Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 62


Deswey pun bersiap-siap, nyonya Heva pun mencium kening menantunya.


"Kamu jaga diri ya disana, kabari jika ada apa-apa nantinya, pokoknya sampai sana kabari," ucap nyonya Heva.


"Siap mama Heva," ucap Deswey menyalim nyonya Heva.


Deswey pun beralih ke suaminya, yang nggak bisa mengantar di sebabkan cuaca dingin diluar sana.


"Suamiku Herlan, aku pergi yaa, kamu cepat sehat yaa," ucap Deswey sambil tersenyum.


"Iya, kabari jika sampai nanti yaa istri ku, aku merindukanmu," ucap Herlan tersenyum.


"Hehe, oke suamiku aku juga pasti merindukanmu," ucap Deswey langsung pergi dengan melambaikan tangannya.


Deswey pun pergi menaiki mobil tersebut ditemani oleh papa nya.


"Deswey kamu di sana harus jaga diri ya, jika ada apa-apa kabari papa, ingat kabari papa?" ucap tuan Herley pada anaknya.


"Iya pa, akan aku beritahu nantinya," ucap Deswey.


Deswey sibuk berpikir tentang kebahagiaan dirinya dengan suaminya hari ini, belum juga lama berpisah keduanya sudah saling merindukan.


Deswey pun tiba di bandara. Dia pun memeluk papanya.


"Pa, Deswey berangkat ya, pokoknya jika selesai dari acaranya Deswey akan kirim voice terus, okey" ucap Deswey sambil tersenyum.


Ceklek ...ceklek (bunyi kamera)


"Kok tidak biasanya, kamu berfoto," ucap tuan Herley.


"Mau aku kirim ke mama dan suamiku pa, biar mereka tahu aku sudah sampai bandara," ucap Deswey tersenyum.


"Heheh, baiklah kalau begitu sayang, see you sayang," ucap tuan Herley.


Deswey pun melambaikan tangannya begitupun dengan tuan Herley. Akan tetapi kepergian Deswey kali ini mengkhawatirkan tuan Herley.


"Semoga ini hanya perasaan ku saja," ucap tuan Herley menuju mobilnya namun masih memandang putrinya yang hanya terlihat punggung nya.


Tuan Herley menunggu anaknya hingga setengah jam, melihat pesawat itu lepas landas.


Di tempat markas musuh.


"Tuan kali ini nona Deswey anak dari tuan Herley menuju ke Paris, apa yang harus kita lakukan padanya," ucap anak buahnya.


"Nanti saja ketika dia selesai dari kongres nya, kita culik Deswey bagaimana pun caranya atau kita bunuh sekalian," ucap tuan tanpa nama tersebut.


Deswey ancaman bagi mereka, wanita itu selalu bisa melakukan serangan demi serangan walau dia wanita, namun setara dengan beberapa orang laki-laki ketika berantem.


Namun, demikian Deswey tipekal cermat dia selalu mengamati keadaan sekitar. Dia selalu awas diri bahkan lebih hati-hati.


Di kamar Herlan.


"Oh istriku mengirim foto nya saat mau berangkat, tapi tidak biasanya dia mengirim foto ini, apakah dia menyiaratkan bahwa dia merindukan nya?" ucap Herlan tersenyum.


Herlan pun terlelap dalam tidur, dia selalu memandang foto istrinya yang di kirimnya. Herlan tiada henti memandang foto itu. Herlan merasa lega bahwa mereka seutuhnya menjadi pasangan tanpa ada kontrak. Hari ini hari pertama kami jadian, walau sebelah pihak. Setidaknya sangat bahagia hari ini.


Dalam mimpi Herlan.


"Hai suamiku, kamu jaga dirimu dengan baik ya, aku pergi akan lama, saat kita bertemu nanti aku harap kamu masih mencintai ku," ucap Deswey dalam mimpi tersebut.


"Aaarghh," teriak Herlan.


"Apa maksud dari mimpi ku ini? tidak mungkin kan Deswey pergi lama meninggalkan ku," ucap Herlan khawatir.


Herlan pun terpaku melamun mengingat kebersamaan mereka dari pagi hingga siang, mereka hanya bergelut di atas kasur, meskipun tidak melakukan hal itu hanya sebuah pemanasan yang membuat keduanya lelah.


"Andai saja aku melakukan nya saat itu juga, pasti tidak akan ada penyesalan ku," ucap Herlan dalam hati.


Herlan terus berbicara dengan dirinya hingga dia kembali terlelap dalam tidurnya.


Di tempat berbeda kediaman tuan Herley.


