Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 96


Malam itu begitu kelam bagi keluarga tersebut, nyonya Geby mengalami mimpi buruk hingga dirasa mau melahirkan sehingga Herlan yang langsung bertindak.


Mereka pun berbagi tugas.


"Desy kamu jagalah anakmu di rumah bersama suami mu, ingat anak mu satunya sedang sakit jadi perlu untuk mereka dekat dengan Ibunya karena masih menyusui," ucap Herlan memberi tugas.


"Istriku kamu di sini ya bersama anak-anak, karena kamu tahu sendiri anak-anak tidak boleh masuk rumah sakit apalagi bayi," ucap Deswey pada istrinya.


"Very kamu jaga mereka semua ya, biar saya dengan pak sopir ke rumah sakit, nanti saya kabari," ucap Herlan bergegas.


Herlan bersama pak sopir pun mencari jalan cepat menuju rumah sakit, hingga dering ponsel mama nya berbunyi.


"Sayang, mama tadi nelpon istrimu, benarkah sekarang nyonya Geby mau melahirkan," ucap nyonya Heva.


"Benar ma, sekarang sedang genting banget ma, mama sama papa nunggu di rumah sakit saja ya, tapi maaf sudah menganggu malam madu kalian," ucap Herlan.


"Nggak apa-apa sayang, kita bertemu di rumah sakit ya sayang," ucap Nyonya Heva.


"Iya ma, Herlan tutup dulu ya," ucap Herlan menutup panggilan nya.


Herlan pun fokus dengan nyonya Geby kembali, menyuruh sopirnya segera menuju rumah sakit. Tidak memerlukan waktu lama mereka sudah sampai rumah sakit.


Ketika nyonya Geby turun dari mobil segera rumah sakit siaga untuk membawa nyonya Geby masuk ke bangsal untuk memeriksa kondisi janin nyonya Geby.


Herlan pun hanya boleh di suruh di luar saja, saat yang sama nyonya Heva dan suaminya sudah berada di rumah sakit, dan nyonya Heva langsung memeluk anaknya.


"Bagaimana kabar yang di rumah?" ucap nyonya Heva bertanya.


"Deswey dan Desy saya suruh di rumah saja mama untuk menjaga anak-anak nya serta Very yang mendampingi, tapi mama dari tadi mama Geby terus saja menyebut tuan Herley," ucap Herlan khawatir.


"Papa dapat kabar bahwa tuan Herley terluka, akan tetapi bukan berada di rumah sakit ini, di bawa di rumah sakit lain di pemerintah, apakah papa harus kesana untuk memberi tahunya," ucap papa baru Herlan bertanya pada nya.


"Kalau tidak merepotkan papa silahkan, biar aku dan mama berada disini, terima kasih ya papa, maaf kami menganggu bulan madu kalian," ucap Herlan.


"Tidak apa-apa Herlan, papa senang bisa menjadi bagian dari keluarga ini," ucap Papa pada Herlan.


"Istriku, kamu di sini saja ya, aku akan menemui tuan Herley segera nanti aku hubungi kembali," ucap papa Herlan.


"Baik pa, hati-hati di jalan," ucap nyonya Heva.


Suami nyonya Heva pun pergi menemui tuan Herley yang juga terluka di rumah sakit yang berbeda. Sehingga hal itu harus segera diberi tahu karena nyonya Geby perlu suaminya sehingga papa Herlan bersegera menemui nya.


Di tempat berbeda.


Deswey, Desy dan Very hanya terdiam di kamar masing-masing, kedua kakak beradik tersebut bingung harus berbuat apa disebabkan Herlan belum mengangkat telpon mereka.


Kondisi makin di perparah dengan adanya anak Desy yang sakitnya minta di susu terus sehingga Desy harus berfokus pada anaknya dan dokter menyarankan agar Desy jaga kesehatan dan pikirannya. Otomotif Desy hAnya bisa berfokus pada bayi nya.


Sedangkan Deswey sendiri hanya bisa menenangkan anak-anaknya untuk bersikap tenang dengan begitu tangisan mereka bisa berhenti. Saat Deswey hendak tertidur, dering ponselnya berbunyi.


