
Very pun menenangkan pikirannya di rumah, hari itu berlalu dengan begitu saja. Very benar-benar fokus pada kesehatan nya, namun Desy malah khawatir dengan kesehatan Very.
Hingga nyonya Geby bingung dengan tingkah anaknya.
"Desy, hal apa yang membebankan pikiranmu? bukankah ujian kuliahnya sudah lewat, atau ada hal lain yang kamu pikirkan," ucap nyonya Geby.
Desy pun mengajak mama nya duduk di teras depan dan berbicara.
"Ma, Desy khawatir dengan Very, tapi hingga malam hari pun dia tidak menghubungi Desy ma, kan Desy jadi gelisah jadinya, terus hal apa yang harus aku lakukan ma, aku perhatihan karena dia sebentar lagi jadi suamiku, aku hanya belajar saja ma," ucap Desy dengan polosnya.
"Baik sayang, mama ajarin kamu yaa, Very sekarang sedang istirahat dari sakitnya, bisa saja dia terkejut dengan sikap perhatihan mu, kamu tahu sendiri kan sayang, kalau Very itu tidak pernah menjalin hubungan sejak nyonya Hev menjadikannya anak angkat, bahkan yang dipikirannya hanya menjadi manusia yang baik ke depannya, nah sekarang dia mendapatkan perhatian dari mu yang super over, jadi saran mama sayang, sementara ini diam kan saja dulu, nanti dia aku rindu sama kamu, sekarang Desy perlu fokus kuliah dulu, lagian pernikahan kalian tinggal sebulan lagi kan sayang, bagaimana Desy menerima pendapat mama?" ucap nyonya Geby bertanya.
"Baik ma, Desy memahami maksud mama, Desy akan fokus kuliah sementara ini, terima kasih ya ma atas sarannya," ucap Desy sambil memeluk mama nya.
Di belakang mereka ada Tuan Herley yang cemburu dengan kebersamaan anak dan ibunya.
"Istriku aku mencari mu dimana-mana, malah sama Desy di luar," ucap tuan Herley.
"Hihi, iya pa, anakmu ini lagi curhat, ya mama temani dong," ucap nyonya Geby melihat ke belakang.
Tuan Herley pun mendekat, dan memegang tangan nyonya Geby.
"Hayoo sayang tidur, aku juga mau curhat," ucap tuan Herley manja.
"Iih papa, aku masih dalam pelukan mama, nanti dong berduaan sama mamanya," ucap Desy mendengus kesal.
"Iih enak saja, mama kamu ini istrinya papa, kan papa yang mengenalkan pada kalian dengan mama kalian ini," ucap tuan Herley memulai debat dengan Desy.
Keduanya kalau berdebat tidak berkesudahan. Tuan Herley menemukan teman debatnya jika di rumah, sedangkan Deswey lebih memilih menghindar ketika bertemu papa nya, akan tetapi berbeda dengan Desy. Desy paling suka berdebat dengan papa nya. Saat keduanya berdebat, nyonya Geby malah tertawa.
"Hahaahh, kalian ini anak sama bapak nanti saling rindu satu sama lain, yaa sudah begini saja, papa berdiri dan Desy berdiri yaa," ucap nyonya Geby.
Keduanya pun mengikuti instruksi nyonya Geby. Keduanya berhadapan di hadapan nyonya Geby, dan nyonya Geby memeluk keduanya dan berkata ;
"Mama menyayangi papa, Desy dan Deswey jadi jangan berantem yaa," ucap nyonya Geby.
Keduanya pun langsung berdamai, dan mereka bertiga pun berpelukan bersama. Setelah adegan perdebatan dan perdamaian karena malam sudah larut mereka pun kembali ke kamar masing-masing. Begitu pun dengan Desy yang sementara itu tidak berpikir tentang Very.
Nyonya Geby dan Tuan Herley membuat cemburu pasang mata yang melihatnya, anaknya pun sangat kagum dengan orangtuanya, di usia mereka yang sudah tidak muda lagi keromantisan keduanya malah mengalahkan romantisme anak muda.
Bukan karena keduanya berantem tapi karena ada kepentingan yang lebih penting. Ketika waktu itu nyonya Geby harus fokus pada perusahaannya yang hampir mengalami kerugian besar sehingga harus fokus. Sedangkan suaminya dapat panggilan dari dewan menteri pemerintahan kala itu.
Jika keduanya sama-sama sibuk, rumah sepi bagai kuburan, bahkan lebih parah dari itu. Sehingga terkadang saat bersama mereka benar-benar menghabiskan waktu buat berdua.
