Mr. Otoriter

Mr. Otoriter
Episode 62


Sejak saat itu, saat Velicia diusir secara terang terangan oleh pria yang ia nantikan di depan wanita yang pernah ditudingnya sebagai pelakor dalam rumah tangganya, sebagai perebut suaminya Velicia mulai sulit untuk hanya sekedar melihat Davin dalam proses pemulihannya.


Amnesia Retrograde


Dua kata yang menjungkir balikan Velicia hingga tak bersisa.


Dengan rincinya seorang dokter menjelaskan akan keanehan Davin yang tidak mengingat akan dirinya.


Pemicu terbesar yang membuat Davin seperti saat ini adalah kecelakan lima tahun lalu yang mengakibatkan adanya cidera pada otaknya.


Selain itu Davin pun pernah menjalani operasi di bagian kepalanya karna kecelakaan yang mengikut sertakan Velicia bersamanya.


Dan karna itu...


Davin melupakan semua hal setelah kecelakaan yang pernah terjadi lima tahun silam. Melupakan bagaimana cara mereka untuk pertama kalinya bertemu dalam ruangan serba putih dan dingin yang beraromakan obat obatan.


Melupakan bagaimana kejamnya dia memperkosa Velicia yang masih berstatus sebagai kekasih Evan yaitu keponakannya sendiri.


Melupakan bagaimana upaya Davin dalam berusaha mengurung Velicia agar mengandung anaknya, lalu dipaksa menikah dengannya karna telah berhasil mengandung benih jerih payah Davin dalam usahanya.


Lalu masih bersikap otoriter, posessife dan tidak mau ditentang termasuk melarang Velicia untuk keluar rumah tanpa ijin nya bahkan hanya untuk sekedar di teras depan setelah berpindah rumah di daerah perumahan elite.


Namun...


Davin tidak melupakan sesuatu yang tidak diharapkan oleh Velicia dan keluarga Davin sendiri.


Hal yang tidak diharapkan oleh keluarga Davin terlebih lagi oleh Velicia adalah seseorang yang telah menjadi masa lalu dari Davin. Masa lalu yang pantasnya ia lupakan seperti sebelumnya namun kini malah timbul menjadi duri baru bagi hubungan Velicia dan Davin.


Ingatan terakhir Davin sebelum kecelakan adalah dirinya baru saja bertemu dengan wanita bernama Vallen yang diyakini adalah mantan kekasihnya yang telah menduakan cintanya. Akan tetapi pada kenyataannya sebelum kecelakaan itu terjadi, sebelum bencana yang menyebabkan kepergian baby Vania meninggalkan bundanya Davin bertemu dengan Velicia bukan dengan Vallen seperti yang Davin ceritakan pada dokter yang memeriksanya.


Hingga akhirnya dokter memberikan penjelasan sesuai teori yang telah ia dapatkan bahwasanya Davin mengalami amnesia dan kemunduran memori otak hingga akhir sebelum dimana Davin mengalami kecelakaan sebelumnya. Yaitu berarti Davin hanya bisa mengingat saat dimana dirinya masih kecil hingga belum bertemu dengan Velicia, selepas dari itu semua hanya bayangan semu yang bisa muncul dan bisa juga hilang itu tergantung dari faktor bagaimana Davin ingin berusaha mengingatnya kembali atau tidak.


"Mengapa setiap kali kakak menjengukmu kau selalu memasang wajah papan mu? Tidak bisa kah ada sedikit senyuman untuk kami yang sudah setia menemanimu dari kondisi koma mu hingga kini kau hendak sembuh?"


Celine masuk dan mulai menganggu ketenteraman seorang Davin yang tengah memejamkan matanya dalam posisi setengah duduknya.


Davin: "Aku hanya merasa jengah"


Davin: "Mengapa setiap kali kalian datang mengunjungi ku selalu ada dia yang ikut mendampingi. Apa kau tidak merasa lelah?" kalimatnya terlontar pada wanita yang berdiri tak jauh dari tempat Celine.


Kondisi Davin saat ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya saat sesudah sadar dari koma panjangnya. Dirinya sudah mulai mengumpulkan tenaganya kembali dalam fase pemulihannya.


Namun meski demikian, pihak keluarga telah diberi nasihat agar tidak terlalu memaksa Davin untuk mengingat akan memori Davin yang telah hilang.


Karna itu bisa memicu terjadinya cedera otak yang berikutnya, atau bisa saja menimbulkan luka yang lebih parah karna terlalu memaksa pasien untuk berpikir keras.


Akan ada banyak kemungkinan yang terjadi jika itu sampai terjadi. Antara Davin kehilangan seluruh ingatannya dan daya pikirnya atau nyawanya meninggalkan raganya.


Dan karna itu maka pihak keluarga terutama Velicia tidak menginginkan itu terjadi. Meski sebenarnya tidak ingin, namun hanya dengan cara perlahan Velicia harus menyadarkan Davin bahwa Velicia adalah istrinya saat ini. Sedangkan Vallen yang dia sebutkan bukan lagi siapa siapa bagi hidupnya.


Celine: "Tidak bisakah kau ramah sedikit pada Velicia?" ucapnya dengan memegang bahu kiri adik ipar satu satunya.


Davin: "Wanita seperti dia jika diberi hati maka akan menggerogoti jantung"


"Jaga ucapan mu Davin! Mommy tidak suka" sela sang ibu yang baru saja masuk bersama dengan suaminya.