"Deswey anakku," teriak nyonya Geby dengan keras.


"Ada apa sayang?" ucap tuan Herley.


"Pa, bisa nggak telpon Deswey sekarang," ucap nyonya Geby.


Tuan Herley pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi Deswey.


"Terhubung ma," ucap tuan Herley.


πŸ“ž"Hallo pa, aduuh maaf ya pa, aku lupa ngabarin, untung papa nelpon duluan," ucap Deswey tersenyum.


πŸ“ž"Syukurlah kamu baik-baik saja, mama mau bicara dengan mu," ucap tuan Herley.


πŸ“ž"Iya ma, ada apa ma?" ucap Deswey.


πŸ“ž"Sayang kamu disana berhati-hati ya, terus perhatikan setiap makan dan minum yang kamu konsumsi, paham maksud mama," ucap nyonya Geby berbicara tegas.


πŸ“ž"Iya ma, paham maksudnya mama, Terima kasih ya ma, sudah mengkhawatirkan aku," ucap Deswey.


πŸ“ž"Iya sayang, coba telpon suami mu," ucap Nyonya Geby.


πŸ“ž"Baik ma," ucap Deswey pamit matikan panggilan.


Tuan Herley pun memeluk istrinya yang tengah dalam mimpi yang buruk.


Deswey pun menelpon suaminya.


Dering ponsel Herlan pun bersuara, Herlan pun segera mengangkat telpon tersebut.


πŸ“ž"Syukurlah istriku menelpon," ucap Herlan bernafas lega.


πŸ“ž"Kenapa kamu berkata demikian Herlan? kamu baik-baik saja kan, mama Heva baik juga kan," ucap Deswey bertanya.


πŸ“ž"Semuanya baik kok istriku, mungkin karena rindu makanya aku merindukan mu, pokoknya di sana jaga diri yaa, kabari sebisa aku," ucap Herlan khawatir.


πŸ“ž"Iiiiih suamiku, bisa kah tenang memikirkan aku, berpikir baik saja tentang aku, jangan pikir negatif begitu, tadi mama mengkhawatirkan ku katanya mimpi buruk, apakah kamu sama begitu juga? pokok nya doakan aku saya ya suamiku," ucap Deswey meyakinkan suaminya.


πŸ“ž"Baiklah, aku tidak berpikir negatif lagi, tapi selalu kabari aku, jika ada berita penting rekam saja ya sayang," ucap Herlan.


πŸ“ž"Hehe, iya sayangku Herlan," ucap Deswey menggoda suaminya.


πŸ“ž"Ih berani goda aku dari jauh ya, kalau dekat udah aku cium dan makan deh," ucap Herlan.


πŸ“ž"Hahaha, oke-oke, kalau begitu aku off dulu yaa suamiku," ucap Deswey.


Panggilan pun terputus.


Herlan kembali beristirahat, karena di Swiss pada saat Deswey menelpon pukul 12 malam sedangkan di Paris pukul 06.34 pagi.


Deswey pun bersiap-siap untuk pergi kedutaan. Deswey di jemput, beberapa saat kemudian datanglah seorang yang menjemputnya menuju gedung parlemen.


Sesampainya di sana Deswey hanya mengamati satu sama lain, entah kenapa sejak mama dan suaminya yang khawatir tentang dirinya, Deswey jadi awas diri terhadap setiap kemungkinan.


Rapat pun dimulai.


Setelah berkutat dengan beberapa argumen, rapat pun selesai dalam waktu 3 jam, Deswey merekam itu semua dan di kirim ke suaminya dan ke papa nya. Setelah itu gmail nya langsung di hapus dan berganti dengan gmail yang melekat pada ponselnya.


Pesan tersebut di terima dan download oleh Herlan yang kebetulan memeriksa gmail dari perusahaan, Herlan pun ingat perkataan istrinya.


"Jika nanti ada gmail ku yang masuk semua rekaman, segera rekaman tersebut di pindahkan di tempat yang aman terus langsung hapus saja riwayatnya, karena gmail itu akan beberapa tahun tidak aku pakai dulu sementara untuk mengamankan bukti," ucap Deswey kala itu.


Herlan pun menyimpan dokumen video tersebut di tempat yang aman, bahkan Herlan menyimpan berbagai video tersebut, akan tetapi yang asli hanya dirinya yang tahu.


Herlan pun memandang kejauhan langit yang begitu biru dalam hatinya berkata ;


"Istriku Deswey aku merindukanmu," ucap Herlan.


🌼🌼🌼🌼🌼


🌼🌼🌼🌼🌼