
Pertemuan pun terjadi antara Deswey, Herlan dan seorang klien padahal mereka adalah Gery dan Olivia yang ingin bertemu dengan keduanya.
Sebenarnya Deswey sudah bingung kenapa dirinya malah diingkan klien, sehingga Herlan menemani istrinya, sedangkan si kembar di asuh sementara oleh mama mereka.
Sesampainya di tempat lokasi Herlan dan Deswey duduk di tempat yang sudah di tentukan dan tertutup.
Di situlah sebenarnya Deswey merasa tidak aman dan mulai waspada terhadap sesuatu. Hingga Gery dan Olivia pun datang menemui mereka dengan tampilan yang berbeda.
Mereka pun berkenalan satu sama lain, kewaspadaan Deswey pun menurun karena insting dia salah kali ini.
Saat moment yang tepat Olivia pun membuka dirinya dan menyampaikan keinginannya. Deswey dan Herlan terkejut dengan keduanya, hingga pertanyaan muncul di kepala keduanya.
Hingga Gery yang memulai pembicaraan tersebut, karena mulai tegang sejak Olivia membuka jati dirinya.
"Maafin kamu berpenampilan menjadi orang baru, karena kami memiliki alasan tersendiri," ucap Olivia.
"Iya dan ini semua rencana dari papa Olivia," ucap Gery ikut menjawab.
"Kami tidak ingin ikut campur urusan keluarga kalian, akan tetapi saya bertanya kenapa istri saya kalian panggil bukan saya," ucap Herlan bertanya dengan meneguk minumannya.
"Karena istriku sudah salah dengan kalian berdua," ucap Gery menjawab.
"A-pa istri?" ucap keduanya terkejut.
"I-ya Olivia sekarang adalah istri saya, karena kami bukan saudara kandung, saya adalah anak angkat dari papa nya Olivia," ucap Gery menjawab sambil meneguk minuman.
"Terus alasan kalian apa terhadap ku?" ucap Deswey bertanya.
"Istriku," ucap Gery mau menjawab, akan tetapi di cegah oleh Olivia, karena dia ingin menyampaikan semuanya.
Olivia pun memulai pembicaraan mereka. Saat fokus malah Deswey merasa sakit di perutnya.
"Bagaimana kondisi mu Deswey?" ucap Olivia ikut khawatir.
"Tidak apa-apa, Deswey hanya butuh rebahan, maaf ya istriku rebahan di pangkuan ku," ucap Herlan menjawab kekhawatiran mereka.
Olivia pun kembali memulai pembicaraan, dan menceritakan semuanya.
Deswey tidak terkejut sebenarnya, karena dia sudah mencari tahu sendiri, akan tetapi dia lebih memilih untuk Olivia sendiri meminta maaf padanya.
"Kenapa kamu diam saja Deswey? aku siap di hukum apa saja atas perbuatan ku?" ucap Olivia bertanya.
"Aku sudah lama mengetahui, bahwa kamu pelaku nya, hanya saja aku mencoba diam saja atas semua tindakan mu, karena aku ingin kamu sendiri meminta maaf pada ku," ucap Deswey menjelaskan.
"Ja-di kamu sudah mengetahuinya," ucap Olivia ternganga atas sikap Deswey.
"I-ya, karena jika kamu bertindak kembali, aku sudah berniat menjebloskan mu ke penjara, akan tetapi kamu tidak melakukannya maka aku mendiamkan dan memaafkan mu," ucap Deswey menjelaskan.
"Jadi kamu mau nya apa dari ku, suamiku dan papa ku akan memarahi ku jika aku tidak di hukum atas perbuatan ku," ucap Olivia dengan nada lirih.
"Hukuman ku sedikit kok dan gampang," ucap Deswey dengan nada lirih.
"A-pa?" ucap Olivia penasaran.
"Bahagiakan papa dan Kak Gery mulai sekarang dan jangan pernah mengkhianati mereka itu saja hukuman mu," ucap Deswey.
"Ba-ik Deswey," ucap Olivia.
"Kalau begitu saya pamit dulu ya dengan istriku seperti nya anak kami memerlukan mama nya," ucap Herlan memohon izin.
