My Bos CEO

My Bos CEO
79


Siang harinya Della dan Aiden sudah sampai di bandara yang tak jauh dari kediaman Della beserta kedua keluarganya yang turut mengantar pasangan pengantin baru tersebut.


"Hati-hati sayang. Nikmati honeymoon kalian dan jangan mikirin yang ada disini," ucap Mommy Geva sembari memeluk tubuh Della dan dijawab anggukan olehnya.


Della melepaskan pelukannya dan berpindah ke Mama Yoona yang sudah merentangkan tangan dan Della pun segera memeluk tubuh Mama mertuanya itu.


"Jangan capek-capek disana dan makan yang sehat jangan makan makanan cepat saji dan kalau Aiden buat kamu marah atau sedih bilang sama Mama, biar Mama beri pelajaran ke dia," ucap Mama Yoona yang sudah merenggangkan pelukannya.


"Siap Ma," jawab Della dengan sikap hormatnya.


Della pun berpindah ke Daddy dan Papa mertuanya tak berbeda dengan Aiden yang lebih dulu memeluk kedua lelaki itu dan kini ia berpindah ke kedua wanita paruh baya yang kebetulan tepat disampaingnya. Aiden mendekati Mama Yoona terlebih dahulu dan memeluk tubuh sang Mama erat.


"Jaga Della baik-baik. Jangan nyakitin dia atau buat dia nangis. Kalau kamu berani nyakitin dia, Mama pastikan nyawa kamu melayang ditangan Mama," ucap Mama Yoona yang membuat Aiden bergidik ngeri.


Aiden pun bergantian memeluk Mommy mertuanya.


"Nitip Della ya sayang. Pulang kesini kalau bisa Della udah isi. Mommy nunggu kalian pulang dulu baru kembali ke Rusia," ucap Mommy Geva disela pelukannya.


"Terimakasih Mom udah percayakan Aiden untuk jagain Della," ujar Aiden yang mendapat usapan lembut di punggungnya oleh Mommy Geva.


Setelah acara berpelukan, Aiden dan Della segera menuju ke pesawat pribadi milik Aiden seperti biasa. Hingga mereka sudah siap untuk terbang menuju negara Korea tempat kelahiran Mama Yoona dan ini sama saja pulang kampung buat Aiden.


"Kamu lapar?" Tanya Aiden setelah pesawat terbang membelah udara di langit.


"Hehehe iya. Tadikan aku gak sempet makan sedikitpun, jadi maklum lah kalau akunya lapar," ucap Della.


"Ya udah tunggu sini. Aku mau bilang ke pramugari disini dulu," tutur Aiden dan segera beranjak dari duduknya.


Tak berselang beberapa menit Aiden telah kembali dengan beberapa pramugari di belakangnya yang sedang membawa makanan ditangannya.


"Silahkan dinikmati tuan dan nyonya," ucap salah satu pramugari tersebut.


"Terimakasih," tutur Della tak lupa dengan senyum ramahnya.


"Kalian boleh pergi!" Perintah Aiden dan diangguki oleh seluruh pramugari yang berada dihadapannya. Mereka semua pun pergi dari hadapan pengantin baru tersebut.


"Wah makanannya banyak sekali," ucap Della berbinar ketika melihat berbagai makanan yang tersaji di depannya.


"Makan yang banyak sayang," tutur Aiden sembari mengusap puncak rambut Della. Dan tanpa aba-aba Della pun melahap satu porsi kwetiau yang kebetulan tak jauh dari hadapannya.


Aiden yang melihat Della makan dengan lahap pun tersenyum dan ia terus menatap Della tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun.


"Menggemaskan sekali sih," ucap Aiden sembari mencubit gemas pipi Della yang terlihat mengembang.


Della menatap Aiden dengan mulut yang terus mengunyah.


"Jangan dicubit dulu. Aku masih makan ini," ucap Della sedikit tak jelas.


"Telan dulu sayang makanannya baru ngomong," tutur Aiden dan Della pun dengan susah payah menelan seluruh makanan di mulutnya.


"Hmm, jangan dicubit dulu. Aku masih makan lho tar kalau makanannya nyembur keluar kan mubasir," ulang Della.


"Baiklah, sekarang teruskan makan mu dan hati-hati saja jangan terburu-buru gak ada yang mau rebut makanan kamu," ucap Aiden dan di balas dengan senyuman Della.


Della kembali fokus dengan makanan di depannya dan butuh waktu 30 menit Della mampu menghabiskan 5 piring yang berbeda isinya hingga tuntas.


Della menyenderkan tubuhnya di pundak Aiden yang tengah mengecek dokumen perusahaannya.


"Kenyang," ucap Della sembari mengelus perut ratanya.


"Alhamdulillah," tutur Aiden menimpali.


"Hehehe Alhamdulillah," ucap Della.


Della menatap Aiden yang tengah sibuk dengan laptop di pangkuannya.


"Aku lagi ngecek beberapa dokumen aja sayang sebelum nanti aku serahkan ke Reiki semua," ucap Aiden sembari mengecup puncak rambut Della.


