Tanya Aiden tanpa membuka matanya.
Della menggigit bibir bawahnya. Aiden yang merasa tak ada jawaban dari Della pun membuka matanya dan menatap heran kearah Della yang masih sama seperti tadi hanya saja rambutnya sudah tergerai cantik dan wajahnya tampak natural.
"Kamu mau pakai gaun ini buat tidur?" Tanya Aiden penasaran. Della menggelengkan kepalanya.
"Terus kenapa masih di pakai?"
"Hmm itu anu, gimana ya?" Ucap Della gugup.
"Apanya yang gimana?" Tanya Aiden tak mengerti.
"Hmmm aku mau minta tolong boleh?" Bukannya menjawab Della malah bertanya balik.
"Apa?"
Della memutar tubuhnya membelakangi Aiden dan mengesampingkan rambutnya sehingga memperlihatkan resleting gaun tersebut.
"Tolong bukain resletingnya dong. Tangan aku gak nyampe soalnya," ucap Della.
Aiden tersenyum dan segera berdiri dari rebahannya.
"Jadi kamu belum mandi?" Tanya Aiden sembari mendekati tubuh Della. Della pun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Aiden tadi.
Aiden hanya bisa menggelengkan kepalanya dan ia pun segera menurunkan resleting gaun tersebut perlahan, hingga memperlihatkan punggung putih Della yang tanpa penghalang sedikitpun. Aiden menatap punggung tersedia tanpa berkedip dan sesekali menelan salivanya.
"Udah belum?" Tanya Della.
Aiden pun mengerjabkan matanya dan menggaruknya kepalanya.
"Udah," ucap Aiden.
Della pun berbalik menghadap tubuh Aiden dengan senyum yang mengembang. Tanpa Della sadari salah satu asetnya terekspos juga namun tak menampakkan keseluruhan dari bagian dadanya itu.
Aiden di tambah gelagapan ketika melihatnya. Kalau begini bisa saja ia menerjang Della sekarang.
"Astaga kenapa gue malah kayak orang linglung gini sih. Padahal itu juga akan jadi milik gue. Kenapa tadi gak langsung gas aja arkh emang ya penyesalan tuh datangnya diakhiri," ucap Aiden lemas. Kalau ia melakukan tadikan dia tak perlu lagi menahannya.
Hampir 1 jam Della baru keluar dari kamar mandi tersebut dengan pakaian kurang bahan yang hampir sama dengan yang anak buah Aiden berikan kepadanya dulu.
Della berlari menuju kasur menghindari tatapan Aiden yang sebenarnya sudah melihat tubuh seksi Della itu.
Setelah Della sampai diatas kasur ia segera menutup tubuhnya hingga keatas kepalanya dengan posisi ia membelakangi Aiden yang tengah berpura-pura tidur.
"Aman," ucap Della lirih. Namun baru saja ia mengatupkan mulutnya tubuh Aiden malah mendekatinya dan melingkarkan tangannya ke perut Della.
"Apanya yang aman sayang?" Tanya Aiden tepat di tengkuk Della.
Tubuh Della menegang ketika bibir Aiden mengecup tengkuknya. Della pun mengganti posisinya beralih menghadap Aiden namun sebelumnya ia telah membuka selimut yang juga menutup kepalanya tadi.
Della tersenyum kaku kearah Aiden.
"Gak papa kok, lupakan saja. Sekarang saatnya kita tidur udah malam," ucap Della padahal jarum jam baru menunjukkan pukul setengah sebelas.
Aiden mendengus ketika Della malah mengajaknya tidur bukannya melakukan sebagai mana mestinya ketika malam pertama.
"Kenapa mukanya begitu?" Tanya Della yang melihat raut muka masam Aiden.
Aiden melepaskan pelukannya dan membelakangi Della yang tengah menatap dirinya dengan penuh tanda tanya.
"Kenapa sih?" Tanya Della namun tak di jawab oleh Aiden.
Della memutar matanya malas. Kalau Aiden sudah merajuk begini jurus andalan Della cuma satu yaitu bersikap manis kepada Aiden.
Della mendekati tubuh Aiden dan menyatukan kepalanya diatas kepala Aiden yang menyebabkan pipi keduanya saling bertemu.
"Kamu gak mau mandi dulu sayang?" Tanya Della lembut sembari memeluk suaminya dari samping.
"Gak," jawab Aiden singkat.
"Ada apa sih sebenarnya, apa aku salah ngomong tadi? Kalau iya maafin aku ya sayang," ucap Della sembari mencium pipi Aiden berulang-ulang. Membuat Aiden tak tahan lagi.
Aiden membalikan tubuhnya dan menatap mata Della dalam. Dan entah apa yang mendorong Aiden hingga ia mendekatkan wajahnya ke Della. Della yang terkunci dengan tatapan Aiden pun tak bisa berkutik.
Aiden mengecup bibir Della dan meminta bibir itu untuk terbuka. Hingga nafsu keduanya mengalahkan kesadaran mereka berdua.
Namun ketika Aiden hendak melakukan lebih dari itu dan meminta haknya, tangan Della lebih dulu menahannya sembari menggelengkan kepalanya lemas.
Aiden mengerutkan keningnya tak paham.
"Jangan," ucap Della.
"Kenapa?" Tanya Aiden yang sudah kalut dalam nafsunya.
"Pokoknya jangan dulu," tutur Della.
Aiden pun menuruti perintah Della, mungkin Della belum terpancing sepenuhnya, batin Aiden.
Aiden kembali memilih untuk meningkatkan gairah Della lebih dalam lagi. Dan sampai lah Aiden tak kuasa lagi menahan beban yang harus ia keluarkan di tempat seharusnya namun lagi-lagi Della menahannya dengan muka yang sudah merah.
*****
HAPPY READING GUYS π
Gimana? gak gimana-gimana kanπ€ semangat puasanya πͺ
Marhaban ya Ramadhan π
Jangan lupa LIKE and VOTE, hadiah juga dong jangan sampai ketinggalan dan kalau kalian komen author absurd usahain bales satu-satu π€
Salam hangat dari author absurd π€π See you next eps bye π