
"Kenapa kamu mau tidur sekamar lagi dengannya Vin?"
Davin yang masih terasa pening perkara Velicia yang tidak mau bekerja sama dengan dirinya dan membantah tidak ingin mendengarkan perkataannya, kini pria yang akan menjadi ayah untuk kedua kalinya bertambah pusing lagi saat didorong oleh Vallen mantan kekasihnya yang mempertanyakan perihal dirinya yang kembali sekamar dengan istri sah nya.
Beda halnya dengan Velicia.
Velicia yang telah mengetahui bahwa Davin tidak lupa ingatan akan dirinya mulai bersikap angkuh di depan sang kakak.
Memeluk lengan Davin seolah ingin mengatakan bahwa pria itu hanya milik Velicia seorang.
Davin: "Ini perintah daddy ku" sahutnya memberi alasan.
Vallenci: "Tapi Vin...
Baru saja wanita yang berperan sebagai orang ketiga dalam rumah tangga Velicia dan Davin yang juga berstatus sebagai kakak dari Velicia sendiri hendak berbicara lebih panjang lagi pada Davin dengan berusaha mendekati Davin yang berdiri tepat di samping Velicia, Velicia langsung menarik pria itu dan meninggalkan sang kakak tanpa banyak kata.
Velicia: "Istri sah mengantuk" katanya yang meninggalkan Vallen tanpa permisi.
Sedangkan Davin yang ditarik hanya bisa mengekori langkah kecil Velicia.
Vallenci: "Dasar tidak tahu diri" celanya melayang untuk sang adik.
Vallenci: "Sudah tahu Davin tidak mengingatmu, sudah tahu wanita lain mengandung anak suamimu, sudah tahu bahwa suaminya tidak lagi mencintaimu masih saja berharap pada kenyataan yang tidak berpihak kepadamu" lanjutnya yang semakin membuat Velicia geram mendengarnya.
Ingin sekali dalam benak Velicia menjambak rambut panjang yang indah saat terurai itu.
Dan dirinya pun ingin sekali mencakar mulut sang kakak karna mengatakan bahwa anak yang ia kandung adalah anak dari suaminya.
Vallenci: "Aku baru sadar bahwa adikku adalah wanita yang tidak tahu diri"
Velicia: "Aku banyak belajar darimu wahai kakakku yang bercita cita ingin menjadi pelakor" hinaanya tak kalah pedas.
Velicia: "Bila kau mengatakan baru sadar bahwa aku adalah seorang wanita yang tidak tahu diri karna mempertahankan suami. Lalu kau itu apa?"
Velicia: "Seorang kakak yang menghancurkan kebahagiaan sang adik sendiri?"
Davin yang masih berperan sebagai pria yang lupa ingatan tak bisa angkat bicara mengenai permasalah yang tengah di hadapinya.
Awalnya saat Velicia belum mengetahui akan rahasianya, Davin bisa berperan semaksimal mungkin. Namun kini istrinya telah mengetahui akan kebohongannya yang membuat Velicia pun tidak ingin membiarkan Davin berlama lama bersama dengan Vallen yang sesungguhnya Davin sangat benci.
Membela Velicia di hadapan Vallen pasti akan membuat kecurigaan bagi mantan kekasih yang telah lenyap dari ingatannya. Begitupun bila membela Vallen dan menyudutkan Velicia hanya untuk memperkuat perannya hanya akan membuat Velicia semakin marah padanya dan semakin membencinya.
Vallenci: "Aku mengandung anaknya, aku berhak atas ayah dari anak yang aku kandung" ucapnya tegas dengan menunjuk dirinya sendiri seolah bangga karna mengandung anak dari seorang Davin Aditya Mayndra.
Velicia: "Seberhak berhaknya seorang selingkuhan dan anak yang dikandungnya. Masih berhak istri sah dan anak sah yang akan mewarisi semuanya" sahutnya menimpali.
Vallenci: "Itu hanya berlaku bila istri sah mengandung ana..
Velicia: "Bagaimana jika aku sekarang sedang mengandung anak dari suamiku?" selanya dengan tangan kiri yang ikut menyertai ucapannya pada perut rata miliknya.
