
Untuk beberapa hari Davin hanya berdiam diri di rumah sewanya, bahkan sampai telah tiga hari berlalu sejak adiknya ditinggal olehnya Davin belum juga memberikan kabar pada keluarganya.
Davin masih memfokuskan diri untuk mengamati setiap keseharian yang Velicia lalui.
Dan sedikit demi sedikit Davin mulai mengerti akan beberapa hal yang dilakukan gadis itu yang tak pernah dia lewatkan.
Mulai dari setiap pagi pasti membeli secangkir kopi disalah satu kedai yang sangat ramai dikunjungi beberapa orang karna terkenal akan aroma dan rasa yang dikenal oleh seluruh dunia bahkan di Indonesia sendiri yang berada diujung pertigaan.
Flat white..
Jenis kopi yang tersusun dari tiga shot kopi ristretto yang jauh lebih tebal dari dan terekstrak dibanding dengan espresso menjadi menu awal sebelum kegiatan Velicia yang sebenarnya.
Selain kebiasana wanita itu yang gemar meminum kopi di pagi hari, Davin juga memperhatikan selama dua hari ini, Velicia juga sering bertemu dengan beberapa orang yang berdominan seorang wanita penduduk lokal yang terlihat akrab dengannya.
Membicarakan hal hal biasa disebuah caffe yang letaknya tak jauh dari perumahan yang mereka huni. Dalam waktu sehari Velicia tidak hanya bertemu dengan satu atau hanya dua tetapi bisa sampai lima lebih dalam satu hari, tapi itu juga tidak tentu. Dan sisanya dia hanya akan menghabiskan waktunya berdiam diri didalam rumah sewanya tanpa bisa Davin ketahui keadaanya.
Davin pun tak bisa untuk langsung mendekatinya dan mengejutkannya akan keberadaannya. Karna informasi yang didapatkannya dari Josh teman kuliahnya itu, wanita ini menyewa beberapa orang untuk menjadi petugas keamanannya. Tapi sejauh mata Davin memperhatikan sekeliling tidak ada satu pun ciri ciri orang yang sedang berusaha melindunginya.
Davin: "Aku tidak akan pernah tahu jika aku belum mencobanya"
Davin benar benar membuktikan perkataannya dengan mulai terang terangan mengikuti gadis itu sejak keluar dari suatu studio foto.
Velicia yang belum juga menyadarinya masih terus berjalan santai menuju suatu halte bus terdekat.
Duduk dengan tenang, lalu mulai mengeluarkan ponsel dan earphone nya.
Menutup telinganya menggunakan earphone itu dan menyalakan sebuah lagu yang tak pernah sedikit pun dirinya jengah atau bosan saat mendengarkannya.
Cause every night I lie in bad
The brightest colors fill my head
A million dreams are keeping me awake
I think of what the world could be
A vision of the one I see
A million dreams is all it's gonna take
A million dreams for the world we're gonna make
Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Hugh Jackman dan Michelle Williams dalam sebuah film yang bertajuk sebuah perjuangan seorang visioner yang benar benar bermula dari nol dan berusaha menciptakan sensasi sebuah tontonan untuk seluruh dunia.
Lagu ini pun memiliki tempat sendiri bagi Velicia, lagu yang membuatnya bangkit dari keterpurukan, lagu yang memiliki tiap bait yang bisa membangunkan setiap kinerja terbaiknya untuk bisa mencapai beribu ribu impiannya menjadi seorang desainer yang sebenarnya. Bukan hanya sebagai perancang dan pembuat desain terbaik untuk beberapa orang maupun hanya untuk menghasilkan sekedar rupiah untuk memenuhi kebutuhannya tanpa merepotkan kedua orang tuanya.
Tapi impiannya yang ingin dikenal oleh seluruh dunia karna bakatnya, karna kinerjanya dan karna kerja kerasnya. Velicia sangat ingin membangun dunianya yang telah lama ia impikan sejak sekolah menengah akhirnya itu.
