
Setelah itu Very pun beristirahat, Desy pun kembali ke kamarnya. Desy menyanyi dan ngedance dengan riang gembira hingga suaranya terngiang sampai ke kamarnya.
[Suara siapa kah itu?] gumam Very dalam hati. Very pun melanjutkan istirahatnya karena lumayan untuk istirahat, sebab mereka akan pergi jalan-jalan Pukul 13.00
Dering ponsel Desy pun berbunyi.
"Yaa Hallo, ada apa cantik?" Ucap Desy pada temannya saat video call.
"Setengah jam lagi, kita kuliah umum jadi segera merapat yaa Desy, itu saja infonya," ucap Deta sambil menutup panggilan video mereka.
"Apa?????, setengah jam," ucap Desy bergegas menyiapkan leptop ya dan merapikan penampilannya.
Sebelum Desy memasuki kuliah online, dia pun berusaha menelpon Very. Very pun mengangkat telponnya.
"Very, please jangan ganggu aku yaa sekarang aku ada kuliah online, jadi tolong belikan saja makan siang kita, aku tidak sempat memasak okey Very," ucap Desy.
"Okey, siap Nona Desy," ucap Very langsung melanjutkan membacanya.
Desy pun fokus ke perkuliahan online nya.
Perkuliahan pun berjalan dengan lancar bahkan beberapa jam hingga Very bingung untuk mengetok pintu Desy.
Desy yang berada di kamar sangat lega, bahkan rebahan sejenak tanpa melihat ponselnya bahwa sudah menunjukan waktu makan siang.
"kruuuuk,,,,kruuukkk" (suara perut Desy pun bersuara.
"Hahaah, ternyata aku lapar saat ke dapur, yaa ampun aku kan lupa masak," ucap Desy bergegas membuka pintunya.
Desy tidak mengetahui bahwa Very sudah berada di pintu kamarnya sedari tadi, hingga keduanya sama-sama memegang gagang pintu tersebut.
"Lah, kenapa gagangnya gak bisa di buka?" Ucap Desy kebingungan.
Very hanya mengernyitkan keningnya, dia pun bingung tidak bisa membuka pintu Desy.
Desy pun melepas ikatan gagangnya, dia pun kembali menyamping ke pintu kamarnya.
Tiba-tiba pintu kamarnya pun terbuka.
Very mencari-cari keberadaan Desy.
"Ya ampun, dimana kah Nona Desy berada?, kok tidak ada dimana-mana?" Ucap Very kebingungan.
Desy yang berada di balik pintu hanya tersenyum dengan kekhawatiran Very. Bahkan dia tersenyum melihat kekhawatiran pada Very.
"Ya ampun, dimanakah Nona Desy? Bukankah tadi dia mengatakan perkuliahan, apakah Nona Desy melarikan diri?" Ucap Very bingung.
Very pun langsung berinisiatif menelpon Desy.
"Oh Iya, aku kan bisa menghubunginya melalui ponselku," ucap Very menelpon.
Dering ponsel Desy pun bersuara.
Lagi-lagi Very heran ponselnya Desy berada di kasurnya..
Very pun terduduk di sebuah kursi yang mengarah ke arah luar jendela.
"Jika Nona Desy menghilang, aku harus siap dimarahi Tuan Herlan dan Nona Deswey," ucap Very pasrah.
Saat Very pasrah dengan diamnya, Desy diam-diam keluar dari kamarnya. Desy pun turun ke dapur dan betapa terkejut dirinya melihat makanan sudah ada di meja makannya.
"Wah, Very memang keren yaa, argh aku baru ingat bahwa aku memintanya membeli makanan, ternyata sudah dilakukannya," ucap Desy langsung makan dan tanpa memperdulikan Very yang masih dikamarnya.
Setengah jam kemudian.
Desy pun selesai dari makannya, dan mencuci piringnya sendiri.
Very yang mendengar suara air langsung terbangun dan mencari sumber tersebut betapa terkejut dirinya. Desy sudah berada di dapur.
Desy pun menyelesaikan piringnya dan duduk santai di depan televisi.
