Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 47


Herlan kembali ke rumah dengan wajah seribu tatapan. Bahkan, penjaga rumah dan pelayan lain di rumah tidak pernah melihat Tuan Herlan dengan muka seperti itu setelah kehadiran istrinya. Sejak Tuan Herlan memiliki istri dia tidak pernah menampakkan wajah seperti itu.


Herlan pun masuk ke kamarnya dan menghempaskan tubuhnya di kasur yang biasanya bercanda gurau dengan istrinya.


Herlan terus saja teringat dengan kebersamaan mereka. Bahkan, Herlan menyesal tidak banyak bicara dengan istrinya. Karena kesibukannya lah yang membuat telat terus berduaan dengan istrinya.


Herlan terus mengingat kebersamaan itu. Bahkan, Herlan terkadang tertawa sendiri mengingat canda gurau di antara mereka. Herlan menjadi tenang setelah mengingat kebersamaan mereka.


Herlan pun terlelap dalam tidurnya. Meskipun kamarnya sangat berantakan, yang berani membereskannya hanya istri dan mama nya, dia dalam keadaan kalut seperti itu jadi yang bisa menenangkannya hanyalah mama nya di saat


Nyonya Heva pun tiba di rumah pada sore hari. Nyonya Heva pun menemui Herlan di kamarnya, karena Nyonya Heva tahu Deswey tidak ada di rumah, anaknya pasti merindukan Deswey istrinya. Meskipun setiap bertemu berantem tapi keduanya terlihat akur walau seperti itu.


Ceklek....


Pintu kamar Herlan pun terbuka karena Nyonya Heva datang ke kamar anaknya.


"Yaa ampun, berantakan banget kamar Herlan, baru sehari di tinggal Deswey sudah jadi begini anakku," ucap Nyonya Heva membereskan pakaian anak nya.


Saat Nyonya Heva membersihkan pakaian kotor serta barang berantakan lainnya. Nyonya Heva melihat sesuai yang aneh, Nyonya Heva pun memeriksanya.


Nyonya Heva pun mengambil sesuatu tersebut, dia pun membaca dengan seksama rangkaian perjanjian tersebut.


Betapa terkejut Nyonya Heva, surat tersebut berisi pernikahan kontrak keduanya. Nyonya Heva awalnya sedih, namun dia memahami anaknya yang awal nya tidak mencintai Deswey.


Namun, sejak kehadiran Deswey perlahan ada perubahan dari sikap Herlan. Nyonya Heva pun hanya memotret saja sebagai bukti suatu hari nanti. Nyonya Heva pun kembali menutup pintu kamar anaknya.


Nyonya Heva pun kembali ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya yang lelah dari kantor.


Malam pun tiba....


Herlan pun bangun dari tidurnya, dia pun mencari istrinya. Namun, saat dilihatnya dia sadar bahwa istrinya tidak ada disampingnya. Dia pun membuka ponselnya. Akan tetapi tidak ada satu pun pesan dari istrinya.


[Ini semua salah aku, gara-gara aku gengsi mengatakan rindu jadinya kan Deswey tidak menghubungi ku sama sekali, argh kesal banget deh] gumam Herlan dalam hati.


Herlan terus saja menyalahkan dirinya, atas kekesalan pada dirinya sendiri. Namun, Herlan tetap saja ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Akan tetapi pikirannya dipenuhi oleh Deswey. Bahkan, setelah mandi Herlan tersenyum dengan sikap istrinya itu, terkadang manja terkadang ketua dan terkadang mengejutkan dirinya.


Hal-hal menakjubkan selalu ada di setiap aktivitas mereka bersama. Bahkan Herlan tidak menyangka jika istrinya mampu berkomunikasi dengan berbagai bahasa dan juga memiliki kemampuan negoisasi yang membuat lawannya takluk dan percaya dengan presentasinya.


Karena hal itu lah Herlan selalu mengajak istrinya ketika bertemu klien. Istrinya tidak terlalu menampakkan kemampuan, akan tetapi ketika Herlan meminta makan Istrinya langsung bicara.


Meskipun Deswey penampilannya belum feminim akan tetapi semua tingkah lakunya bahkan sikapnya mencerminkan sosok wanita. Walaupun dia memiliki bela diri yang tidak ada yang menandingi namun dia tidak pernah menampakkan hal itu pada suaminya, kecuali dalam keadaan genting.


