Mr. Otoriter

Mr. Otoriter
Episode 25


Wajah datarnya yang baru saja ikut bergabung dalam sebuah meja besar yang menyajikan beberapa jenis makanan itu membuat beberapa orang yang mengisi kursi di beberapa tempat itu hanya memperhatikan pergerakannya yang baru saja menarik kursi yang hendak diduduki olehnya.


Bahkan pria yang baru saja mendudukkan diri itu tak luput dari dua pasang mata yang menatapnya sedari pertama pintu kamarnya yang dia buka.


Davin: "Mommy.. tolong Davin mau itu" kalimat pertamanya.


Melliza hanya diam saja dan tak menanggapi permintaan putranya. Matanya menelisik sekujur tubuh putranya yang masih duduk tenang.


Davin: "Mommy?" panggilnya sekali lagi.


Mommy: "Apa kamu tidak berniat menjelaskan sesuatu Davin? contohnya pergi kemana kamu saat mommy dan daddy mempercayakan kamu untuk menjaga Kanya? atau apa maksud kamu mengajak seorang gadis masuk kedalam kamar kamu bahkan secara terang terangan dihadapan mommy mu ini?"


Melliza masih berdiri dan belum duduk di kursi makannya. Sedangkan David sang suami hanya duduk diam mendengarkan di sebelahnya begitu pula Kanya yang sudah berada dirumah karna telah pulang dari sekolahnya.


Davin: "Davin masih capek mom.. bisakah Davin tunda atas semua jawaban yang mommy inginkan?"


Mommy: "Tidak! kamu tidak menjelaskan maka tidak boleh ada yang makan siang terlebih dahulu. Ini berlaku untuk semuanya bukan hanya untukmu"


Davin meletakan kembali sendok dan garpu yang sudah berada di tangannya sebelumnya.


Dirinya mulai duduk tegap lalu menghadap tepat kearah mommy nya berada.


Davin: "Baiklah.. Davin harus memulainya dari mana?" tanya anak nomor dua dari keluarga Mayndra.


Mommy: "Siapa gadis yang sekarang berada di dalam kamar mu?" tanya Melliza langsung to the poin.


Davin: "Velicia, wanita yang pernah Davin perkosa sebelumnya" sahut putranya jujur.


Mommy: "Velicia?" katanya ikut mengulangi apa yang putranya ucapkan.


Davin: "Iya mom"


Mommy: "Velicia kekasihnya Evan maksudmu?" Melliza kembali bertanya saat mulai menaruh kecurigaan pada putranya sendiri.


Davin tak langsung menjawab, dirinya diam dan hanya menatap mommy nya tanpa berkedip sedikit pun.


Mommy: "Jawab Davin?!" bentaknya kali ini.


Davin: "Velicia bukan lagi kekasihnya Evan mommy, dia calon istriku"


Melliza bungkam atas ucapan Davin yang langsung mengarah sesuai dengan keinginan dan pikiran Davin putranya.


Mommy: "Kanya?" panggil ibu lima anak itu pada putri bungsunya yang sedari tadi hanya diam membisu dan mencoba mendengarkan seperti daddy nya.


Kanya: "Iya mom?"


Mommy: "Panggil wanita yang berada di dalam kamar kakak mu untuk keluar, mommy ada banyak hal yang harus dibicarakan dengannya" perintah Melliza yag langsung diangguki tanpa membantah dari gadis yang baru saja berusia enam belas tahun itu.


Davin: "Mommy tidak bisa mengeluarkannya" Davin menghadang dengan perkataanya saat Kanya baru saja berdiri dan hendak berlalu memanggil wanita yang Davin kurung di dalam kamarnya.


Davin: "Karna Davin tidak akan membiarkan Velicia keluar dari kamar Davin sebelum dia positif mengandung anak Davin" lanjutnya membuat Melliza langsung terkejut atas ucapannya.


"Apa yang sedang kau bicarakan Davin?!" geram pria lain yang berada dimeja makan tetapi itu bukan Davin melainkan pria yang telah membuat wanita yang telah melahirkannya begitu mencintainya sepenuh hati.


Davin: "Atas dasar aku ingin menghamilinya dan membuatnya menjadi milikku seutuhnya" sahut Davin yang juga masih duduk tenang dengan membalas perkataan daddy nya.


Daddy: "Kau kira memaksakan hati seseorang bisa dengan mudah kau dapatkan?"


Daddy: "Terlebih kau merusaknya terlebih dahulu, kau menghina tubuhnya, kau membuat dirinya seolah olah bukanlah seorang wanita berwibawa yang harus dihormati"


Daddy: "Apa menurut mu dia akan jatuh cinta pada pria otoriter seperti mu? memaksakan kehendakmu padanya. Apa menurutmu dia akan benar benar menerima mu bahkan setelah kau berhasil menghamilinya?" terang ayah lima anak itu panjang lebar berusaha membuka pikiran Davin.


Daddy: "Jangan lupa..


Daddy: "Daddy meniduri mommy mu hanya setelah kami resmi menikah, daddy memaksanya hamil kakak mu waktu itu pun dan memperkosanya untuk pertama kalinya itu juga setelah daddy benar benar mengikatnya dalam sebuah hubungan" lanjutnya lagi menerangkan.


Davin: "Jadi maksud daddy aku harus melepasnya dan membiarkan cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Seperti itu?" ucapnya sambil mengernyit.


Daddy: "Tidak, daddy tidak bilang kau harus melepaskannya"


Melliza syok dengan ucapan suaminya dan langsung melempar pandangan padanya.


Pria yang sudah semakin menua tapi masih memperlukan perhatiannya itu dengan tenangnya masih duduk santai dan memperhatikan putra kedua mereka.


Mommy: "Mas?"


Daddy: "Jika kau ingin menghamilinya dan menjadi milikmu maka lakukanlah"


Mommy: "Mas?!" suara Melliza mulai meninggi.


Daddy: "Kamu telah berani mengambil langkah pertama yaitu memperkosanya tanpa suatu hubungan. Jika kau benar benar menyukainya dan akan bertanggung jawab seumur hidup atas dirinya maka lakukan apa yang kamu inginkan"


Mommy: "Daddy?!!" panggil Melliza lagi tak habis pikir akan ucapannya.


Daddy: "Tapi jika kamu hanya ingin bermain main padanya, maka daddy akan..


David menghentikan kalimatnya, dirinya melihat kearah sang istri yang sedari tadi berusaha menghentikan setiap kalimat yang dilontarkan oleh dirinya.


Dan David tersenyum sebelum akhirnya dirinya melanjutkan kalimatnya dengan kedua mata yang masih setia menatap istri yang telah dia cintai bahkan sampai saat ini.


Daddy: "Daddy akan menjadikannya istri kedua daddy yang akan daddy rahasiakan dari semua orang terkecuali mommy mu"


Dada Melliza terasa sesak saat David berkata untuk pertama kalinya bahwa dirinya akan menikahi wanita lain bahkan secara langsung dihadapannya.


Begitu pun Davin yang tak kalah terkejut akan ucapan daddy nya yang tak sepatutnya membicarakan sebuah pernikahan dirinya bahkan dengan seorang gadis daun muda.


Mommy: "Mas? kamu bercanda kan?" ucapnya lirih.


David: "Tidak sayang.. putra kita membuat kesalahan, jika Davin tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya pada gadis itu, maka mas harus menggantikannya bukan?"


Davin: "Tak perlu repot repot daddy ku yang super heroik. Karna aku tak akan membiarkan daddy menikahi wanitaku, terlebih menduakan kesetiaan mommy ku"