
Deswey dan Herlan sedang berdua di dalam ruangan tersebut, untuk sejenak keduanya terdiam. Desy yang ingin masuk ke ruangan tersebut di cegah oleh Very.
"Desy, hayoo kita makan sekarang, ada yang mau saya bicarakan terkait pertunangan dan pernikahan kita," ucap Very memegang tangan Desy.
"Taaapi, aku rindu dengan Kak Deswey," ucap Desy enggan ikut Very.
"Yaa sudah kalau kamu mau ganggu pembicaraan suami istri tersebut silahkan," ucap Very mempersilahkan dan dia pergi begitu saja.
"Very tunggu, iyaa aku ikut kamu," ucap Desy pergi menyusul Very.
Herlan dan Deswey masih terdiam untuk sesaat. Hingga Herlan memulai pembicaraan tersebut.
"Ehm Deswey kondisi kamu bagaimana? apakah masih ada yang sakit? atau Bagaimana?" ucap Herlan penasaran yang dirasakan oleh Deswey.
"Ehm, sudah lebih baik sih, hanya saja lengan ini masih terasa sakit," ucap Deswey menjelaskan.
"Pokoknya ke depannya, kalau ada apa-apa, kamu harus bicarakan dengan aku, sudah berapa kali kamu masuk rumah sakit, bosen lihat rumah sakit," ucap Herlan mendengus kesal.
"Oh kamu bosen di sini, ya sudah pulang saja ke rumah, lagian aku sudah terbiasa di sini ke depannya, kalau kamu khawatir yaa khawatir saja, kalau kamu tidak menganggap ku penting yaa sudah," ucap Deswey pasrah dengan sikap suaminya.
"Yaa mana mungkin lah kamu nggak penting, kamu itu istriku Deswey, aku punya kewajiban melindungimu, kalau kamu menganggap ku suami mu, pasti kamu akan meminta bantuan ku," ucap Herlan menjelaskan.
"Herlan, kalau bicara lihat wajahku, jangan di palingkan, coba lihat ke sini," ucap Deswey.
Herlan masih memalingkan wajahnya karena malu dengan matanya yang sebab karena sempat menangis.
Saat Herlan mau membalikkan wajahnya, dering ponsel Deswey berbunyi.
📞"Yaa Hallo ada Apa Gerald?" ucap Deswey sambil rebahan tubuhnya.
📞"Kabarnya kamu masuk rumah sakit, boleh kah aku menjenguk," ucap Gerald bertanya.
📞"Besok saja Gerald karena hari seharian harus istirahat, jadi belum bisa di ganggu, maaf yaa," ucap Deswey.
📞"Baiklah jika begitu, besok aku ke ruanganmu ya, semoga segera sembuh," ucap Gerald langsung memutuskan panggilan tersebut.
Deswey pun meletakkan ponselnya dan kembali rebahan. Herlan pun hanya diam tidak berkata apapun, keduanya diam sejenak.
Hingga Herlan tidak sanggup untuk berbicara dan keduanya bersamaan berbicara.
"Herlan aku mau bicara," ucap Deswey.
"Istriku aku ingin bicara," ucap Herlan.
"Ya sudah kamu saja duluan, mau bicara apa Herlan," ucap Deswey bertanya.
"Kamu saja Istriku yang berbicara," ucap Herlan.
"Kamu saja, karena aku bicara tentang hubungan kita ke depannya," ucap Deswey.
"Emangnya kamu mau bicara hubungan kita yang seperti apa?" ucap Herlan bertanya.
"Argh aku males bicaranya, kamu pergi keluar saja, aku mau istirahat, efek biusnya sudah belum bereaksi sekarang," ucap Deswey mendengus kesal.
"Nggak bisa, katakan dulu Deswey, jangan buat aku penasaran," ucap Herlan bertanya kembali.
Deswey sudah memalingkan wajahnya dan bersiap untuk istirahat, Herlan pun mendekati istrinya dan memegang wajah istrinya. Keduanya saling memandang satu sama lain untuk sesaat.
"Iih apaan sih Herlan? aku mau tidur, jangan ganggu lagi," ucap Deswey berusaha melepas pegangan tangan suaminya di wajahnya.
Herlan pun langsung memeluk istrinya. Deswey tidak berkutik di peluk suaminya, semakin dia ingin melepas, semakin erat pelukan suaminya.
