Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 25


Deswey pun selesai dengan pemulihannya dan Herlan membantu memapah istrinya. Sedangkan keperluan barang mereka di bawa oleh para pelayan yang mendampingi mereka. Herlan dengan sangat hati-hati memapah istrinya. Karena Deswey malu kalau di gendong, seumur-umur dirinya nggak pernah di gendong oleh laki-laki selain papa nya sehingga bagi dirinya hal itu sangatlah canggung. Apa lagi dengan Herlan yang baru dikenalnya.


"Sayang kamu tidurlah yaa, aku mau membereskan pakaian kotor kita di masukan ke mesin cuci," ucap Herlan beranjak pergi.


"Ehm,." ucap Deswey dengan muka masam.


Herlan pun mendekat ke istri nya dan berkata :


"Mau nya kamu apa sayang? please jangan pakai bahasa isyarat, emangnya aku robot yang bisa memahami bahasa isyarat," ucap Herlan mendengus kesal.


"Kamu di sini saja dulu, temani aku istirahat," ucap Deswey manja namun ditutupi oleh selimut.


"Baiklah Istriku tersayang kapan lagi kan kamu minta pertolongan aku?" ucap Herlan tersenyum.


Herlan pun tidur di samping istrinya dia tidak menyangka jika Deswey akan manja ketika sakit. Memang benar yang dikatakan oleh Tuan Herley bahwa Deswey ini manja ketika dia sakit. Herlan pun memperlakukan istrinya dengan sangat baik. Bahkan Deswey memeluk erat tubuh suaminya seakan-akan Herlan tidak boleh pergi padahal dia harus rapat siang ini. Setelah Deswey tidur, Herlan pun mandi dan berpakaian yang rapi untuk meeting melalui leptop karena mereka masih di tempat liburan mereka sehingga hanya melalui media online yang bisa dilakukan.


Meeting pun di mulai.


"Silahkan presentasi," ucap Herlan.


Salah satu karyawan yang ditugaskan pun presentasi, setelah selesai mereka yang berada di ruang meeting jadi terkesima mendengar suara Nona Deswey manja dengan Tuan Herlan.


"Herlan sayang, aku haus kamu kemana sih?" ucap Deswey dengan setengah kesadarannya.


"Maaf ya ada istri saya, kalian lanjutkan lagi yaa, Very tolong atur dulu yaa," ucap Herlan mematikan suara dari laptop itu agar tidak terdengar percakapan mereka.


Herlan pun mengambil air minum ke istri nya dan membantu meminumkan nya. Deswey pun kembali tertidur, namun tangannya memegang erat Herlan. Herlan pun duduk sementara membelai rambut halus istrinya.


[Istriku ini pinter juga merawat rambutnya, wajah yang mulus padahal dulu dia paling suka berkenalan kemanapun dia berada, kini aku menjilat lidahku sendiri, sepertinya aku telah jatuh cinta lebih dulu darinya. Tapi bagaimana wanita keras kepala seperti deswey akan jatuh cinta dengan pria yang arogan dan egois seperti ku] gumam Herlan dalam hati.


Deswey pun melepaskan tangan Herlan, karena Deswey kembali tertidur. Sedangkan yang membersihkan rumah dan pakaian di laundry dan rumah sudah dibereskan oleh orang lain. Jadi Deswey memang benar-benar di suruh istirahat oleh Herlan. Bahkan sejak pagi hingga siang menjelang Deswey hanya tiduran di kamar tidak keluar sama sekali.


Herlan pun kembali ke meeting.


Ruangan rapat disana sudah heboh tentang Herlan yang sangat memanjakan istrinya.


"Sudah selesai kalian menggosipkan?" ucap Herlan berbicara dengan para pegawainya yang sudah gaduh.


"Maaf Tuan Herlan," ucap Very.


"Sudahlah saya maafkan kalian, Kalau begitu kirimkan file nya nanti saya koreksi kembali hari ini, silahkan kembali kerja" ucap Herlan mengakhiri meetingnya.


"Tunggu Very, saya perlu berbicara dengan kamu, sekarang telpon saya," ucap Herlan.


"Baik Tuan Herlan" ucap Very yang bingung Tuan Herlan mau bicara apa dengannya.


Dering ponsel Herlan pun berbunyi. Herlan pun duduk di balkon agar percakapan tidak di dengar oleh Deswey.


"Yaa Hallo Very. Bagaimana pencarian kamu? Apakah sudah membuahkan hasil?" ucap Herlan.