Dan saat dirinya masih menikmati setiap bait dan setiap lantunan yang mengantarkan dirinya pada sebuah impian yang telah dia tata begitu rapih dan teratur. Velicia mulai terganggu saat tiba tiba seseorang melepas salah satu earphonenya sebelah kiri.
Dengan terpaksa dan sungguh malas dirinya berbalik menatap orang yang dengan tidak sopannya melepas earphonenya dan malah memakai earphone yang baru saja digunakan olehnya.
Tubuhnya menegang, jantungnya berdetak cepat karna sebuah rasa takut yang tiba tiba menghampirinya.
"Lama tidak bertemu Vei" sapanya dengan senyum yang tertera pada wajahnya dengan telinganya menggunakan earphone yang dipakai pula oleh gadis itu.
Setelah pertemuannya tadi yang secara tiba tiba disela sela kegiatannya yang hendak bertemu seseorang. Velicia langsung menutup diri rapat rapat didalam rumahnya.
Mimpi buruknya telah datang menghampirinya, sebuah bencana telah menemukannya dan menggali liang dalam untuk menghancurkannya sekali lagi.
Velicia: "Tidak! aku tidak bisa terus terusan lari dan merasa takut padanya" katanya pada sebuah cermin yang menampakkan dirinya seutuhnya.
Velicia: "Dia hanya manusia. Ya! Hanya manusia, dia hanya manusia berhati iblis dan manusia bisa mati kapan saja" katanya lagi berusaha menenangkan diri.
mati
Sekelibat bayangan jahat nan kotor itu timbul dalam pikiran cantiknya.
Wanita yang polos itu mulai frustasi dan bisa gila kapan saja apalagi dengan tindakan Davin yaitu pria yang pernah memperkosanya itu selalu bertindak ingin membayanginya dan mengganggunya terbukti dari beberapa laporan yang mengatakan bahwa Davin tak pernah sedikitpun lelah untuk bisa menemukan dirinya.
Velicia: "Hallo Mike?" sapanya langsung pada lawan bicaranya pada panggilan yang dia sendiri lakukan pada salah satu pria yang bertugas menjadi petugas bayarannya sebagai pihak keamanan.
"..."
Velicia: "Pria itu telah menemukanku" katanya sambil melihat jendela kaca besar pada kamarnya yang langsung menampakkan situasi diluar.
"..."
Velicia: "Aku ingin kamu..
Velicia ragu akan kalimat yang ingin dia lanjutkan, hingga dirinya benar benar berfikir keras.
Berfikir apa hanya dengan membunuh Davin dirinya bisa tenang dan hidup bebas seperti sebelumnya. Meski dirinya telah kehilangan miliknya yang secara paksa diambil oleh Davin tapi sepertinya dibayar oleh nyawa Davin pun itu sudah impas baginya.
Dan setelah benar benar matang akhirnya Velicia melanjutkan kalimatnya.
Velicia: "Bunuh dia Mike" lanjutnya.
Velicia: "Aku ingin kamu secepatnya melaporkan tugas yang aku berikan. Bayarannya akan setara dengan apa yang kamu lakukan"
"..."
Velicia: "Lakukan secepatnya dan jangan tunda lagi waktunya. Bukankah kamu sudah tahu seperti apa ciri cirinya? akhir akhir ini sepertinya dia selalu mengikutiku, jadi kau hanya perlu mengawasi dari jauh dan lakukan tugasmu setelah aku memancingnya keluar untukmu" terangnya akan rencananya.
Velicia: "Aku tidak ingin ada kegagalan Mike. Jadi aku mohon, kabulkan permintaanku kali ini. Kau mengerti kan? dia ancaman terbesar dalam hidup dan masa depanku. Dia pria yang akan menghancurkan segala yang telah aku rencanakan dan telah tersusun rapih"
"..."
Velicia: "Kau paham maksudku kan Mike?"
"..."
Velicia: "Lakukan besok. Aku ingin dia meninggalkan dunia ini secepat mungkin. Karna semakin cepat dia pergi dari dunia ini maka akan semakin baik untukku dan masa depanku"