Tidak pernah terlihat oleh anak-anaknya kedua orangtuanya beradu mulut. Tuan Herley tipekal keras dan tegas sedangkan nyonya Geby lembut dan tidak banyak bicara.
Makanya Deswey dan Desy perpaduan dari keduanya. Watak Deswey cuek, pendiam dan tidak banyak bicara akan tetapi dia bisa menguasai hampir semua bidang meskipun penampilannya tidak feminim. Sedangkan Desy feminim, cerdas, cerewet tapi kelemahan nya tidak bisa memasak.
Karena hal itu lah membuat Desy iri kepada kakaknya, Deswey memiliki beberapa keahlian dan keterampilan yang tidak banyak bisa oleh wanita manapun. Deswey bisa bela diri, bisa 8 bahasa asing, mampu bernegosiasi, handal dalam memasak, bisa mengendarai segala macam kendaraan, dan kemampuan lainnya.
Deswey memiliki kemampuan tersebut dikarenakan dia ditempa oleh papa nya. Dikarenakan anak pertama Deswey di didik seperti laki-laki, awalnya nyonya Geby tidak terima semua pendidikan yang di dapat anak pertama nya itu, perlahan nyonya Geby menerima karena alasan suaminya untuk perlindungan dirinya sendiri dan adiknya nanti.
Tuan Herley sudah mendidik Deswey dengan sangat baik, sedangkan dengan Desy terbatas karena Desy memiliki sebuah trauma yang hingga kini masih membekas di benak anaknya itu, jika Deswey telat saja datang waktu itu, mereka tidak tahu bagaimana kondisi Desy hingga sekarang.
Desy sangat mengagumi Deswey, bahkan kekagumannya melebih orang tuanya. Deswey bisa kabur dari rumah itu semua berkat adiknya, karena Desy sangat mendukung setiap keputusan kakaknya. Mereka tidak tahu bahwa takdir berpihak pada Deswey, Deswey yang menolong nyonya Heva hingga dia dijodohkan dengan Herlan.
...****...
Waktu pun telah berlalu selama 3 hari, selama 3 hari juga Very tidak pernah menghubungi Desy. Desy pun tidak memperdulikan sikap Very, karena dia mengikuti saja kemauan Very. Jika Very tidak menghubungi nya maka Desy pun tidak berkeinginan untuk menghubungi nya.
Dering ponsel Desy pun berbunyi berkali-kali. Desy di sibukkan dengan pemilihan presiden mahasiswa di kampusnya. Sehingga ponselnya di letakkan di tas yang berada di loker nya.
Hingga sampai sore pun selesai pemilihan Presma tersebut. Mereka pun masih sibuk dengan siapa pemenangnya, Desy masih saja belum membuka ponselnya. Very gelisah bukan main di buat Desy, Very pun menghubungi Deswey ingin memastikan keberadaan calon istrinya.
π"Maaf Kak Deswey, kakak tahu kah di mana keberadaan Desy sekarang, kenapa dari tadi siang hingga malam ini dia sulit dihubungi," ucap Very bertanya.
π"Oh Desy, dia lagi sibuk pemilihan Presma, Desy sebagai ketua KPU dikampusnya, jadi tidak ada kesempatannya buat buka ponsel, saya saja tadi di hubunginya melalui ponsel temannya untuk membawa pakaian gantinya, memang Desy tidak pernah menceritakan agendanya pada mu Very," ucap Deswey bertanya.
π"Nggak Kak, apa mungkin dia marah karena aku tidak menghubungi nya selama 3 hari?" ucap Very malah curhat.
π"Ehm, bisa jadi sih Very, karena adik saya itu berbeda dengan saya, adik saya itu sangat peduli dengan kamu, tapi kamu seperti nya belum terbiasa dengan perhatihan nya, jadi kemungkinan dia akan jadi pasif ke depannya, dan kamu harus meminta maaf pada dia dan tanya mau nya bagaimana? karena jika dia sudah kecewa sangat sulit buat mengubahnya," ucap Deswey menjelaskan.
π"Terima kasih kak atas nasehatnya," ucap Very menutup panggilan tersebut.
Very pun banyak merenung, memang benar jika dirinya tidak terbiasa dengan perhatihan Desy. Very pun menyadari sangat kehilangan ketika tidak ada suara Desy sama sekali dalam 3 hari nya.
πΌπΌπΌπΌπΌ