Gery dan Olivia pun mengizinkan keduanya pergi. Lepas dari itu Olivia pun merasa dirinya pusing dan mual. Gery pun mengikuti istrinya yang langsung mencari kamar mandi.
Olivia pun diperiksa langsung oleh dokter, dan dokter mengatakan bahwa Olivia sedang berbadan dua. Sehingga Olivia harus menjaga kesehatan dan kewarasan saat berbadan dua.
Gery memeluk istrinya dengan terharu dan bahagia, bahkan papa nya datang dan langsung memeluk anaknya.
"Papa bersyukur, kamu akan memiliki anak, ke depan hanya fokus dengan anak yang di dalam kandungan mu, kalau memerlukan apapun cukup katakan dengan papa atau suami mu,okey," ucap sang papa yang sangat bahagia melihat anaknya.
Olivia hanya tersenyum dengan pernyataan papa nya. Bahkan, suaminya tidak bisa berkata-kata atas semua ini, bahkan dia pun tidak menyadari bahwa dirinya sedang berbadan dua.
Olivia pun menyadari ini semua efeknya sudah meminta maaf kepada Herlan dan Deswey. Keduanya memaafkan dengan tulus sehingga Olivia pun merasakan hal demikian.
Olivia hanya tersenyum bahagia dan berdoa, semoga saja semuanya tidak akan cepat sirna.
Di tempat berbeda.
Herlan pun memeluk tubuh istrinya yang merasa sakit. Sesampainya di rumah Herlan membopong istrinya dan langsung mencari anak mereka untuk menyusui.
Herlan pun keluar karena istrinya mengetahui bahwa suaminya lelah sudah membopong nya sampai ke kamar.
Herlan pun ke ruang dapur untuk meminum suatu, hingga Very pun menghampirinya.
"Herlan, gimana pertemuan kalian dengan klien baru tersebut?" ucap Very penasaran.
"Semua nya berjalan lancar kok, hanya saja kami izin duluan karena Deswey sakit ingin menemui si bayi untuk di susui," ucap Herlan menjelaskan.
"Oh iya bener banget, hal itu hanya terjadi jika si bayi tidak diberi susu lama oleh sang Ibu, hingga sang Ibu merasakan kesakitan nya," ucap Very menjelaskan.
"Kamu tahu banyak ya tentang hal itu," ucap Herlan bertanya
"Haha, aku baca di internet saja kok, kan banyak pengetahuan tentang seorang istri setelah melahirkan," ucap Very melambaikan tangan karena ingin kembali ke kamar dan istirahat.
Herlan hanya mengangguk saja atas semua ilmu yang di dapat dari nya. Setelah dia selesai minum dan makan sedikit, dia pun menemui istrinya yang sudah menidurkan si kembar.
Sesampainya di kamar dia melihat istrinya telah terlelap dalam tidurnya. Hingga dia pun sampai di ranjang dan langsung di peluk istri nya.
Herlan hanya terdiam dengan tingkah istrinya yang menurut nya unik. Padahal posisi isteri nya tengah terlelap dalam tidur, akan tetapi ketika sang suami telah berada di dekatnya, dia pun langsung memeluknya.
Pagi pun menjelang, matahari menampilkan senyuman terindahnya.
Semua keluarga pun kumpul, karena tuan Herley akan bersiap berangkat, sebab geng yang meresahkan tersebut sudah bertindak brutal sehingga tuan Herley harus turun tangan.
Hingga tuan Herley pun bergumam.
"Nyonya Heva, apakah jam 10 nanti sudah di persiapkan semuanya?" ucap tuan Herley.
"Aman," ucap nyonya Heva.
Herlan dan Deswey yang tidak mengetahui hak itu hanya bengong saja, hingga nyonya Heva sendiri yang mengatakan.
"Jam 10 pagi ini sebelum tuan Herley berangkat, saya akan menikah," ucap nyonya Heva.
Mendengar hal itu semuanya pun turun bahagia, begitu pun dengan Herlan.
🍁🍁🍁🍁
like dan comment ya
gift dan vote🤭
maacih🤭