Kehadiran kedua orang tuanya membuat Davin hanya bisa menghela nafas. Merasa tidak akan bisa mengelak dari ucapan ibu yang berjuang melahirkannya membuat Davin kali ini bungkam tanpa suara bahkan saat mommy nya tengah memberikan perhatian lebih pada wanita yang sedari tadi ditatap oleh Davin dengan pandangan yang aneh.


Davin: "Apa tidak ada yang sedang berada di luar?"


Davin: "Misalnya sedang menunggu giliran membesuk?"


Pria yang hanya berdiam diri di atas ranjang rumah sakit mulai jengah. Bukan hanya karna belum bisa bergerak bebas, namun perhatian yang seharusnya ia dapatkan dari mommy nya terhalang akan Velicia yang sedari tadi diajak mengobrol olehnya. Celine pun selaku kakak perempuannya ikut meramaikan suasana, sedangkan David daddy nya hanya duduk berdiam diri di pojokan dengan sesekali menatap Davin meski hanya sekilas.


Davin: "Vallen" sahutnya cepat dengan nada datar.


Davin: "Aku belum melihatnya sejak aku sadarkan diri. Dimana dia?"


Velicia yang mendengar nama wanita itu disebutkan kembali oleh suaminya membuat hati kecilnya terenyuh.


Bukan karna merasa iba pada Davin namun merasa iba pada dirinya sendiri.


Ditinggal pergi selamanya oleh putri yang teramat ia sayangi lalu kini harus menerima kenyataan bahwa suaminya mengalami hilang ingatan yang mengakibatkan tidak ingat padanya namun kembali mengingat mantan kekasihnya yang sangat Davin benci.


Apakah ini sebuah karma bagi Velicia?


Namun kesalahan apa yang pernah dilakukan oleh Velicia dulu, kesalahan apa yang mengakibatkan dirinya harus mengalami serangan batin bertubi tubi?


Apa Tuhan begitu kejam padanya hingga mempermainkan perasaanya berulang kali tanpa henti?


Apa wanita itu benar benar harus berhenti saat ini dan melepaskan diri dari Davin?


Melepaskan diri saat Davin yang otoriter telah pergi dari kehidupannya dan bergantikan Davin yang mengingat mantan kekasihnya.


Bukankah ini waktu yang sangat tepat?


Namun mengapa hati kecilnya tidak ingin meninggalkan pria yang pernah mengunci hidupnya?


Mengapa Velicia tetap ingin berada di sisi Davin meski dirinya sudah dianggap seperti orang asing bahkan tidak pernah dianggap ada oleh Davin saat berada di hadapannya?


Mungkinkah ini yang dinamakan cinta?


Buta akan kenyataan yang ada, buta akan segala ucapan Davin yang benar benar tidak mengharapkannya namun mengharapkan orang lain tapi tetap membuat Velicia ingin berada di sisi pria itu.


"Besok kamu harus pulang. Lakukan rawat jalan nanti daddy yang bicara pada pihak rumah sakit"


Tidak mengalihkan pandangan pada layar ponselnya namun suara tegasnya tidak ingin mendapat penolakan dari siapa pun juga termasuk pada putra beda satu huruf dengan namanya.


Davin: "Baik" sahutnya memberi jawaban.


Daddy: "Jangan harap kau kembali ke Suarabaya. Karna kamu sudah tidak ada tempat di rumah keluarga Mayndra"


Daddy: "Kau akan tinggal di rumahmu bersama dengan dengan istrimu yang akan merawatmu" kalimatnya menyambar sebelum Davin hendak berucap.


Davin: "Istri?" tanyanya merasa heran.


Daddy: "Ya! Dan dia adalah istrimu"


David sang kepala keluarga sama sekali tidak mengalihkan pandangan matanya dari sebuah artikel yang tengah ia baca dari layar ponselnya Namun meski demikian Davin tau siapa wanita yang dimaksud oleh daddy nya.


Davin: "Bagaimana mungkin bisa dia menjadi istriku?"


Daddy: "Dia istrimu dan jangan bantah tentang itu"


Daddy: "Daddy tidak perduli dengan otakmu, ingatanmu atau segala tentang memorimu. Intinya dia istrimu maka terima itu. Dan kamu hanya akan tinggal dengannya bukan dengan kami atau dengan orang lain lagi"


Daddy: "Celine akan ikut tinggal bersama kalian, mengawasimu hingga otak mu kembali seperti semula. Jika belum pulih maka jangan harap daddy akan menarik Celine pulang ke Surabaya. Dan jika dalam jangka waktu yang sudah sangat cukup kamu belum pulih juga maka daddy akan mencongkel otak mu dan menggantinya dengan yang baru"


David berlalu meninggalkan ruangan yang langsung sunyi saat dirinya berucap. Bahkan istrinya sendiri tidak bisa membantah akan setiap ucapan yang dilontarkan olehnya.


David memang sangat jarang bersuara namun sekali dirinya bersuara maka semua orang hanya bisa diam akan kalimat kalimat tegas yang begitu pedas.


Begitu pula dengan Davin, dirinya yang mendapat ultimatum dari sang ayah hanya bisa menatap tajam ke arah Velicia berdiri. Menyelisik wajahnya dengan pandangan yang sama sekali tidak bisa terbaca oleh Velicia sendiri.