"Nona, saya mencari anda kemana-mana?, tapi Nona diam saja saat aku teriak," ucap Very kesal
"Ehm, sorry Very saya sangat kelaparan hingga lupa memberi tahuku," ucap Desy meminta maaf.
"Sebenarnya Nona berada dimana saat aku mencari Nona," ucap Very duduk sambil bertanya.
"Ehm, sebenarnya sejak kamu memasuki kamarku aku ada di balik pintu kamarku, kamu terus teriak mencariku setelah kamu capek kamu duduk di kursi tersebut, nah saat itu lah aku diam-diam ke dapur untuk makan, karena perutku sudah sangat lapar," ucap Desy sambil memandang ke televisi.
Saat Very mau marah, perutnya bersuara...
"kruuuuk....kruuukk "(suara perut lapar)
"Sekarang, silahkan makan dulu sana, nanti lanjut makannya, aku kan sudah minta maaf dengan kamu Very," ucap Desy langsung menarik tangan Very ke meja makan.
"Jawab pertanyaan ku tadi Nona, kenapa Nona tidak menjawab ketika aku teriak?" Ucap Very kesal.
"Very!, sekarang saya minta dengan mu segera makan setelah itu kita diskusi," ucap Desy dengan mata melotot.
Very pun langsung makan karena perutnya sudah sangat lapar. Very pun makan dengan ditatap Desy dari kejauhan. Very hanya diam saja tanpa menatap apapaun.
Setelah usai Very pun mencuci piring makannya.
Very pun kembali duduk dengan menunggu jawaban dari Desy.
"Very, aku kan sudah minta maaf kita juga sudah sama-sama kenyang, jadi sudahi saja marahmu yaa, aku mau ke kamar temani aku ke taman hiburan," ucap Desy ke kamarnya mengambil tas dan berhias.
Very pun hanya diam dan kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Desy pun lebih dulu sudah berada di depan mobil. Lagi-lagi Very mencari Desy, dia pun terkejut Desy sudah berada di depan mobil.
"Hey, kenapa kamu melamun?, hayoo berangkat nanti ngomelnya okey," ucap Desy memegang gagang mobil.
Very pun membuka mobil.
Setelah mereka memasuki mobil, kedua nya berdiam selama beberapa menit. Hingga Very membuka pembicaraan.
"Nona Desy, kita ke sebuah tempat yang sangat indah, bahkan tempat itu sangatlah terkenal," ucap Very.
"Wah, emang kamu mau mengajakku kemana Very, cepat beri tahu aku dimana?" Ucap Desy menatap Very.
Very yang ditatap seperti itu jadi salah tingkah, dan menjawab pertanyaan Desy.
"Kita akan ke Danau Genewa," ucap Very.
Desy pun langsung searching, Desy terkagum dengan Danau Genewa.
Desy dan Very pun menuju ke Danau Genewa. Very pun menjelaskan Danau Genewa, karena Desy minta dijelaskan dengan Very langsung meskipun dia sudah membacanya sedikit.
(Danau Genewa, Swiss)
"Danau Genewa merupakan danau terbesar di Eropa karena luasnya 600 km persegi. Keindahan Danau Genewa terletak pada kejernihan airnya. Selain itu, banyak angsa tampak berenang bebas di danau ini. Yang membuat tempat wisata di Swiss ini kian menarik adalah dari sudut tertentu kita dapat menikmati pemandangan pegunungan es. Di sekitar danau juga terapat cafe-cafe yang bisa kita kunjungi untuk bersantai menikmati pemandangan Danau Genewa," ucap Very menjelaskan ke Desy.
Desy pun mengangguk dengan penjelasan Very. Mereka pun duduk-duduk di cafe tersebut. Mereka berdua sangat menikmati pemandangan Danau Genewa yang sangat terkenal tersebut.
Desy hanya menatap Very dengan mendalam. Lagi-lagi keduanya tanpa sengaja menatap mata satu sama lain walau hanya persecond.
[Uuh, kenapa juga saat Nona Desy menatap ku walau sedetik jantungku tak berhenti berdetak?, apakah jantung ku masih baik?," ] gumam Very yang bingung pada dirinya.
🍁💐💐💐🍁