Saat Herlan memikirkan Deswey dipikirannya. Nyonya Heva mengetok pintu berkali-kali, akan tetapi tidak ada suara sama sekali. Hal itu membuat Nyonya Heva penasaran yang dilakukan oleh anaknya.


Nyonya Heva pun masuk saja ke dalam kamar Herlan, tampak di lihatnya Herlan memandang foto pernikahannya di album dan tersenyum membayangkan hal itu. Nyonya Heva pun mendekat tanpa diketahui oleh anaknya.


"Mama, sejak kapan masuk ke kamar Herlan? kok tidak ada suaranya sih," ucap Herlan penasaran.


" Mama dari tadi mengetok pintu sayang, kamu tidak mendengar sama sekali, karena pintu tidak kamu tutup, jadinya mama masuk saja dong mencari tahu ada apa dengan kamu yang tidak biasanya," ucap Nyonya Heva berbicara.


"Ehm maaf ya ma, aku lagi lihat foto kebersamaan dengan Deswey saja," ucap Herlan sambil melihat Deswey di foto tersebut.


"Kamu rindu padanya, kalau begitu katakan pada istrimu kalau kamu tidak bisa sehari tanpa nya," ucap Nyonya Heva menjawab.


"Argh mama, malu lah masa' suami duluan bilang rindu sih," ucap Herlan menggaruk kepalanya karena keheranan dengan pernyataan mama nya.


"Bhahaha, Herlan anakku, kamu tahu nggak, papa mu sangat romantis pada mama nya, sebenarnya papa dan mama itu di jodohkan karena bisnis, mama tidak suka dengan papa mu, tapi papa mu selalu berusaha membuat Mama senang, tidak butuh waktu lama dalam waktu 2 Minggu mama sudah jatuh cinta pada papa mu, masa' kamu tidak bisa meniru gen dari papa mu sendiri," ucap Nyonya Heva mengenang masanya dulu.


"Berarti gen aku ikut dengan mama, karena mama cuek orangnya," ucap Herlan menjawab dengan senyuman.


"Ehm dasar anak mama, tidak mau kalah sama saja dengan papa mu, yang selalu ingin di akui dirinya," ucap Nyonya Heva yang lagi-lagi mengenang suaminya.


"Ehm mama kok malah nangis, maaf ya ma, gara-gara aku mama teringat papa," ucap Herlan sambil memeluk mama nya yang meneteskan air mata karena teringat dengan suaminya.


Herlan pun menenangkan mama nya yang menangis, karena mama nya begitu menyayangi suaminya.


Herlan pun menyadari dirinya sendiri, bahwa dia sangat merindukan istrinya. Dia pun menyadari hal itu, dan mengajak mama nya untuk makan malam bersama, setelah itu dia ingin mencari tahu kenapa istrinya tidak mengaktifkan ponselnya.


*****


Di waktu yang sama dan di tempat yang berbeda.


Deswey sibuk dengan rapat kepada anak buahnya, setelah selesai mereka pun makan bersama, ponsel Deswey saat itu sedang di cas karena itu hal dia tidak bisa menghubungi suaminya.


Meskipun demikian Deswey tahu kewajibannya sebagai istri, hingga dia harus mengabari keadaannya. Walau dia tahu jika suaminya gengsi luar biasa.


Setelah semua selesai, mereka pun kembali istirahat karena besok para anak buahnya akan bertindak sesuai dengan instruksi Deswey.


Deswey pun kembali ke kamar untuk istrirahat, meskipun kamar dan markas mereka dekat namun perlu waktu ke kamarnya.


Deswey pun merebahkan dirinya, dan membuka ponselnya. Deswey terkejut yang suaminya mengirim pesan yang tidak biasanya. Deswey pun membuka pesan tersenyum sambil tersenyum.


📱Istriku, kamu sudah makan belum?


📱Istriku, maaf yaa aku hanya bisa chatta kamu, karena aku takut mengganggu mu?


📱Istriku kenapa pesan ku belum di balas?


Deswey hanya tersenyum melihat pesan kiriman suaminya.


🍁💐💐💐🍁