"Iya Tuan mereka orang yang sama Gang Mafia Black White, dan ternyata Keluarga Tuan dan Nyonya Deswey memiliki musuh yang sama, sehingga mereka menggunakan hal itu hanya sekedar mengancam meskipun anak buah mereka ada yang dapat tapi itu tidak membuat mereka getar, mereka tetap melakukan kejahatan," ucap Very menjelaskan panjang lebar.


Very tersenyum kecil perubahan tingkah Herlan benar-benar berubah drastis. Benar yang dikatakan pegawai kantoran bahwa Tuan Herlan sudah banyak berubah sejak menikah.


"Kamu kenapa tersenyum seperti itu Very? Apakah ada yang lucu dari percakapan kita?" ucap Herlan menyelidik.


"Bukan-bukan Tuan, maaf sebelumnya Tuan, anda sudah banyak berubah sejak menikah dengan Nyonya Deswey," ucap Very menutup mulutnya yang tersenyum itu.


"Apakah serius? aku bukan lagi Herlan yang arogan dan egois," ucap Herlan bertanya.


"Kalau boleh jujur iya sih Tuan Herlan," ucap Very terkekeh.


"Ohya Very ada hal lain mau aku bicarakan, ada waktu kan sekarang," ucap Herlan.


"Ada Tuan Herlan," ucap Very.


"Apakah benar kamu menyukai Desy? Adik ipar saya, dan kamu menolaknya dengan beralasan kalau kamu tidak pantas dengannya karena kamu hidup yatim piatu tidak memiliki harta untuk di pamerkan, Lalu kamu menganggap aku dengan mama Heva apa? Kamu tidak mau menghargai mama ku yang sudah menganggap sebagai anak angkat, kalau mama mendengar ini semua pasti hatinya sakit," ucap Herlan bicara panjang lebar


"Maaf Tuan, tapi memang benar adanya. Bukan maksud saya menyinggung Tuan Herlan dan Nyonya Heva, hanya saja saya malu mengharapkan Nona Desy seorang anak konglomerat sedangkan saya tidak ada apa-apa nya dibandingkan pria lain yang pantas bersanding dengannya," ucap Very berbicara dengan nada lemas.


"Baiklah, saya berharap kamu dapat membuktikan nya suatu hari nanti, karena aku tidak mau kalian berdua yang saling mencintai hanya di bedakan oleh kasta dan kalian tidak bisa menikah," ucap Herlan.


"Baik Tuan Herlan, Terima kasih," ucap Very.


"Jika kita bicara tentang pribadi sebut nama saya saja Very, jangan pakai Tuan, sudah berapa kali saya bilang?" ucap Herlan mendengus kesal.


"Baik Tuan Herlan. Maaf Tuan saya tidak terbiasa," ucap Very karena harus menyelesaikan tugas.


Very pun berpamitan dengan Herlan. Begitu pun dengan Herlan menyiapkan makanan yang sudah di sediakan dan menyiapkan pakaian yang dipakai oleh istrinya.


[Aduh, kalau daleman apakah harus ku siapkan? bisa-bisa ngamuk istri ku, argh cukup pakaian saja lah biar nanti dia ambil sendiri] gumam Herlan dalam hati.


Deswey pun baru dari tidurnya dan langsung cuci muka dan mandi, Deswey tidak menyadari kalau dia sudah punya suami. Saat dia keluar, Deswey pun teriak.


"Aaaargh"


Herlan pun menemu istrinya.


"Kamu kenapa sayang?" ucap Herlan bingung dengan sikap istrinya.


"Kok Herlan ada disini, kamu ngapain disini," ucap Deswey menutupi tubuhnya yang hanya memakai handuk saja.


Herlan pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah istrinya yang sungguh unik dan selalu memberikan kejutan. Herlan pun memperlihatkan cincin yang ditangan ya dan ditangan Deswey. Deswey hanya tersenyum malu dengan sikapnya.


"Aargh luupaa, maaf Herlan, ohya kamu berbalik badan sana aku mau ambil Daleman aku, ohya pakaian kamu yang nyiapi nya," ucap Deswey sambil bergegas ke kamar mandi.


'"Iyaa, tadi aku yang menyiapkan, kamu hati-hati loe kaki mu masih masa pemulihan," ucap Herlan tersenyum.


Deswey pun selesai mandi dan sudah berpakaian. Deswey malu dengan tingkahnya yang lupa kalau dia sudah menikah, padahal mereka baru nikah 5 hari yang lalu. Herlan hanya tersenyum melihat tingkah unik istrinya.


🍁💐💐💐🍁