Velicia: "Bukankah kau tidak mungkin berguna lagi untuk suamiku wahai kakakku yang menjelma sebagai orang ketiga?"
Vallenci: "Kau hamil?!" serunya terlihat sangat terkejut.
Velicia: "Ya!"
Velicia: "Tujuh belas minggu, tumbuh dengan sehat dan yang pastinya ini adalah anak Davin bukan anak dari orang lain"
🍂🍂🍂
"Haruskah memberitahunya bahwa kau kini juga tengah mengandung anakku?" kalimat yang mengacaukan beribu ribu rasa senang dalam benak Velicia karna berhasil membuat raut wajah kesal begitu pula kecewa pada diri kakaknya Vallen telah mengembalikan dirinya pada kenyataan yang ada saat ini.
Dirinya yang tadi tersenyum merasa puas diri kini berubah dengan raut wajah suram yang mengerikan.
Velicia: "Memangnya kenapa?!" celetuknya merasa bahwa Davin memperhatikan perhatiannya pada mantan kekasihnya bukan pada dirinya.
Velicia: "Kamu ingin merahasiakan anak kamu yang aku kandung dari selingkuhan kamu?!"
Velicia: "IYA?!" sentaknya tiba tiba timbul emosi.
Velicia: "Atau kamu ingin menjaga perasaan kak Lenci supaya dia tidak patah hati?" tuduhnya membuat Davin semakin heran dengan keadaan istrinya yang menjadi pencemburu dan tingkat kewaspadaan yang selalu terpasang.
Davin: "Kamu ini ngomong ke arah mana Vei? Jangan tidak jelas dan ngelantur seperti itu"
Velicia: "Apa mungkin memang benar yang dikatakan kak Lenci bahwa anak yang dia kandung juga adalah anak kamu?!" tuduhnya lagi membuat Davin semakin jengah.
Davin: "Aku mau mandi dulu" alasannya ingin menghindari segala tuduhan istrinya yang tidak sesuai dengan kenyataannya.
Velicia: "Tuh kan!"
Velicia: "Jadi benar itu anak kamu juga?!" semakin menjadilah Velicia dengan spekulasinya.
Davin: "Oh astaga!" sahutnya merasa benar benar frustasi.
Velicia: "Kamu bohong kan sama aku. Itu benar kan anak kamu juga Vin?"
Davin: "Vei?!"
Velicia: "Kamu bohong kan Vin?!"
Davin: "Astaga Velicia stop!!!"
Tuduhan yang tidak beralasan dan tangisan yang mulai menderai membuat Davin semakin frustasi saat melihat Velicia yang saat ini sangat berbeda dengan Velicia yang dulu ia kenali.
Mudah emosi, mudah menangis dan kecurigaannya yang keterlewat membuat Davin hanya bingung harus berbuat apa.
Memarahinya hanya akan semakin membuat wanita hamil itu semakin curiga bahwa Davin hanya pura pura ingat padanya. Membiarkannya dengan spekulasinya pun hanya akan menimbulkan kecurigaan pada Velicia bahwa anak yang dikandung oleh mantan kekasihnya memang benar anak miliknya juga.
Dirinya kini hanya berdiri dalam kondisi yang serba salah. Membiarkannya atau membantahnya semua tidak ada yang baik untuk posisi Davin saat ini.
Hanya diam dan tidak menanggapi pun hanya akan semakin membuat Velicia mengamuk karna merasa tidak dianggap.
Davin: "Itu bukan anakku. Dia bukan hamil olehku dan aku tidak pernah melakukannya dengan dia"
Davin: "Ok? Kau puas sekarang Vei?" bujuknya pelan pelan karna istrinya semakin menangis.
Velicia: "Bohong!"
Davin: "Aku tidak bohong Vei"
Velicia: "Bohong! Bohong! Bohong!" teriaknya memenuhi seisi ruangan.
Velicia: "Kamu pembohong! Kamu suka bohong. Kamu hobi membodohiku dengan kebohonganmu"
Davin: "Mungkin aku sering membodohimu dengan kebohonganku. Namun aku tidak pernah bohong padamu kalau apa yang aku lakukan demi melindungi cintaku. Cintaku yang aku berikan pada istri tercintaku dan hanya satu satunya dalam hidupku"