Herlan pun melepas pelukan istrinya dengan perlahan.
"Ehm, maaf ya Nyonya dan Tuan, say izin kasih vitamin dulu pada Nyonya Deswey," ucap perawat tersebut.
Herlan pun menyingkir dari kasur tersebut.
[Yaa ampun malu benar sih, mau menyatakan cinta tapi susah banget, padahal moment nya sudah sangat pas sekali] gumam Herlan dalam hati.
Deswey hanya senyum-senyum dengan sikap suaminya. Walau dia tahu, kalau sebenarnya suaminya ingin menyatakan cinta tapi di ganggu oleh perawat ini.
"Baik kalau begitu saya permisi dulu Nyonya Deswey," ucap perawat tersebut permisi keluar.
Herlan pun mendekati istrinya.
"Herlan, kenapa kamu melamun begitu? tadi mau bicarakan apa? ohya Herlan tolong dong kupasin buahnya," ucap Deswey meminta tolong.
"Iya aku kupasin yaa istriku," ucap Herlan mengupas buah.
Saat keduanya berbicara sambil memakan buah yang sudah di kupas oleh Herlan. Pintu kamar pasien di ketok dari luar.
"Permisi Deswey dan Herlan," ucap Gerald langsung masuk setelah perawat tadi.
"Ohya silahkan masuk Gerald, eeh ada Olivia," ucap Deswey mempersilahkan keduanya.
"Gimana keadaan kamu Deswey?" ucap Gerald bertanya.
"Ohya aku sudah lebih baik kok, kalian berdua repot-repot datang ke sini," ucap Deswey.
"Iya kan, kemarin kalian berdua sudah menyelamatkan aku dan membawa aku ke rumah sakit, jadi harus balas Budi dong," ucap Olivia sambil melihat Herlan.
Herlan merasa risih di tatap oleh Olivia, padahal dulu tidak bisa jauh dari Olivia.
[Ih nyebelin, kenapa Herlan begitu sinis dengan aku, dulu saja bucin banget sekarang sudah berbeda] gumam Olivia mendengus kesal.
Gerald dan Deswey berbicara dengan lancarnya mengenang kebersamaan mereka dulu. Namun, Herlan tidak mau jauh dari istrinya meskipun Olivia memberi kode untuk keluar.
Akan tetapi, Herlan tidak ingin meninggalkan istrinya. Hingga Deswey memahami sikap suaminya yang enggan. Dia pun berkata kepada keduanya.
"Gerald maaf yaa, aku mau istirahat ni, tadi barusan di kasih obat oleh perawat, jadi di suruh rehat, terima kasih ya kalian sudah menjengukku," ucap Deswey sambil tersenyum.
"Iya nggak apa-apa, kita pulang dulu ya Deswey," ucap Gerald berpamitan.
"Lekas sembuh yaa Deswey," ucap Olivia sembari pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Herlan pun mengantar keduanya sampai di pintu ruangan pasien tempat di rawatnya Deswey. Setelah itu pun Herlan masuk kembali ke ruangan tersebut, dan mengomel setelah mengantar keduanya.
"Deswey, aku nggak suka kamu dekat-dekat dengan Gerald, ingat kamu itu status istriku, aku nggak mau istri ku bermesraan dengan lelaki lain," ucap Herlan memperjelas hubungan mereka.
"Hihi, kan tadi kita hanya bicara saja suamiku, kenapa gelisah begitu? lagian kenapa kamu nggak mau keluar saat Olivia berusaha mengajak kamu keluar," ucap Deswey bertanya.
"Iih nggak lah, aku sudah punya istri, ngapain dekat dengan wanita lain, bisa-bisa aku di cap sebagai bad boy, dan aku tidak seperti itu Deswey," ucap Herlan menjawab.
"Baiklah, oke deh, aku mau istirahat nie, tadi perawat sudah memberi bius," ucap Deswey.
"Jadi, kamu serius mau istirahat, bukan candaan gitu buat mengusir mereka," ucap Herlan bertanya.
"Keduanya benar semua, karena aku lagi lelah Herlan, aku tidur yaa," ucap Deswey langsung menutup matanya yang sudah terlelap dalam tidurnya.
💐💐💐💐💐