📱"Istriku maaf ya aku baru bisa buka ponsel, ini bersama dengan mama, papa ku sedang jemput papa mu," ucap Herlan sambil tersenyum.


📱"Ponsel ku lowbet sayang, sedangkan mama lupa bawa ponsel, aku matikan dulu ya panggilan nya, agar bisa menghubungi mu lagi," ucap Herlan dengan rasa lelahnya.


📱"Iya sayang baiklah, tapi kamu harus jaga kesehatan juga ya sayang," ucap Deswey tersenyum.


📱"Kemana Desy dan Very, bukankah mereka menunggu kabar juga," ucap Herlan bertanya.


📱"Seperti nya keduanya kelelahan sayang, si kembar saat ini butuh dekapan keduanya, jadi mereka menenangkan si kembar, sepertinya sudah terlelap dalam tidurnya," jawab Deswey.


📱"Baik Istriku, kamu jaga diri ya sayang, nanti aku hubungi kembali" ucap Herlan mengakhiri panggilan nya.


Setelah Herlan memutuskan panggilan tersebut, dia pun berfokus kembali pada nyonya Geby, akan tetapi mama nya malah menyuruhnya istirahat karena wajahnya pucat.


"Suster, tolong siapkan satu ruangan, dan periksa anak ku sekarang," ucap nyonya Geby menyerahkan Herlan pada suster.


"Mama apaan sih, Herlan sehat loe ma, lihat sehat banget," ucap Herlan mengelak walau tubuhnya sudah lemah.


"Mama lebih tahu tubuh mu, sekarang periksa oleh suster dan istirahat lah, biar mama yang berjaga di sini, kalau nyonya Geby sudah sadar, mama sendiri yang akan membangunkan kamu, berikan ponsel kamu sama mama," ucap nyonya Heva pada Herlan.


Herlan pun terdiam dan menuruti saja yang dikatakan oleh mama nya, karena benar kondisi Herlan saat itu tengah lemah dan butuh istirahat.


Di tempat berbeda, papa Herlan sibuk mencari bangsal yang mana tuan Herley di beristirahat. Setelah ketemu papa Herlan bersyukur tuan Herley dalam kondisi prima meskipun ada beberapa luka. Saat melihat papa Herlan, tuan Herley hanya mengernyitkan keningnya.


"Hey bro, kok kamu bisa menemukan ku di sini, bukankah seharusnya kamu berbulan madu dengan istrimu," ucap tuan Herley.


Papa Herlan tidak menghiraukan tuan Herley dia malah bertanya pada suster tentang keadaan tuan Herley, yang bisa beraktivitas seperti biasa akan tetapi tidak boleh yang berat-berat.


"Baik, terima kasih suster," ucap papa Herlan.


"Maaf bro, ada hal yang penting yang harus kita bicarakan, akan tetapi kamu pakailah jaket ini terlebih dahulu, dan sapa anak buah mu lalu kita pergi," ucap papa Herlan bicara pada intinya walau belum jelas.


"Ehm apaan sih? bisa diperjelas kah," ucap tuan Herley mulai berpikir.


"Saya berjanji akan menjelaskan nya, sekarang kita harus bergegas karena tidak punya waktu lagi," ucap papa Herlan pada tuan Herley.


Tuan Herley pun menyapa para anak buahnya, bahwa dia punya keperluan keluarga. Para anak buahnya pun memahami hak tersebut. Mereka pun berangkat menuju rumah sakit.


"Jadi hal apa yang mendesak, sehingga kamu sendiri menjemput ku di sini," ucap tuan Herley penasaran.


"Saat ini di keluarga mu sedang genting," ucap papa Herlan makin buat penasaran dengan perkataan nya yang masih menggantung.


"Kenapa dengan keluarga ku katakan kan lah?" ucap tuan Herley makin penasaran.


Belum sempat papa Herlan menjawab, dia pun fokus dengan mengemudi terlebih dahulu agar bisa jawab ketika lampu merah, dan lampu merah pun tiba, papa Herlan pun memulai menceritakan semuanya.


🍁🍁🍁🍁


Like dan comment ya


gift dan vote nya ya🤭