"Aku tuh sering penasaran sama kamu," tutur Della sembari membenarkan posisi duduknya.


"Penasaran?"


"Iya penasaran, bahkan sejak aku kerja sama kamu."


"Jadi sejak awal kamu udah penasaran sama suamimu ini atau sejak pertemuan pertama udah ada rasa sama aku," ucap Aiden menggoda.


"Ck, apa kamu lupa pertama pertemuan kita itu buat aku darah tinggi." Aiden mengingat kembali kejadian beberapa tahun kebelakang saat dirinya bertemu Della di toko perhiasan hingga membuat mereka berdua jadi tontonan semua pengunjung disana.


"Hehehe maaf ya sayang," ucap Aiden.


"Sekarang aja baru minta maaf kemarin-kemarin kemana aja kamu, huh menyebalkan," tutur Della sembari beranjak dari duduknya.


"Mau kemana? Kamu masih marah sama aku gara-gara beberapa tahun yang lalu aku rebut kalung yang kamu incar? Sayang maaf, jangan ngambek ya," ucap Aiden memelas.


"Aku udah lupain tentang masa lalu yang menyebalkan itu. Aku hanya mau ke kamar mandi. Gimana mau ikut?" Tutur Della yang seakan memancing Aiden saat ini.


"Boleh juga," ucap Aiden sembari menyeringai mesum kearah Della.


"Ck dasar mesum gak tau tempat," tutur Della dan segera pergi ke kamar mandi untuk membuang hajat kecilnya.


"Tadi nawarin, giliran beneran mau eh malah ngatain suami sendiri mesum. Huh untung cantik, sayang dan istri sendiri," gerutu Aiden.


*****


Butuh waktu 7 jam lebih bagi mereka berdua untuk sampai di negara ginseng tersebut.


Aiden menatap tubuh Della yang masih pulas dengan tidurnya. Ia mau membangunkan Della tapi Aiden tak tega dan akhirnya Aiden memilih membopong tubuh Della hingga sampai di depan mobil yang sudah di sediakan untuk menjemput mereka.


Aiden perlahan menurunkan tubuh Della dan ia juga segera duduk disamping sang istri membiarkan Della berbaring di pangkuannya.


"Kebo banget sih sayang," ucap Aiden sembari menatap wajah damai Della.


Mobil yang di tumpangi oleh Aiden dan Della pun melaju membelah jalanan di kota Seoul hingga akhirnya mereka sampai di salah satu apartemen mewah yang sudah Mama Yoona siapkan.


Aiden kembali membopong tubuh Della diikuti dengan anak buahnya yang berjalan di belakang membawa koper keduanya.


Setelah sampai di salah satu kamar apartemen Aiden pun segera menurunkan Della di kasur king size yang ada di kamar tersebut.


"Berat juga ternyata," gerutu Aiden sembari memijit lengannya yang lumayan pegal.


Aiden pun kembali keluar dari kamar untuk menemui anak buahnya yang masih setia menunggu dirinya di ruang tamu.


"Kalian boleh kembali dan terimakasih sudah membantu saya, ini sedikit uang untuk kalian." Aiden memberikan beberapa lembar uang kepada dua anak buahnya yang disambut dengan gembira oleh kedua orang tersebut. Jarang-jarang sekali Aiden berbaik hati seperti ini. Aiden mengucapkan kata terimakasih pun sudah membuat hati anak buah Aiden tersentuh apalagi tadi mereka sudah mendapat ucapan terimakasih langsung dari mulut Aiden eh sekarang malah ketiban rejeki yang lebih lagi. Mimpi apa mereka berdua semalam hingga membuat mereka mendapatkan hal yang sangat langka dari Aiden.


Anak buah Aiden pun menerimanya dengan senyum dan ucapan terimakasih lalu mereka berdua pun keluar dari apartemen Aiden meninggalkan sang bos yang sudah sangat letih. Apalagi lengannya yang semakin pegal gara-gara harus membopong tubuh Della dari bandara dan tadi saat mereka sampai di sini. Huh hari ini sungguh hari yang sangat melelahkan untuk Aiden namun ia juga senang karena bisa honeymoon walaupun dari awal Aiden dan Della sepakat untuk menunda kepergian mereka tapi entah apa yang membuat mereka berdua malah menerima tawaran dari Mama Yoona dan Mommy Geva. Mungkin ini bertanda hal baik akan menimpa mereka berdua, semoga saja.


*****


HAPPY READING GUYS 😘



Dapat salam dari Della nih dan Della berpesan untuk kalian supaya meninggalkan jejak untuk author dengan cara LIKE and VOTE, hadiah juga dong tentunya 🀭 Maaf untuk hari ini author nulisnya cuma dikit dikarenakan author lagi gak enak body mohon dimaklumi ya sayang-sayangku πŸ€— dan semoga author nanti bisa nulis untuk eps mendatang karena author udah gak punya stok eps lagi😭 dahlah😒


Semangat puasanya πŸ€— Marhaban ya ramadhan πŸ™


Salam hangat dari author absurd πŸ€—πŸ˜˜ See you next eps bye πŸ‘‹